Vaksin Booster_Featured Image Sumber : Antara

Cegah penularan Covid-19, vaksin booster akan diberikan ke masyarakat Indonesia secara gratis dan bertahap. Kamu juga harus tahu jenis vaksin yang digunakan di sini!

Mulai 12 Januari, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan program vaksinasi dosis ketiga, sebagai langkah konkrit pencegahan gelombang tiga.

Dalam penerapan dosis ketiga vaksin Covid-19, ada lima jenis vaksin yang bisa digunakan masyarakat mulai dari Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. 

Meski terdapat lima jenis vaksin yang tersedia, namun ada beberapa ketentuan yang harus diketahui bagi penerima vaksin booster.

Seperti apa ketentuan dari proses vaksinasi ketiga untuk masyarakat? Simak pembahasannya bersama-sama!

Mengenal Kategori Vaksin 

Proses Vaksin Booster Sumber : Dinkes.kalbarprov.go.id

Sebelum memilih jenis vaksin booster, penting untuk memperhatikan jenis vaksin baik vaksin homolog, heterolog, maupun jenis keduanya.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting menjelaskan mekanisme pemilihan vaksin berikut ini : 

1. Vaksin Homolog 

Homolog sendiri menandakan jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap yang digunakan sama dengan booster.

“Homolog itu vaksin 1 dan vaksin 2 sejenis. Misalnya Sinovac, Sinovac dan boosternya juga Sinovac (CoronaVac),” ujar Alex dilansir dari Kompas.com, Rabu (12/1/22).

Jenis vaksin homolog yang tersedia adalah Sinovac, Moderna, dan Pfizer.

2. Vaksin Heterolog

Lain halnya dengan vaksin homolog, vaksin heterolog adalah vaksin 1 dan 2 sejenis, dengan vaksin yang berbeda.

“Heterolog contohnya Sinovac, Sinovac, dan boosternya Moderna,” lanjut dia.

Alex menambahkan, untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun menggunakan booster heterolog. 

Selain itu, booster ini diperuntukkan untuk usia 18 tahun ke atas dan minimal 6 bulan setelah memperoleh vaksin dosis lengkap.

Besaran dosis yang diterima akan disesuaikan dengan rekomendasi yang sudah diberikan oleh Badan POM. 

Vaksin Booster Penerima Vaksin Sinovac 

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mereka yang sudah menerima vaksin Sinovac lengkap, maka bisa menggunakan dosis booster AstraZeneca atau Pfizer.

“Pakai AstraZeneca atau Pfizer tergantung ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Nadia saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, Rabu (12/1/22).

Vaksin Booster AstraZeneca

Bagi mereka yang sudah memperoleh vaksin AstraZeneca lengkap, maka bisa menggunakan booster setengah dosis Moderna.

“Kalau awalnya AstraZeneca, maka diberikan (booster) setengah dosis Moderna,” ujar Nadia. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kombinasi awal vaksin booster nantinya bisa berkembang tergantung kepada hasil riset baru yang masuk, juga ketersediaan vaksin yang ada.

Adapun, kombinasi booster ini sudah sesuai dengan pertimbangan BPOM dan ITAGI.

Panduan Vaksin Booster untuk Masyarakat Menurut Rekomendasi BPOM 

Vaksin AstraZeneca Sumber : kbr.id

Mekanisme booster adalah sebagai berikut, berdasarkan rekomendasi BPOM : 

Sinovac 

1. Vaksin booster diberikan 1 dosis minimal 6 bulan setelah dosis lengkap.

2. Diberikan pada usia 18 tahun ke atas

3. Peningkatan titer antibodi netralisasi 21-35 kali setelah 28 hari pemberian dosis lanjutan untuk dewasa.

Pfizer 

1. Booster 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap.

2. Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

3. Peningkatan titer antibodi netralisasi 1 bulan pemberian dosis lanjutan, dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi primer sebanyak 3,29 kali.

AstraZeneca

1. Booster 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap.

2. Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

3. Peningkatan titer antibodi IgG 1792 menjadi 3746.

Moderna 

1. Booster vaksin setengah dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksin dosis lengkap.

2. Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

3. Kenaikan respons imun antibodi netralisasi sebesar 12,99 kali setelah pemberian dosis booster homolog vaksin Moderna.

Zifivax 

1. Booster 1 dosis, setelah dosis lengkap vaksin Sinovac/Sinopharm.

2. Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

3. Peningkatan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac dan Sinopharm.

Hasil evaluasi dosis lanjutan menunjukkan bahwa frekuensi, jenis, dan keparahan dari Kejadian Tak Diinginkan (KTD) yang dilaporkan umumnya bersifat ringan dan sedang.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang proses vaksin booster di Indonesia yang sudah dimulai per 12 Januari 2022.

Yuk, cari tahu berbagai inspirasi menarik seputar gaya hidup terkini, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Wujudkan rumah impian kamu sekarang juga, hanya di rumah123.com

Mudahnya mewujudkan rumah impian, karena kami #AdaBuatKamu!

"Ingin cari hunian idaman? Kamu bisa tilik Nuvasa Bay Batam di sini."
Bagikan:
226 kali