transjakarta- rumah123.com Ilustrasi Penumpang Transjakarta. Operator Transjakarta Akan Menguji Coba Wayfinding Atau Sistem yang Meniadakan Petugas di Bus Kecuali Supir. Sistem Ini Diuji Coba di Koridor 1, Blok M-Kota (Foto: Rumah123/Getty Images)

Transjakarta melakukan uji coba sistem baru yaitu wayfinding di koridor 1 rute Blok M-Kota. Tidak ada lagi petugas di dalam bus kecuali sopir bus.

Pengelola BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, PT Transjakarta menguji coba sistem wayfinding. Sistem ini tidak menghadirkan petugas di dalam bus selain pengemudi atau sopir bus.

Sistem baru ini cuma mengandalkan pengarah perjalanan. Penumpang bisa mendengarkan suara pemberitahuan di dalam bus yang memakai pengeras suara atau speaker.

Baca juga: Transjakarta Berencana Uji Coba 100 Bus Listrik Pada 2020

Situs berita online Kompas.com mengutip pernyataan Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono bahwa sistem wayfinding ini mulai diujicobakan di Koridor 1 Transjakarta rute Blok M-Kota. Koridor ini merupakan koridor pertama Transjakarta saat beroperasi pertama kali pada 2004 silam.

Agung menyatakan para penumpang Koridor 1 Transjakarta rute Blok M-Kota merupakan pelanggan yang sudah mandiri dan terbiasa. Saat di dalam bus, penumpang bisa mendapatkan informasi langsung dari pengarah perjalanan atau wayfinding.

Bagi yang pernah naik Transjakarta, biasanya penumpang akan berjumpa dengan petugas yang memberikan pengarahan. Penumpang juga dapat bertanya mengenai destinasi, transit, dan lainnya.

Petugas Hanya Ada di Halte Bus Transjakarta

Agung melanjutkan petugas yang biasanya ada dan memberikan pengarahan, tidak ada lagi di dalam bus. Petugas hanya ada di halte bus untuk membantu penumpang saat naik atau turun.

“Sedangkan untuk keselamatan ketika melangkah keluar dari bus maka itu nanti petugasnya off board atau di halte bukan on board,” kata Agung.

Menurut Agung, sistem wayfinding tersebut dipakai di negara-negara yang memiliki transportasi publik yang sudah maju. Penumpang hanya perlu mengandalkan pemberitahuan dari pengeras suara.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Rute Baru 10 F, Terkoneksi dengan LRT Jakarta

Uji coba sistem wayfinding ini akan dilakukan di Koridor 1 Transjakarta rute Blok M-Kota mulai Rabu (6/11/2019) lalu. Operator Transjakarta akan melakukan evaluasi secara berkala.

Transjakarta Terus Melakukan Sejumlah Inovasi

Kompas.com pernah melansir bahwa Transjakarta menjadi BRT dengan lintasan terpanjang di dunia. Panjang lintasannya mencapai 251,2 kilometer.

Transjakarta beroperasi pertama kali pada 2004. Gubernur DKI Jakarta saat itu Sutiyoso yang pertama kali menggagas transportasi publik ini. Transjakarta juga menjadi BRT pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Pada 2019, Transjakarta mampu mengangkut 641.000 penumpang per hari. Bandingkan kalau pada 2017, Transjakarta baru bisa mengangkut 300.000 penumpang per hari.

Baca juga: Dukung Program Jakarta Ramah Bersepeda, Transjakarta Akan Sediakan Parkir Sepeda

Selama tiga tahun terakhir, jumlah armada bus Transjakarta naik. Pada 2017, operator baru memiliki 2.380 bus. Lantas meningkat menjadi 3.017 bus pada 2018. Kemudian, jumlah bus bertambah menjadi 3.548 bus pada 2019.

Operator juga melakukan integrasi dengan angkutan massal lainnya. Transjakarta telah terkoneksi dengan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta untuk lintas Kelapa Gading-Rawamangun Velodrome.

Transjakarta juga telah terhubung dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Transjakarta juga sudah terkoneksi dengan angkutan perkotaan.

Baca juga: Transjakarta Tambah 46 Rute Baru Pada Perluasan Kawasan Ganjil Genap

Bagikan:
1796 kali