kpr

Pertumbuhan KPR di kawasan penyangga Jakarta ternyata masih ada dan punya potensi, berbeda dengan dengan Jakarta yang malah sebaliknya. 

Pasar properti memang sudah mengalami perlambatan sejak 2014, setelah sebelumnya sempat booming

Setelah itu, investasi properti masih tumbuh, pelaku pasar masih yakin jika properti akan kembali ke siklus saat booming

Namun, pesta demokrasi alias Pemilihan Presiden 2019 membuat bisnis properti melambat lagi. 

Bank Indonesia sempat memberikan relaksasi berupa penurunan suku bunga acuan mulai Juli 2019. 

Selain itu, bank sentral juga menurunkan rasio loan to value (LTV) untuk pembelian properti kedua dan selanjutnya. 

Ketika industri properti belum bangkit, pandemi covid-19 atau virus corona melanda seluruh dunia. 

Dunia usaha termasuk bisnis properti terkena imbasnya, investor menahan dana dan hanya end user yang memang tetap membeli rumah.  

Baca juga: Dari Mana Sih Sumber Air Minum Masyarakat Indonesia?

kpr

Pertumbuhan KPR di Jakarta 

Situs berita online Lokadata.id melansir data dari Bank Indonesia mengenai penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah). 

Data KPR ini melihat Jakarta dan juga Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pada kuartal pertama 2019 dan 2020. 

Pada kuartal pertama 2019, pertumbuhan KPR di seluruh wilayah Jakarta menunjukkan angka minus kecuali Kepulauan Seribu yang tumbuh 3,2%. 

Jakarta Timur minus 0,5%; Jakarta Utara minus 2,3%; Jakarta Barat minus 2,2%, dan Jakarta Selatan minus 2,4%. 

Sementara Jakarta Pusat malah bisa minus 4,5% dan menjadi kawasan dengan angka yang paling tinggi. 

Pada kuartal yang sama pada 2020, Jakarta Timur malah menunjukkan pertumbuhan 0%, sementara daerah lainnya tetap minus.

Kepulauan Seribu minus 0,3%; Jakarta Utara minus 1,2%; Jakarta Barat minus 1,4%, dan Jakarta Selatan minus 1,8%. 

Sedangkan Jakarta Pusat kembali semakin nyungsep dengan pertumbuhan yang mencapai minus 5,3%.

Baca juga: Gara-gara Corona, Pola Konsumsi Masyarakat Indonesia Berubah

kpr

Pertumbuhan KPR di Kawasan Penyangga Jakarta 

Berbeda dengan Jakarta, pertumbuhan KPR di kawasan penyangga malah lebih baik dan tumbuh. 

Pada kuartal pertama 2019, Kota Tangerang Selatan tumbuh 3,5%; Kota Tangerang tumbuh 3%: dan Kabupaten Tangerang tumbuh 2,8%. 

Kota Bekasi tumbuh 2,3%; Kabupaten Bekasi tumbuh 4,8%; sementara Kota Depok tumbuh 3,8%. 

Kabupaten Bogor juga tumbuh hingga 5,8%, namun sebaliknya Kota Bogor malah tumbuh minus 1,4%. 

Sementara pertumbuhan KPR pada kuartal 1 2020 malah berbeda jauh dibandingkan pada kurun waktu yang sama. 

Kota Tangerang Selatan bisa tumbuh hingga 6,7%; Kota Tangeran tumbuh 0,8%; sementara Kabupaten Tangerang malah minus 0,1%. 

Kota Bekasi tumbuh 4,1%: Kabupaten Bekasi tumbuh 0,9%; sedangkan Kota Depok tumbuh 0.4%. 

Kabupaten Bogor tumbuh 1,9%, sementara Kota Bogor yang sempat minus malah bisa tumbuh 1,5%. 

Baca juga: Saat Masih Pandemi Corona, Muncul Tren Naik Sepeda di Seluruh Dunia

kpr

Permintaan Properti, Ketersediaan Lahan, dan Kemudahan Transportasi

Pengamat ekonomi Piter Abdullah menyatakan sektor properti mengikuti fluktuasi perekonomian di Indonesia. 

Hal yang wajar jika masih terpuruk, KPR ikut melambat karena permintaan properti juga menurun. 

Kalau KPR di Jakarta memang masih minus bukan hanya lantaran harga properti yang mahal saja. 

Namun, ada faktor lainnya yaitu ketersediaan lahan yang memang terbatas di Jakarta, berbeda halnya dengan kawasan penyangga. 

Harga rumah per meter persegi di Tangerang Selatan bisa dua kali dari harga rumah yang sama di Bogor. 

Sementara harga rata-rata rumah di Jakarta pada 2017 sudah mencapai lebih dari Rp20 juta per meter persegi. 

Pertumbuhan KPR di Tangerang Selatan memang bagus lantaran perusahaan properti memiliki lahan luas di kawasan ini. 

Ketersediaan lahan bisa meningkatkan pasokan rumah di kawasan penyangga, hal yang tidak mungkin terjadi di Jakarta. 

Hal lain yang mendorong dalam memilih properti adalah fasilitas lengkap termasuk kemudahan akses dan sarana transportasi. 

Sejumlah kawasan seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok menjadi pilihan karena ada kemudahan transportasi. 

KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, bus pengumpan Transjakarta, dan sarana transportasi lainnya tersedia. 

Artikel ini merupakan kerjasama antara situs properti Rumah123.com dan laman berita online Lokadata.id.

Bagikan:
799 kali