mrt lrt transjakarta- rumah123.com Ilustrasi Penumpang MRT. Pengelola MRT, PT MRT Jakarta Berencana Mengintegrasikan MRT dengan Transportasi Publik Lainnya yaitu LRT dan Transjakarta Pada 2020 Mendatang (Foto: Rumah123/Getty Images)

MRT sedang menyiapkan integrasi dengan moda transportasi lain. MRT berencana untuk terintegrasi dengan Transjakarta dan LRT pada 2020.

Operator MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, PT MRT Jakarta tengah mempersiapkan integrasi antar moda transportasi. Hal ini akan memudahkan masyarakat yang ingin berpindah moda transportasi publik.

Laman berita online Kumparan.com mengutip pernyataan Direktur Utama MRT Jakarta William Syahbandar. Dia menyatakan MRT terus berkoordinasi dengan operator transportasi lainnya.

Baca juga: 2026, Cikarang-Balaraja Akan Memiliki Jaringan MRT

Tiga operator ini adalah BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta, dan juga KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line.

William melanjutkan MRT akan mulai terintegrasi dengan Transjakarta dan LRT pada 2020. Penumpang hanya perlu menggunakan satu kartu.

Proses integrasi satu tiket untuk semua moda transportasi di Jakarta memang tidak mudah. Namun, William menyatakan hal ini harus dilakukan.

Baca juga: MRT Jakarta Luncurkan Kartu Multi Trip untuk Memudahkan Penumpang

PT MRT Jakarta sudah memperoleh izin dari Bank Indonesia untuk menerbitkan tiket multi trip. Penumpang bisa menggunakan kartu ini seperti halnya kartu uang elektronik yang diterbitkan oleh perbankan.

MRT Sudah Terintegrasi dengan Transjakarta dan Moda Transportasi Lainnya

Sebenarnya, MRT telah terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi massal. Moda tersebut selain Transjakarta dan KRL Commuter Line, juga mencakup Kereta Bandara Soekarno Hatta atau Railink Bandara Soekarno-Hatta.

MRT terintegrasi dengan Transjakarta di tujuh dari 13 stasiun. Stasiun tersebut adalah Lebak Bulus, Blok M, ASEAN, Senayan, Istora, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Kereta bernama Ratangga ini juga terintegrasi dengan KRL Commuter Line dan juga Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Dukuh Atas. Kawasan ini memang akan dirancang menjadi transit sejumlah moda transportasi.

Baca juga: Stasiun MRT Jakarta Fase II Berada di Bawah Tanah Sedalam 36 Meter

Secara fisik, MRT telah terkoneksi dengan Transjakarta dan KRL Commuter Line. Namun, memang belum ada integrasi tiket atau kartu sehingga penumpang lebih mudah untuk berpindah moda transportasi.

Transjakarta, Transportasi Publik yang Beroperasi di Jakarta Sejak 2004

Transjakarta merupakan transportasi publik yang telah beroperasi sejak lama. BRT ini beroperasi sejak Januari 2004. Transjakarta menjadi BRT pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Saat ini, Transjakarta menjadi BRT dengan lintasan terpanjang di dunia. Rutenya mempunyai lintasan sepanjang 251,2 kilometer (km).

Pada 2019, Transjakarta telah memiliki 3.548 bus. Armada bus bisa mengangkut 641.000 penumpang setiap harinya.

Baca juga: Kehadiran MRT Jakarta Membuat Keinginan Membeli Kendaraan Menurun

Ada 260 halte yang tersebar di 13 koridor Transjakarta. Koridor ini tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta sejumlah daerah penyangga seperti Kota Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, dan Tangerang.

Sementara LRT Jakarta baru resmi beroperasi pada awal Desember 2019. LRT Jakarta baru memiliki satu rute yaitu Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun.

LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) masih dalam tahap pembangunan. LRT ini akan memiliki tiga lintasan yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. LRT Jabodebek diperkirakan akan beroperasi pada 2021.

Baca juga: Yogyakarta Berencana Memiliki MRT Pada 2022

Bagikan:
745 kali