Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Jika kamu ingin berinvestasi properti, kamu ingin membeli apa? Rumah, apartemen, ruko, tanah, atau rukan?

Yang paling mudah dan “lugu” sih memang apartemen dan rumah. Kamu bisa menyewakan apartemen. Kamu dapat mengontrakkan rumah atau menjadikannya rumah kos. Kalau properti kamu dekat kantor atau kampus, ya kemungkinan besar properti kamu akan selalu terisi.

Baca juga: Enaknya Aksi Flipper Properti, Turun Harga Tapi Masih Untung Banyak!

Sementara ruko, rukan, atau tanah memang harus melihat lokasi. Kalau kawasannya cukup ramai, kamu bisa menyewakan ruko untuk restoran, bank, dan lainnya.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung menyatakan kalau kebanyakan para investor properti Indonesia masih lugu. Hal ini diungkapkan saat merilis Sentiment Survey H-1/2018 beberapa waktu lalu. Rumah123 merupakan bagian dari REA Group Australia.

Baca juga: Beli, Renovasi, Jual Lebih Mahal? Mau Ikutan Jadi Flipper Ga?

Mayoritas investor masih memilih membeli properti lantas mengontrakkan atau menyewakannya. Mudah banget kan? Padahal masih ada pilihan lainnya.

“Yang kedua lebih advance. Beli, tahan, dan harus berhitung, mesti bayar pajak, mesti tahu BPHTB,” ujar Untung. BPHTB merupakan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Baca juga: Aksi Flipper Mike Myers Ternyata Masih Gagal, Kalau Kamu Gimana?

Jumlah orang yang melakukan hal ini masih lumayan banyak. Menurut hasil Sentiment Survey H-1/2018, ada 35,87% investor yang melakukannya. Riset ini dilakukan oleh tim Business Intelligence Rumah123.

Apa yang dilakukan oleh investor properti dalam kategori ini adalah flipping. Orang yang melakukannya adalah flipper.

Baca juga: Flipper Properti, Profesi yang Selalu Untung Dua Kali Lipat

Investor akan membeli sebuah properti, bisa baru atau lama. Lantas dia memiliki hunian untuk beberapa lama. Setelah itu, dia akan menjualnya lagi dengan harga lebih mahal.

Dia akan mendapatkan capital gain atau keuntungan dari kenaikan harga properti. Investor lebih membidik capital gain ketimbang mendapatkan rental yield (sewa).

Baca juga: Beli Separuh Harga, Jual Lebih Mahal, Yuk Jadi Flipper Properti

Namun, Untung menyatakan investor yang ingin melakukan aksi flipping ini memang harus bisa menghitung BPHTB. Dia harus memperhitungkan banyak biaya kalau ingin mendapatkan keuntungan. Nah, kamu mau ikutan jadi flipper juga?

Bagikan: 1920 kali