tanaman hidroponik Ilustrasi. Budidaya Tanaman Hidroponik Ternyata Memiliki Sejumlah Keunggulan. Salah Satunya Adalah Bisa Menghemat Air. Kalau Menggunakan Sistem Pertanian Konvensional, Kebutuhan Air Mencapai 400 Liter, Sementara dengan Hidroponik Hanya 70 Liter Air (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

Budidaya tanaman hidroponik sudah dikenal sejak lama. Cara menanam ini memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya malah hemat air. 

Cara bercocok tanam atau menanam tumbuhan semakin berkembang seiring dengan perjalanan waktu. 

Orang tidak hanya mengenal cara bercocok tanam konvensional saja, namun sudah mengetahui cara lain. 

Ada budidaya ala hidroponik, aeroponik, aquaponik, in vitro, dan lainnya yang memiliki keunggulan dan kekurangan. 

Situs properti Rumah123.com akan mengulas mengenai budidaya tanaman hidroponik. Rumah123.com merupakan bagian dari 99 Group Singapura. 

Arti Kata Tanaman Hidroponik

Hidroponik berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu hydroponic yang merupakan gabungan kata hydro dan ponic

Kata hydroponics ini sebenarnya malah berasal dari bahasa Yunani. Hydro berarti air, sementara ponics adalah tenaga. 

Hidroponik merupakan metode menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah sama sekali lho. 

Cara menanam ini memanfaatkan solusi nutrisi mineral yang ada dalam air alias menjadikan air sebagai media tanam. 

Bercocok tanam ala hidroponik ini membuat tanaman mendapatkan nutrisi dengan menggunakan air. 

Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman hidroponik lebih cepat jika dibandingkan tanaman pada umumnya. 

Tanaman hidroponik ini bisa tumbuh dengan hanya dengan akar yang terhubung dengan cairan bernutrisi. 

Atau akar tanamannya ditopang oleh sebuah medium atau saluran yang dimasukkan ke dalamnya. 

Nutrisi yang digunakan dalam sistem budidaya tanaman hidroponik ini bisa berasal dari beragam sumber. 

Kamu bisa menggunakan kotoran ikan, kotoran bebek, pupuk kompos, dan juga nutrisi buatan lainnya.  

Budidaya Tanaman Hidroponik Lebih Hemat Air 

Budidaya tanaman hidroponik ini memiliki sejumlah keunggulan dan juga sederetan kekurangan. 

Salah satu keunggulannya adalah mengurangi jumlah penggunaan air dalam pertanian atau bercocok tanam. 

Mungkin kamu bertanya-tanya kok malah bisa cara bercocok tanam yang menggunakan air malah hemat air. 

Air yang digunakan memang statis atau tidak bergerak ke mana-mana, berbeda dengan pertanian konvensional. 

Untuk menanam satu kilogram tomat dalam sistem pertanian yang intensif dibutuhkan 400 liter air! 

Kalau kamu menggunakan budidaya ala tanaman hidroponik, maka hanya dibutuhkan 70 liter air saja. 

Sementara, kalau menggunakan sistem pertanian aeroponik, air yang diperlukan malah hanya 20 liter. 

Lantaran minimnya penggunaan air untuk menanam tanaman atau sayuran, cara ini cocok untuk kawasan yang kesulitan air. 

Sistem Budidaya Tanaman Hidroponik 

Ada sejumlah cara untuk menanam tanaman hidroponik. Setiap sistem memiliki keunggulan dan kelemahan. 

Sistem yang digunakan biasanya adalah wick system, water culture system, NFT (Nutrient Film Technique) system

Lantas ada Ebb & Flow System, Drip System, Aeroponic, Bubbleponics,  DFT (Deep Flow Technique), dan lainnya. 

Biasanya para pemula yang baru melakukan budidaya tanaman hidroponik menggunakan wick system dan NFT system

Jenis Tanaman Hidroponik 

Ada sejumlah tanaman yang cocok untuk budidaya hidroponik, namun memerlukan perlakuan yang berbeda. 

1. Selada. Tanaman ini menjadi tumbuhan paling umum yang dibudidayakan secara hidroponik lantaran cepat tumbuh. 

2. Tomat. Saat melakukan budidaya hidroponik, tanaman ini membutuhkan air dan juga cahaya yang banyak. 

3. Lobak. Ketika memilih budidaya secara hidroponik, tanaman ini malah memerlukan suhu dingin untuk tumbuh. 

4. Timun. Semua jenis timun bisa tumbuh berkembang dalam budidaya hidroponik dengan pencahayaan yang cukup. 

5. Bayam. Tanaman ini bisa tumbuh menggunakan media tanam air dan jug cahaya yang tidak banyak. 

6. Wortel. Tanaman ini memerlukan air banyak untuk tumbuh. Kamu memerlukan keahlian untuk menanam secara hidroponik. 

7. Jagung. Tumbuhan ini memiliki akar serabut yang mudah menyerap air dan cocok untuk sistem hidroponik.

Baca juga: Tidak Hanya Indah, 13 Tanaman Hias Indoor Ini Juga Menghasilkan Oksigen

Bagikan:
1853 kali