Tenor KPR, merupakan lamanya angsuran kredit rumah, di mana selama jangka waktu tersebut, nasabah harus membayar cicilan tiap bulannya.

Tenor menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan jika kamu hendak membeli rumah lewat program KPR. Umumnya, tenor KPR yang ditawarkan bank berlangsung selama 5 hingga 25 tahun.

tenor kpr - rumah123.com

Ketika harus memilih tenor KPR, seringkali pembeli rumah kebingungan menentukan jangka waktu yang paling pas. Makin lama tenor, maka makin kecil cicilan yang harus ditanggung per bulannya, namun total bunga yang dibayarkan juga menjadi lebih besar.

Sedangkan makin singkat tenor kredit rumah, maka makin besar jumlah cicilan yang dibayarkan setiap bulannya, namun bunga yang dibayarkan pun turut  berkurang.

Nah, daripada kamu menebak-nebak buah manggis, lebih baik pertimbangkan dulu sejumlah hal ini sebelum menentukan tenor KPR.

Baca juga: Serba-Serbi BI Checking: Pengertian, Fungsi, Hingga Langkah Mengajukannya

Pertimbangkan usia

kpr ditolak - rumah123.com

Umumnya, bank memiliki ketetapan rentang usia bagi calon debitur, mulai dari usia minimal 21 tahun, hingga usia maksimal 65 tahun. Usia ketika mengambil KPR tentu menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan saat menentukan tenor.

Kamu yang baru berusia 20-an tentu tak masalah jika mengambil KPR dengan tenor panjang hingga 25 tahun. Namun jika kamu mengambil KPR di usia 40-an, mengambil KPR dengan tenor panjang tentu akan menyulitkan dirimu. Selain itu, pihak bank juga akan enggan untuk memberikan persetujuan.

Baca juga: KPR Ditolak Bank, Ini yang Harus Dilakukan

Sesuaikan dengan rencana jangka panjang

tenor kpr - rumah123.com

Melakukan kredit rumah merupakan sebuah keputusan besar, yang tentunya akan memengaruhi kondisi keuanganmu dan keluarga. Untuk itu, tenor KPR juga harus diselaraskan dengan rencana jangka panjang keluarga.

Misalnya anakmu hendak masuk universitas 15 tahun kemudian, yang tentunya membutuhkan biaya besar. Jadi sebaiknya, kamu memilih tenor 10 hingga 15 tahun saja. Ketika tiba waktunya anakmu masuk universitas, paling tidak rumahmu sudah lunas.

Lihat kondisi keuangan

tenor kpr - rumah123.com

Kondisi keuangan juga gak kalah penting. Hitung terlebih dahulu penghasilan dan pengeluaran per bulanmu. Idealnya, jumlah cicilan bulanan, mulai dari cicilan KPR, kartu kredit, kredit mobil, dan cicilan lainnya, tidak boleh lebih dari 30% penghasilan. Jika melebihi itu, kondisi keuanganmu dianggap tak sehat.

Apabila kamu masih memiliki banyak cicilan lain, sebaiknya kamu mengambil KPR dengan tenor panjang, sehingga dana yang keluar per bulannya untuk membayar cicilan tak akan memberatkanmu.

Setelah mengetahui sejumlah pertimbangan di atas, semoga kamu tak bingung lagi harus mengambil tenor panjang atau pun pendek. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Pastikan bahwa kamu sudah menyesuaikan dengan kondisi pribadimu. Selamat berjuang untuk memiliki rumah pribadi!

Bagikan: 2199 kali