rumah disita bank Sumber: Kumparan.com

Rumah disita bank menjadi salah satu hal yang cukup sensitif, terlebih hunian merupakan salah satu kebutuhan primer.

Tak hanya sekadar menjadi kebutuhan, usaha yang kamu lakukan seakan sia-sia karena rumah dibiarkan disita sehingga kamu berhak untuk memperjuangkannya.

Selain faktor emosional, reputasi kamu juga dipertaruhkan, terlebih nama baik kamu dalam SLIK OJK sudah dalam masalah yang diakibatkan oleh kredit macet. 

Apabila kamu mengalami kesulitan pendanaan untuk membayar cicilan rumah, apa yang harus dilakukan sebelum rumah disita bank? 

Untuk itu, simak pembahasannya bersama-sama berikut ini. 

Cara tepat yang kamu lakukan saat rumah disita bank 

Daripada kamu kesulitan untuk mengajukan kredit maupun agunan setelah beli rumah, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebelum rumah disita bank berikut ini.

1.  Take Over KPR 

Dalam hal ini, kamu bisa melakukan proses take over KPR antar bank, yakni memindahkan fasilitas KPR dari satu bank ke bank lainnya.

Adapun, kamu mengalihkan pinjaman bank ditempat yang sudah dikehendaki untuk mengambil KPR di tempat lain.

‘Dengan demikian, lembaga keuangan baru yang kamu tuju akan memberikan pinjaman atau kredit yang lebih tinggi dari plafon atau tenor sebelumnya.

Tak jarang, sebelum rumah disita bank bisa saja perbankan tujuanmu menawarkan program atau bunga yang lebih kompetitif dibandingkan bank yang lama, sehingga kamu sanggup untuk membayar cicilan.

Meski demikian, apabila kamu melakukan proses take over KPR ada dua kewajiban yang harus kamu lakukan.

Pertama, kamu harus membayar dan melunasi cicilan hutang ke bank sebelumnya terlebih dahulu, kemudian bisa menikmati kembali setelah rumah disita bank dalam tempo tertentu.

Selanjutnya, perhatikan biaya yang dibutuhkan untuk proses take over KPR antar bank. Pastikan kamu mengetahui biaya penalti dan lainnya.

Untuk diketahui, biaya KPR saat proses take over meliputi biaya penilaian, notaris, provisi, sampai Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), termasuk biaya take over KPR sesuai nilai jual properti.

2.  Melakukan negosiasi dengan bank 

Tak hanya sekadar melakukan proses take over KPR saat rumah disita bank, kamu juga bisa melakukan pendekatan persuasif kepada bank dengan cara :

- Rescheduling pembayaran sisa kredit 

Dalam proses rescheduling, kamu bisa meminta bank untuk penjadwalan ulang kredit yang masih tersisa. Sebagai contoh sisa kredit Rp250 juta dalam tempo lima tahun.

Kamu bisa meminta tenor ditambah menjadi enam tahun, dengan memperpanjang cicilan KPR selama satu tahun.

Dengan demikian, kamu bisa mempunyai waktu pelunasan sisa kredit yang lebih panjang sehingga tidak membebani arus kas keuangan.

- Restrukturisasi KPR 

Kamu juga dapat melakukan proses restrukturisasi KPR apabila rumah disita bank, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Tak hanya memperpanjang tenor cicilan sehingga menjadi lebih rendah, namun juga bisa mengurangi tingkat suku bunga.

Sebagai contoh, tenor diperpanjang selama dua tahun dan bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 12,5% menjadi 10% tetap.

Selain itu, bisa juga lembaga keuangan memberi diskon atau potongan cicilan sebagian dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Jika kamu memperoleh keringanan dan restrukturisasi sebelum rumah disita bank pastinya dapat bernafas lega, karena nominal yang dibayarkan lebih kecil sebelum persetujuan restrukturisasi.

- Menata kembali perjanjian KPR sebelum rumah disita bank 

Apabila rumah disita bank terjadi, sebelumnya kamu bisa melakukan proses reconditioning, yakni keringanan dimana bank dapat mengubah perjanjian kredit menjadi yang baru.

Proses ini diatur ulang sepenuhnya, mulai tenor pembayaran, tingkat bunga KPR hingga nilai kredit dan sebelumnya.

Sebagai contoh, tingkat awal bunga adalah 11,25%, kemudian diubah menjadi 10,50%.

Jangka waktu pembayaran bisa disesuaikan mulai dari 12 tahun, menjadi 15 tahun dengan angsuran yang sudah disesuaikan kembali.

Tak hanya ketentuan tersebut, kamu juga bisa mengajukan diskon maupun menghapus bunga KPR pada tahun kesembilan dan seterusnya.

Meski demikian, rumah disita bank tetap akan berlaku apabila kamu mengalami gagal bayar atau kredit macet. 

Namun, tetap ada prosedur yang berlaku dan mematuhi hukum sebelum rumah disita bank sehingga tidak sembarangan.

Pasalnya, saat ini tidak asal main sita karena nasabah akan diberikan peringatan sampai dengan tiga kali.

Apabila tidak ada tindak lanjut dari debitur, maka bank akan mendatangi rumah nasabah dan menyitanya.

Oleh sebab itu, apabila kamu kesulitan untuk melakukan beberapa pendekatan tersebut maka tak ada salahnya untuk mencari penghasilan tambahan untuk memastikan ketersediaan biaya untuk cicil rumah.

Intinya, untuk mencegah rumah disita bank kedua pihak pastinya akan berupaya dalam memperoleh win-win solution, baik menguntungkan debitur maupun kreditur.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui saat rumah disita bank semoga bermanfaat. 

Temukan referensi menarik seputar properti idaman, selengkapnya di Rumah123

Kamu bisa mencari berbagai properti aset bank selengkapnya di sini

"Berencana mencari lokasi bisnis? Temukan pilihannya bersama Puri Mutiara Makassar."

Bagikan:
1724 kali