Anggapan bahwa wanita hanya bisa mengerjakan urusan domestik saja dipatahkan dengan banyaknya wanita karir dengan jabatan tinggi di kantor!

Dulu, masih banyak yang memiliki anggapan bahwa perempuan Indonesia hanya ‘jago’ dalam mengurus urusan domestik saja.

Namun dengan pemikiran yang semakin terbuka, pandangan lawas tersebut pun sudah mulai terkikis. 

Faktanya di lapangan, jumlah wanita karier dengan jabatan tinggi pun terus meningkat.

Jumlah peningkatan wanita karir dengan jabatan tinggi semakin mengalami peningkatan. 

wanita karir

Dilansir dari Lokadata.id, data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2019 mencatat bahwa karier perempuan pada posisi manajer mengalami peningkatan dalam dua tahun. 

Naik dari 24,67 persen pada 2018, menjadi 26,20 persen pada 2019.

Alasan yang menyebabkan jumlah wanita karir semakin meningkat 

“Tingkat pendidikan dan keyakinan pada netralitas gender menjadi potensi sekaligus pendorong perempuan lebih banyak memasuki dunia kerja, termasuk untuk menduduki posisi manajerial,” kata Psikolog Klinis Associates UKP, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Kholinjah, saat dihubungi Lokadata.id, Rabu (7/8/2020).

Pernyataan Kholinjah sejalan dengan penelitian dari Universitas Gadjah Mada dan Atmajaya Yogyakarta (2003). 

Riset tersebut menyebutkan, manajer perempuan memang masih tertinggal dibandingkan laki-laki dalam mobilitas geografis, tetapi lebih maju dalam hal perkembangan dan promosi gaji.

Peran perempuan di dunia kerja secara global juga terlihat saat krisis keuangan 2008-2010. 

The Economist menyebut, sejak 2008 jumlah perempuan wiraswasta telah meningkat lebih dari 454.000 dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 382.000 akibat raibnya hampir satu juta pekerjaan penuh waktu.

Setelah resesi, proporsi perempuan yang terlibat dalam perintisan bisnis naik menjadi 8 persen. 

Saat ini, 20 persen dari semua usaha kecil dan menengah sebagian besar dikelola oleh perempuan.

Dihubungi secara terpisah, praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) Andrie Firdaus mengatakan, semula perempuan bekerja karena alasan finansial, tapi kini hal itu bukan lagi menjadi faktor utama.

“Hal lainnya seperti kesempatan, lingkungan kerja, sifat pekerjaan yang genderless, mendukung perempuan meniti tangga kariernya,” kata Andrie.

Generasi milenial mendominasi wanita karir dengan jabatan manajer

wanita karir

Menilik generasi berdasarkan usia, Lokadata.id mendapati di seluruh wilayah di Indonesia manajer perempuan masih didominasi oleh generasi X alias milenial. 

Mereka yang kini berusia antara 40-55 tahun--apalagi dengan pengalaman kerja di atas satu tahun--kini sudah mencapai posisi tersebut.

Sementara, ada generasi milenial yang sudah bisa mencapai posisi manajer meski usianya masih relatif lebih muda. Sebagian besar generasi inipun menduduki kursi manajer dengan pengalaman kerja lebih dari satu tahun.

Andrie pun menjelaskan, beda nilai antara generasi X dengan milenial mempengaruhi perjalanan karier dua generasi ini.

Bila gen X memandang, "tekun dan kerja keras maka aku akan berhasil", menurut Gen Y, "aku harus berdampak dan inovatif".

Bagikan:
822 kali