Gejala usus buntu seringkali disepelekan, padahal jika tidak ditangani bisa menyebabkan kematian. Waspada jika kamu mulai merasakan 9 hal ini!

gejala usus buntu

Peradangan yang terjadi bagian usus buntu bisa menyebabkan penyakit serius yang memerlukan penanganan medis. 

Usus buntu atau apendiks merupakan sebuah kantong kecil berbentuk panjang sekitar 5-10 cm dan terhubung dengan usus besar. 

Bagian ini berfungsi untuk mendukung kekebalan tubuh lewat sekresi immunoglobulin yang berisi kelenjar limfoid. 

Apendiks dapat mengalami peradangan oleh virus, bakteri, atau jamur hingga membengkak dan bernanah (asbes) sehingga perlu segera ditangani dengan mayoritas lewat metode operasi. 

Untuk mengetahui lebih lanjut gejala usus buntu yang perlu diwaspadai, kamu bisa menyimak ulasan lengkapnya berikut! 

Gejala Usus Buntu yang Sering Terjadi

1. Nyeri Pada Perut 

Gejala usus buntu paling umum adalah terjadinya rasa nyeri pada area perut, khususnya di bagian kanan bawah tempat apendiks berada. 

Namun lokasi timbulnya rasa nyeri ini bisa berbeda antara orang dengan berbagai faktor penentu seperti usia dan bentuk tubuh. 

Ibu hamil misalnya dapat mengalami gejala penyakit usus buntu pada bagian perut atas karena posisi apendiks yang lebih tinggi selama kehamilan. 

Baca juga: Radang Otak Meningitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

2. Demam dan Mengigil

Dalam kasus infeksi apendiks yang sudah parah, gejala usus buntu lain bisa terjadi berupa peningkatan suhu tubuh.

Bahkan hingga mengalami demam dan pada beberapa orang juga kerap disertai dengan menggigil.  

3. Mual dan Muntah 

Gangguan pada organ lambung yang dapat menyebabkan mual dan muntah juga bisa jadi tanda-tanda penyakit usus buntu. 

Peradangan yang terjadi di saluran pencernaan dapat memicu meningkatkan asam lambung sampai muntah.

Yang bahkan bisa berlangsung cukup lama sampai 12 jam, berbeda dengan mual biasa yang hanya berlangsung sesaat.

4. Hilangnya Nafsu Makan 

Perut yang kembung dan muncul rasa begah akibat peradangan di bagian apendiks dapat membuat nafsu makan penderita berkurang drastis sampai benar-benar hilang. 

Hal ini disebabkan kemampuan perut untuk mengeluarkan gas yang terganggu sehingga rasa ingin makan jadi terhalau. 

Hilangnya nafsu makan ini bisa berangsur-angsur hingga beberapa hari sampai hitungan minggu. 

5. Tidak Bisa Buang Gas (Kentut)

Masalah yang terjadi pada sistem pencernaan termasuk peradangan bisa menghambat kemampuan seseorang untuk mengeluarkan gas sisa atau kentut. 

Makanan yang telah diproses lewat lambung, usus kecil, sampai ke usus besar bisa tertahan di dalam tubuh karena sulit dikeluarkan akibat nyeri yang ditimbulkan oleh peradangan apendiks. 

6. Konstipasi atau Diare

Diare menjadi gejala usus buntu lanjutan yang merupakan respon tubuh atas gangguan sistem pencernaan yang perlu segera ditangani untuk mengeluarkan sisa makanan yang telah diproses. 

Maka tak heran kalau banyak pasien pengidap penyakit usus buntu yang kerap mengalami konstipasi atau sembelit dalam jangka waktu yang berulang. 

Baca juga: Waspada Demam Berdarah! Ketahui Penyebab, Fase, Gejala dan Pencegahannya

7. Perut Membengkak 

Gejala usus buntu yang sudah sangat parah dapat terlihat jika perut telah mengalami pembengkakan di area sekitar apendiks atau pada bagian kanan bawah. 

Tandanya apendiks sudah mengalami infeksi hingga mengakibatkan kantong usus berisi nanah dan kotoran yang tidak dapat diproses. 

8. Gangguan Koordinasi dan Fokus 

Rasa sakit yang timbul akibat gejala usus buntu dapat mengganggu fungsi koordinasi tubuh hingga menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk fokus atau disorientasi. 

Penyakit usus buntu dapat membuat pasokan oksigen ke otak menurun sehingga kemampuan berkonsentrasi juga ikut terkena imbasnya. 

9. Kesulitan Beraktivitas 

Peradangan di apendiks yang menyebabkan usus buntu dapat membuat kehidupan sehari-hari terhambat.

Sebab, rasa sakit yang akan muncul secara konstan saat penderita sedang melakukan aktivitas fisik, khusus olahraga. 

Penanganan dan Cara Mencegah Usus Buntu

Usus buntu berat dan ringan dapat dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan infeksi yang terjadi di bagian apendiks. 

Kalau pembengkakan sudah terjadi akibat nanah yang mengisi bagian tersebut maka perlu dilakukan operasi. 

Namun jika usus buntu ringan yang belum disertai pembengkakan atau rasa nyeri yang berlebihan, dokter dapat memberikan antibiotik sebagai upaya pemulihan kondisi penderita tanpa harus melalui operasi. 

Sebagai langkah pencegahan, rajinlah mengkonsumsi asupan nutrisi kaya serat dari buah dan sayur, serta selalu rutin minum air putih agar pencernaan lancar. 

Demikian informasi mengenai gejala usus buntu, semoga bermanfaat!

Dapatkan berbagai ulasan berfaedah lain hanya di artikel.rumah123.com!

Bagikan:
818 kali