Ilustrasi (Rumah123/Apartment Therapy)

Pekik merdeka mewarnai perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Kamu sendiri sudah merasa merdeka belum?

Jika kamu masih tinggal di rumah orang tua atau menumpang di pondok mertua indah itu sama saja kamu masih dijajah. Yuk, mumpung masih 17-an, kita cari tahu apa sih merdeka secara finansial.

Baca juga: Siapa yang Lebih Jago Investasi Properti? Cowok atau Cewek?

Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie mengulas soal kebebasan finansial dalam artikelnya bertajuk “Meraih Kemerdekaan Finansial” di Kompas edisi Minggu (12/08/2018).

Riset dari konsultan ternama PriceWaterhouseCoopers (PwC) di Amerika Serikat pada 2017 menyatakan bagi masyarakat lintas generasi memiliki kemerdekaan finansial itu adalah salah satu poin penting dalam kesejahteraan keluarga.

Baca juga:  Jual Lagi atau Disewakan? Aduh, Ga Usah Bingung Kalau Mau Investasi Properti

Apa sih kebebasan atau kemerdekaan finansial? Prita menyatakan kalau hal itu adalah kondisi kehidupan sebuah keluarga dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup tanpa harus bekerja secara aktif.

Orang bisa merasa bebas dan merdeka secara finansial itu kalau tidak lagi stres dengan kondisi keuangan dan jeratan utang, dapat menikmati hidup, dan selalu siaga dalam berbagai kondisi darurat.

Baca juga:  Mau Investasi Properti? Jadi Flipper Aja Sekalian

Banyak hal yang bisa dilakukan agar kamu bisa mencapai kemerdekaan finansial. Prita memberikan sejumlah tips.

Pertama, memiliki rencana keuangan. Kedua, menghapus utang konsumtif. Ketiga, memiliki dana darurat. Keempat, berinvestasi untuk tujuan utama keuangan.

Baca juga:  Orang Australia Terobsesi Investasi Properti, Kalau Orang Indonesia?

Kelima, mulai membeli aset-aset yang dapat memberikan penghasilan pasif. Aset ini akan memberikan penghasilan pasif secara rutin.

Contoh dari poin kelima adalah suku bunga deposito, kupon obligasi, hasil sewa properti, dan keuntungan usaha. Prita menyarankan kalau seseorang sudah mencapai usia 35 tahun, harus mulai membeli aset seperti ini.

Baca juga:  Kalau Punya Gaji Rp2 Triliun Kayak Ronaldo, Kamu Mau Investasi Properti di Mana?

Hasil sewa properti? Ini sama saja setelah kamu membeli properti pertama alias rumah yang ditempati, kamu harus memiliki properti lain untuk disewakan.

Bentuknya apa, ya terserah kamu. Tentunya dengan melihat potensi pasar yang ada. Kamu bisa memiliki rumah, apartemen, ruko, rukan, rumah kos, rumah petak, lahan parkir, tanah, dan lainnya.

Baca juga:  Harga Rumah Naik 1.150% dalam 20 Tahun? Nyesel Deh Kalo Ga Ikutan Investasi

Jika kamu memiliki properti yang disewakan, kamu bisa menikmati uang sewa (rental yield) yang bisa didapatkan tiap bulan atau tiap tahun. Tentunya tergantung kesepakatan. Selain itu, kamu bisa menikmati kenaikan harga properti (capital gain).

Nah, kalau mau bebas merdeka secara finansial, kamu harus melakukan semua hal di atas ya. Saatnya merdeka dong. Merdeka!

Bagikan: 2487 kali