transjakarta- rumah123.com Transjakarta Telah Beroperasi Selama 16 Tahun di Jakarta. Transportasi Publik Ini Mulai Beroperasi Pada Masa Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Transjakarta Telah Memiliki 220 Rute (Foto: Rumah123/Getty Images)

Transjakarta telah beroperasi selama 16 tahun melayani masyarakat. Seperti apa sih asal mula dan perjalanan transportasi massal ini?

Pada 15 Januari 2020 lalu, BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta telah resmi beroperasi selama 16 tahun. Transportasi publik sudah mulai melayani masyarakat sejak 15 Januari 2004.

Situs berita online Katadata.co.id melansir bahwa pengelola Transjakarta, PT Transportasi Jakarta mencatatkan rekor terbaru jumlah penumpang jelang akhir 2019. Jumlah penumpang mencapai hampir 1 juta orang per hari.

Baca juga: 2020, MRT Targetkan Integrasi dengan Transjakarta dan LRT

Jumlah penumpang Transjakarta per harinya mencapai 998.658 orang. Jumlah ini bisa tercapai dengan tersedianya armada sejumlah 3.581 unit bus yang melayani 220 rute.

Pada 2020, Transjakarta akan memperkenalkan bus listrik. Sebelumnya, operator sudah menguji coba sejumlah bus listrik dari beberapa produsen berbeda.

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono menyatakan hal ini merupakan mimpi yang menjadi nyata. Transjakarta berhak bangga atas prestasi kerja ini.

Penerapan Sistem Ganji Genap Berpengaruh Terhadap Jumlah Penumpang Transjakarta

Kenaikan jumlah penumpang ini tidak terlepas dari sejumlah hal. Situs properti Rumah123.com mencatatkan ada sejumlah hal yang memengaruhi kenaikan jumlah penumpang Transjakarta.

Pertama, Transjakarta memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang. Kedua, kebijakan ganjil genap. Ketiga, bertambahnya jumlah rute dan jumlah bus. Keempat, terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Layanan yang bagus seperti bisa membayar tiket menggunakan kartu elektronik dari bank, wayfinding, dan lainnya membuat penumpang setia menggunakan Transjakarta.

Baca juga: Transjakarta Menguji Coba Sistem Wayfinding di Koridor Blok M-Kota

Penerapan perluasan kebijakan sistem ganjil genap di Jakarta pastinya berpengaruh kepada jumlah penumpang Transjakarta. Sebelumnya, ganjil genap hanya berlaku di sembilan ruas jalan.

Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluasnya dengan menambah 16 ruas jalan lagi menjadi 25 jalan. Seluruh jalan yang memberlakukan ganjil genap memang dilewati oleh Transjakarta.

Penambahan rute juga tentunya menambah jumlah penumpang. Saat pertama kali beroperasi, Transjakarta hanya memiliki satu rute yaitu Blok M-Kota.

Baca juga: Bus Listrik Akan Jadi Andalan Transjakarta Pada Masa Depan

Saat ini, Transjakarta sudah memiliki 220 rute. Rute ini sudah menjangkau Depok, Bekasi, dan Tangerang. Penumpang bisa ke menjangkau penjuru Jakarta menggunakan Transjakarta.

Selain itu, Transjakarta juga sudah terintegrasi dengan transportasi lainnya. Transjakarta sudah terintegrasi dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta, serta angkutan perkotaan atau angkot yang termasuk dalam Jak Lingko.

Gubernur Sutiyosos Menggagas Transjakarta, BRT Pertama di Asia Tenggara

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso yang menggagas adanya transportasi massal di Jakarta. Sutiyoso memimpin Jakarta dari 1997 hingga 2007.

Transjakarta memang memiliki kesamaan sistem dengan TransMillenio di Bogota, Kolombia. Bus ini menggunakan jalur tersendiri. Transjakarta menjadi BRT pertama di Asia Tenggara dan juga Asia Selatan.

Awalnya, masyarakat masih meragukan kehadiran Transjakarta. Namum, seiring perjalanan waktu, Transjakarta menjadi BRT dengan rute terpanjang di dunia. Rutenya sepanjang 251,2 kilometer.

Buat kamu warga Jakarta dan sekitarnya, seberapa sering kamu memanfaatkan Transjakarta untuk berangkat beraktivitas? Yuk, dari sekarang biasakan naik transportasi massal.

Baca juga: Dukung Program Jakarta Ramah Bersepeda, Transjakarta Akan Sediakan Parkir Sepeda

Bagikan:
987 kali