ppat, ppat adalah- rumah123.com Ilustrasi. PPAT Adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah. Saat Kamu Melakukan Transaksi Jual, Beli, Hibah, dan Lainnya Pasti Melibatkan PPAT (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Jual beli rumah tanah tentunya melibatkan PPAT. Sebenarnya apa sih PPAT itu? Apa tugas pokok dan syarat menjadi PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Bagi kamu yang ingin melakukan transaksi atau jual beli properti apa pun bentuknya, pasti akan berhubungan dengan PPAT. Pastinya kamu akan bertanya sebenarnya siapa sih PPAT.

Dalam buku Panduan Mengurus Tanah Rumah dan Perizinannya karya Dyara Radhite Oryza Fea SH M.Kn pada halaman 233-236 ada sejumlah penjelasan.

Baca juga: Obyek, Subyek, dan Sahnya Jual Beli Tanah

Penulis merupakan notaris, PPAT, dan juga dosen. Dia adalah lulusan Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

Definisi PPAT

Berdasarkan pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah nomor 37 tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, PPAT adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Nah, kamu sudah mengetahui mengenai definisi PPAT.

Tugas Pokok PPAT

Untuk tugas pokok PPAT bisa dilihat berdasarkan pasal 2 Peraturan Pemerintah nomor 37 tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Tugas PPAT adalah melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukan perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun yang dijadikan dasar bagi pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum tersebut.

Perbuatan hukum yang dimaksud adalah jual beli, tukar menukar, hibah, pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng), pembagian hak bersama, pemberian hak guna bangunan/hak pakai atau tanah hak milik, pemberian hak tanggungan, dan pemberian kuasa membebankan hak tanggungan.

Nah, berdasarkan ketentuan yang ada di dalam pasal 3 Peraturan Pemerintah no 37 tahun 1998 untuk melaksanakan tugas-tugas pokok sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, maka PPAT diberikan kewenangan untuk membuat akta otentik ada delapan macam perbuatan hukum yang disebutkan di atas. Kamu sudah mengerti kan?

Syarat Menjadi PPAT

Mungkin kamu tertarik untuk menjadi PPAT, ada delapan persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini berdasarkan pasal 6 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2016. Pasal ini mengatur tentang syarat untuk bisa diangkat menjadi PPAT. Syarat untuk menjadi PPAT adalah:

Pertama, berkewarganegaraan Indonesia. Kedua, berusia paling rendah 22 (dua puluh dua) tahun. Ketiga, berkelakuan baik dan dinyatakan dengan surat keterangan yang dibuat oleh instansi kepolisian setempat.

Keempat, tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Baca juga: Investor Harus Tahu Kapan Jual Atau Beli Properti

Kelima, sehat jasmani dan rohani. Keenam, berijazah sarjana hukum dan lulusan strata dua kenotariatan atau lulusan program pendidikan khusus PPAT yang diselenggarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/pertanahan.

Ketujuh, lulus ujian yang diselenggarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agragia/pertanahan, dan.

Kedelapan, telah menjalani magang atau nyata-nyata telah bekerja sebagai karyawan pada kantor PPAT paling sedikit 1 (satu) tahun setelah lulus pendidikan kenotariatan.

Baca juga: Paham Legalitas Jual-Beli, Itu Baru Agen Properti yang Oke!

Bagikan:
6509 kali