surat kuasa

Sedang berencana menjual rumah atau tanah tapi bingung mengurus surat-surat dari properti tersebut?

Kamu bisa meminta bantuan pihak kedua seperti agen properti untuk menjual properti milikmu. 

Namun, kamu perlu memberikan hak kuasa atau wewenang kepada pihak tersebut untuk membantu menjual properti milikmu. 

Pemberian kuasa atau wewenang kepada pihak lain dapat dilakukan dengan menulis surat kuasa. 

Agar kamu lebih memahaminya, berikut penjelasan dan panduan lengkap membuat surat kuasa beserta contohnya. 

Apa Itu Surat Kuasa?

Surat kuasa adalah surat untuk melimpahkan wewenang dari pemilik properti kepada pihak lain seperti agen properti dan makelar untuk membantu menjualkan rumah atau tanah mereka. 

Nantinya, pihak yang diberikan wewenang memiliki dasar kuat untuk bertindak dan berlaku atas nama pemilik properti. 

Untuk itu, pastikan kamu memberikan surat ini kepada orang yang telah dipercaya sehingga tidak disalahgunakan kemudian hari. 

Kekuatan Hukum Surat Kuasa

Aturan tentang melimpahkan kuasa atau wewenang rumah atau tanah ini juga telah tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) Pasal 1792. 

Dalam KUHPerdata tersebut, pemberian kuasa merupakan suatu perjanjian terkait seorang yang memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menyelenggarakan suatu urusan.

Namun, surat kuasa ini hanya berkaitan dengan hal-hal untuk pengurusan. 

Sementara, untuk memindahtangankan benda-benda atau untuk hipotek, hanya bisa dilakukan oleh pemilik yang sah. 

Hal-hal yang Harus Ada dalam Surat Kuasa

Untuk tahu cara membuat surat kuasa menjual rumah atau tanah, terdapat beberapa hal yang harus ada di dalamnya, antara lain:

1. Judul Surat

Judul dalam surat biasanya ditulis dengan huruf kapital yang dicetak tebal dan diletakkan di tengah.

2. Identitas Pemberi dan Penerima Kuasa

Hal selanjutnya yang harus ada di dalam surat kuasa adalah identitas pemberi kuasa. 

Mulai dari nama, nomor identitas (KTP/SIM/paspor), tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, alamat, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Tak hanya identitas pemberi kuasa, harus ada pula identitas penerima kuasa. 

Identitas lengkap penerima kuasa yaitu mencakup nama, nomor identitas (KTP/SIM/paspor), tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, alamat, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

3. Hal yang Dikuasakan

Setelah identitas dari kedua belah pihak, surat ini juga harus memuat hal-hal yang dikuasakan. 

Surat tersebut harus mencantumkan secara jelas dan tegas mengenai kuasa yang diberikan, seperti menjual, menghibahkan, dan lain-lain.

4. Waktu Pemberian Kuasa

Surat ini juga harus berisi tenggat waktu sampai kapan kuasa tersebut diberikan kepada penerima kuasa. 

Hal itu bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang yang telah diberikan.

5. Tanda Tangan Pemberi dan Penerima Kuasa

Tanda tangan dari kedua pihak dibutuhkan sebagai bukti yang sah bahwa kedua belah pihak telah menyetujui surat yang telah dibuat. 

6. Tanda Tangan Saksi/Pejabat Setempat

Hal terakhir yang perlu ditambahkan dalam surat pemberian wewenang ini adalah tanda tangan dari saksi atau pejabat setempat.

Tanda tangan ini diperlukan agar surat kuasa memiliki keabsahan dan kedudukan hukum yang kuat, sehingga tidak disalahgunakan di kemudian hari.

Contoh Penulisan Surat Kuasa 

Jika kamu masih bingung dengan struktur dari surat ini, berikut beberapa contoh yang bisa kamu jadikan panduan:

surat kuasa surat kuasa surat kuasa

Itulah beberapa contoh surat kuasa untuk menjual rumah, semoga bisa membantumu ya!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Tangcity hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
997 kali