Bisnis online bisa menjadi penyelamat keuangan keluarga di tengah pandemi ini. Agar usahamu laku keras, coba deh jual barang-barang yang jadi tren berikut ini!

bisnis online - rumah123.com

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia tak dipungkiri berdampak buruk pada perekonomian negara, tak terkecuali dengan Indonesia.

Sejak virus corona masuk ke Indonesia, berbagai industri bisnis mengalami penurunan keuntungan yang signifikan, bahkan tak sedikit yang merugi.

Hal tersebut membuat perusahaan terpaksa melakukan efisiensi karyawan dengan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja.

Per 1 Mei 2020,  Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK akibat pandemi Covid-19 telah mencapai 2,9 juta orang. 

Bisnis online, salah satu cara untuk menyelamatkan kondisi keuangan keluarga

Namun apa boleh dikata.

Kondisi seperti ini merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi kedatangannya.

Sementara kebutuhan harus terpenuhi, yang bisa dilakukan saat ini adalah melakukan segala cara yang tidak melanggar hukum dan norma untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga.

Bagi yang pekerjaannya terdampak, jangan patah semangat. 

Lihat peluang yang ada di sekitar, dan manfaatkan gadget-mu untuk menghasilkan uang.

Salah satu cara paling efektif adalah dengan bisnis online. 

Mengingat peraturan untuk pembatasan sosial masih diberlakukan dan orang-orang masih memilih untuk #DiRumahAja.

Menjual beberapa jenis barang ini bisa menjadi ide bisnis online di tahun 2020 

Bicara soal bisnis online, pasti kamu mengira-ngira, ide bisnis apa yang bisa mengundang banyak peminat?

Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari data tren belanja sejumlah e-commerce seperti Bukalapak dan Shopee, yang dihimpun oleh Lokadata.id.

1. Perlengkapan rumah tangga dan kesehatan

Pelaksanaan ibadah puasa yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya perubahan fenomena belanja online masyarakat. 

Seperti di Bukalapak misalnya. 

Jika tahun lalu transaksi yang tinggi ada pada kategori otomotif, maka Ramadan tahun ini didominasi oleh pembelian barang-barang kategori perlengkapan rumah tangga, dan kesehatan.

Bahkan dari hasil riset lembaga SurveySensum, peningkatan konsumsi vitamin dan suplemen kesehatan yang dialami mencapai 40 persen selama Ramadan tahun ini. 

Baca juga: Ekonomi Lesu, Ini 8 Peluang Bisnis Baru yang Bisa Dilakukan Selama Corona

2. Barang-barang fesyen dan perlengkapan beribadah

Bukalapak mengalami kenaikan transaksi hingga dua digit dibandingkan Ramadan tahun lalu.

Kenaikan transaksi di sana didominasi pembelian sejumlah barang seperti fesyen pria, wanita, dan anak-anak. 

Kemudian, ada juga kenaikan transaksi untuk perlengkapan beribadah dan bahan-bahan makanan seperti beras, kurma, serta minuman instan.

3. Produk kecantikan, fesyen Muslim, dan HP

Sementara pada perusahaan e-commerce Shopee, kenaikan pencarian terjadi pada produk-produk kecantikan, fesyen muslim, serta handphone dan aksesorisnya.

4. Barang-barang dekorasi rumah, serta home & living

Selain itu, di Shopee ada juga kenaikan pencarian barang-barang dekorasi rumah dan home & living. 

Lonjakan ini disinyalir terjadi karena masyarakat diimbau menghabiskan waktu Ramadan tahun ini di rumah akibat pandemi Covid-19.

5. Barang-barang hobi

Menurut Lokadata.id, sejak pandemi Covid-19 terjadi, pergeseran pola belanja masyarakat memang sudah terjadi. 

iPrice juga pernah melakukan riset yang hasilnya menyebut, ada pergeseran pola belanja barang-barang kesehatan, perlengkapan rumah, dan hobi sejak 1 Maret 2020.

Dalam riset berdasarkan data impression di Google Analytics, iPrice menemukan bahwa ada peningkatan belanja hingga ribuan persen terhadap sejumlah barang seperti sepeda. 

Kemudian, minat pembelian barang-barang hobi seperti nintendo dan PlayStation juga tumbuh ratusan persen sejak awal Maret 2020.

Hasil riset tren belanja online tersebut bisa dijadikan ide bisnis online 2020

Tren belanja di sejumlah e-commerce, serta hasil survey oleh sejumlah lembaga survey di atas bisa memberikan gambaran baru untukmu yang sedang mencari ide bisnis online 2020.

Memang, beberapa di antara contoh di atas ada yang berlaku hanya untuk bulan Ramadan.

Apalagi, karena krisis keuangan, banyak yang memilih untuk menekan pengeluarannya.

SurveySensum mencatat, 67 persen responden akan menekan pengeluaran di Ramadan tahun ini hingga 43 persen dibanding puasa tahun lalu.

bisnis online - rumah123.com

Secara keseluruhan, belanja masyarakat Ramadan tahun ini turun 32 persen dibanding tahun lalu.

Menurut kelas sosial-ekonominya, kelas ekonomi atas menghemat 23 persen pengeluaran dan kelas menengah 35 persen.

Namun mengingat Ramadan yang sebenarnya, di mana setiap orang bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga belum terlaksana, maka tak ada salahnya untuk tetap mencoba peluang tersebut. 

Siapa tahu ketika pandemi berakhir nanti, pemerintah akan memberikan cuti bersama khusus Lebaran yang tertunda ini. 

Jadi, masyarakat pun akan mencari hal yang sama dengan saat ini.

Dan semoga saja, masyarakat pun kembali mendapatkan pekerjaannya setelah semua berjalan dengan normal.

Well, selamat mendulang uang dari bisnis online tersebut ya!

Artikel ini merupakan kerja sama antara rumah123.com dengan Lokadata.ID.

Bagikan:
10811 kali