OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Mana yang Lebih Cuan antara Usaha Kost atau Kontrakan? Cek Jawabannya di Sini!

28 Maret 2024 · 7 min read Author: Gadis Saktika · Editor: M. Iqbal

usaha kost atau kontrakan

usaha kost atau kontrakan | sumber: shutterstock.com

Bisnis sewa properti memang dikenal punya prospek cerah sejak dulu. Seperti usaha kost atau kontrakan, keduanya memang sama-sama memiliki peminat yang tinggi.

Memiliki properti yang menghasilkan passive income merupakan impian banyak orang.

Dua pilihan yang sering dipertimbangkan adalah usaha kost dan kontrakan.

Namun, di antara usaha kost atau kontrakan tersebut, kira-kira mana yang lebih cuan? Hmm, pertanyaannya sulit dijawab, nih.

Pasalnya, baik usaha kost atau kontrakan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, artikel ini akan membantu kamu memahami perbedaan antara usaha kos dan kontrakan, serta menganalisis keuntungan dan potensi cuan dari masing-masing pilihan.

Yuk, simak informasi perbedaan usaha kost atau kontrakan pada uraian di bawah ini!

Kelebihan Bisnis Kontrakan

kontrakan

sumber: shutterstock.com

1. Mudah Mencari Penyewa

Rumah kontrakan biasanya disewakan dalam jangka waktu tahunan, atau paling pendek selama 6 bulan.

Dengan begitu, kamu tak perlu sering-sering mencari calon penyewa berikutnya dan mengurus peraturan serta perjanjian sewa kepada penyewa baru. 

2. Uang Sewa Lebih Besar dan Dibayar di Muka

Berbeda dengan sistem sewa rumah lainnya yang dibayar berkala, uang sewa kontrakan biasanya dibayarkan di muka.

Jadi, kamu tak perlu menagihnya secara berkala, dan yang paling penting tak perlu berurusan dengan penyewa yang tak tertib dengan administrasi pembayaran.

3. Kenaikan Harga Sewa Tinggi

Harga sewa kontrakan umumnya mengalami kenaikan sebesar 5 persen per tahun.

Namun jika kondisi ekonomi sedang bagus, kenaikannya tak tanggung-tanggung bahkan bisa mencapai 15 persen.

Misalnya harga sewa rumah tahun ini sebesar Rp30 juta per tahun, di tahun depan ketika ekonomi sedang bagus, harga sewa bisa meningkat hingga Rp45 juta per tahun, lo!

4. Permintaan Masih Tinggi

Tak dipungkiri, saat ini harga rumah masih cukup tinggi.

Sementara pemutusan kerja yang semakin masif karena banyak faktor membuat tak sedikit orang, terutama yang sudah berkeluarga, memilih menunda untuk membeli rumah.

Sembari menunggu dana terkumpul, mereka membutuhkan hunian yang layak, dan mengontrak rumah adalah salah satu opsi yang paling sering dipilih.

Inilah alasan kenapa permintaan rumah kontrakan masihlah tinggi.

Kekurangan Bisnis Rumah Kontrakan

1. Penyewa Kerap Bermasalah

Lantaran si penyewa akan mengontrak dalam jangka waktu yang tak sebentar, pemilik rumah harus pintar-pintar dalam memfilter calon penyewa yang baik.

Pasalnya, rumah yang kamu jadikan barang investasi tersebut berada di tangan orang lain.

Salah-salah dalam menerima penyewa, bisa-bisa kamu yang rugi ketika rumah mengalami kerusakan. 

2. Perlu Dana Besar ketika Penyewa Lama Selesai Mengontrak

Ketika kamu mendapatkan penyewa yang menetap hingga 5 tahun atau lebih, tentu hunianmu akan mengalami perubahan.

Bahkan jika si penyewa tak cukup telaten dalam merawat rumah, kerusakan sangat mungkin terjadi.

Untuk mengatasi hal ini, tentunya kamu perlu biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki rumah sebelum disewakan kembali kepada orang lain. 

3. Berisiko Digunakan untuk Kegiatan Negatif

Banyak berita bermunculan di televisi dan di media sosial tentang para gembong narkoba atau teroris menggunakan rumah kontrakan sebagai markas mereka.

Jika sudah begini, pemilik rumah bisa kesulitan memasarkan rumah kontrakannya lagi karena pernah ditinggali oleh pelaku kejahatan.

Kelebihan Bisnis Kos-kosan

kost

sumber: shutterstock.com

1. Permintaan yang Tinggi jika Lokasi Strategis

Apabila lahan tempat berdirinya kos-kosan berada di lokasi yang dekat dengan aktivitas perkantoran atau kampus, permintaan akan kamar kost pasti otomatis akan tinggi!

2. Bisa Mendapatkan Untung dari Usaha Lain

Anak kos biasanya akan mengandalkan fasilitas yang disediakan pemilik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan itu sangatlah terbatas.

Sebagai pemilik kos, kamu bisa memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan jasa yang banyak dibutuhkan tersebut.

Selain mendapatkan passive income dari biaya sewa kos, kamu juga bisa mendapatkan cuan dari sini. 

3. Mudah Dipantau

Berbeda dengan rumah kontrakan di mana kamu akan benar-benar melepaskan rumah kepada penyewa, ketika berbisnis kos-kosan, kamu bisa sembari mengawasi dan mengelolanya.

Lebih mudahnya lagi, kamu dapat mempekerjakan orang yang dipercaya untuk mengelola rumah kos tersebut.

Hal ini bisa jadi salah satu tindakan preventif dari kerusakan-kerusakan yang merugikan.

4. Pemasukan Cenderung Lebih Tinggi

Memang, menyewakan kos-kosan butuh usaha lebih dibandingkan menyewakan rumah.

Namun jika dibandingkan, penghasilan dari usaha menyewakan rumah kost jauh lebih besar dibandingkan dari menyewakan rumah secara kontrak.

Ditambah lagi jika disertai deretan fasilitas berkelas bagi para penghuni, nilai jual otomatis bisa semakin tinggi.

Kekurangan Bisnis Kos-kosan

1. Harus Rutin Menarik Uang Sewa Setiap Bulan

Umumnya biaya sewa kos dibayarkan setiap bulan.

Hal ini tentu akan jadi “PR” untuk pemberi sewa karena harus menagih dan mengecek pembayaran tiap penyewa satu per satu.

Belum lagi, penyewa yang bandel dan sering telat bayar pasti bikin kepala puyeng.

2. Sangat Bergantung dengan Kondisi Sekitar

Lantaran rumah kos lebih sering disewa oleh mahasiswa atau pekerja kantoran, hidup bisnis kos-kosan akan sangat bergantung pada kantor dan kampus di sekitarnya.

Jika lokasi kantor atau kampus tersebut pindah, otomatis penyewa pun akan ikut pindah.

Hal ini membuat bisnis kos-kosan lebih berisiko ketimbang rumah kontrakan.

Bisnis Kosan atau Kontrakan, Mana yang Paling Cuan?

Lantas, kira-kira mana yang lebih prosepektif, rumah kontrakan atau kos-kosan? Jawabannya tergantung dari lokasi bisnis dan latar belakang penyewa, Property People!

Jadi kalau lokasi sewa ada di daerah dekat kantor atau kampus, tentu kos-kosan adalah jawabannya.

Sementara kalau kamu membangun properti di daerah yang banyak keluarga baru, bisnis kontrakan bisa jadi pilihan tepat.

Mau Jual Kost atau Kontrakan untuk Usaha Lain? Jualnya di Rumah123 Aja!

Lalu seperti yang sudah dibahas, baik bisnis kost maupun kontrakan memang bisa mendatangkan keuntungan.

Namun, kalau kamu ingin menjual kost atau kontrakan untuk beralih ke usaha lain yang lebih menjanjikan, Rumah123 adalah solusi tepat!

Di sana, kamu bisa menjual properti dengan mudah lewat laman https://www.rumah123.com/pemilik-properti/ karena menawarkan banyak keuntungan.

Nah, apa saja sih kelebihan jual properti di Rumah123?

Simak informasinya pada uraian di bawah ini, yuk!

Keuntungan Jual Properti di Rumah123

1. Mudah, Aman, dan Tepercaya

Kelebihan jual properti di Rumah123 pertama adalah prosesnya yang mudah, aman, dan tepercaya.

Pasalnya, pemilik properti bisa memasang iklan sendiri dengan cepat dan gampang.

Bahkan, selama 17 tahun berdiri, Rumah123 sudah dikenal sebagai marketplace properti terkemuka di Indonesia sehingga sangat tepercaya.

2. Dijangkau Calon Pembeli Lebih Luas

Lalu, mengiklankan properti di Rumah123 juga bisa dijangkau oleh calon pembeli lebih luas.

Ya, jangkauan iklan yang kamu pasang di Rumah123 berpotensi dilihat oleh jutaan pengunjung setiap bulannya, lo.

Hal ini tentu jadi peluang untuk menemukan pembeli yang tepat karena memasang iklan di situs jual beli properti terbaik ini dijangkau oleh calon pembeli lebih luas.

3. Berpotensi Cepat Laku 

Dengan keterjangkauan itu, propertimu bisa memiliki potensi cepat laku.

Pasalnya, properti yang kamu iklankan dapat diakses oleh lebih banyak calon pembeli. 

Gimana? Tertarik jual properti dengan mudah di Rumah123, ‘kan?

Kalau iya, simak yuk informasi cara jual properti di Rumah123 pada penjelasan berikut!

Cara Jual Properti di Rumah123

1. Daftarkan Diri

Pertama, kamu bisa daftarkan diri di laman https://www.rumah123.com/pemilik-properti/.

Jangan lupa isi informasi pribadi dan seputar properti yang dijual, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, email, dan domisili.

2. Pilih Paket Sesuai Kebutuhan

Lalu, kamu bisa memilih paket yang tersedia.

Di sana, Property People dapat menimbang paket yang sesuai dengan kebutuhan durasi iklanmu.

3. Pasang Iklan

Terakhir, lengkapi semua detail seputar properti yang ingin kamu jual.

Tada! Properti kamu sudah siap tayang di situs Rumah123!

Apa pun jenis propertinya, jual propertimu langsung tanpa perantara di Rumah123 karena di sana prosesnya mudah, cepat laku, dan #PastiClosing!

***

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.

Cek artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Kalau kamu ingin ngobrolin properti dengan ahlinya, coba deh kunjungi ke Teras123!

Nantinya, kami akan memberi jawaban yang komprehensif soal pertanyaan yang kamu ajukan, lo.

Tak lupa, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA