Pelonggaran PPKM

Adanya pelonggaran PPKM terkait perjalanan dengan transportasi umum membuat banyak orang ingin sekali mudik lebaran 2022. Apakah bisa? Simak penjelasannya di sini!

Sederet aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlahan mulai dilonggarkan.

Pelonggaran PPKM yang cukup berdampak langsung ada pada sektor transportasi darat, laut, dan udara.

Tes COVID-19 untuk pelaku perjalanan domestik sudah tidak digunakan lagi bagi yang telah memiliki dosis lengkap maupun vaksin booster. 

Berbagai peraturan telah dilonggarkan, apakah aktivitas mudik maupun berpuasa secara normal bisa dilakukan? 

Untuk itu, simak pembahasannya bersama-sama!

Aturan Pelonggaran PPKM Menyesuaikan Kondisi 

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan kebijakan tersebut masih akan dievaluasi kembali.

Hal ini tentunya akan menyesuaikan dengan tren dan kondisi laju penularan COVID-19 yang ada.

“Nanti kita lihat perkembangannya. Karena masih terus kita evaluasi terus menerus dan menyesuaikan kondisi tren yang ada.” tutur dr. Nadia dalam konferensi pers (8/2/22). 

Ia menambahkan juga untuk ibadah-ibadah yang sebelumnya tidak bisa dilakukan secara berjamaah, kemungkinan di bulan Ramadan hingga Idul Fitri bisa dilaksanakan kembali menyusul pelonggaran PPKM.

Contoh peribadatan yang bisa dilakukan dengan aktivitas normal tanpa pembatasan seperti tarawih hingga buka puasa bersama.

Pelonggaran PPKM 2022, Bisa Melakukan Idul Fitri dengan Keluarga? 

Menantikan Idul Fitri di masa pandemi dan menjaga tali silaturahmi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Untuk melepas rasa rindu terhadap kumpul saudara, dr. Nadia mengungkapkan jika mudik bisa dilakukan di tahun ini.

Namun, aturan mudik dalam pelonggaran PPKM bergantung pada kecepatan dan cakupan vaksinasi di Indonesia.

“Jadi terkait melakukan ibadah Ramadan, mudik, dan buka puasa bersama itu memungkinkan atau tidak kita tergantung pada cakupan vaksinasi,” kata dr. Nadia.

“Kalau kita bisa mencapai 70% dari seluruh sasaran, termasuk pada anak-anak yang sebanyak 234 juta jiwa , mungkin kita bisa melakukan kegiatan normal seperti lainnya.

Dan kita akan lihat nanti perkembangan selanjutnya daripada peningkatan laju tren penularan ini,” jelasnya. 

Pendapat Epidemiolog 

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menjelaskan, arus mudik akibat pelonggaran PPKM sulit dihindari.

Penyebabnya ini menjadi tahun ketiga sejak pandemi menyerang, dan hasrat masyarakat untuk berlebaran semakin besar.

“Secara realistis arus mudik saat ini sulit dihindari, dicegah juga sulit. Tahun ketiga ini, animonya besar sekali, semakin besar malahan,” ujar Dicky dilansir dari Kompas.com.

Namun, Dicky berprinsip jika potensi yang bisa dicegah lebih baik dicegah.

Menurutnya, jika meminimalisir pergerakan besar yang kemungkinan memasifkan virus corona akan jauh lebih baik. 

“Oleh karena itu, jelas kalau anjuran (mudik) jangan ada, melarang saya kira juga sulit,” tuturnya.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang pelonggaran PPKM yang memungkinkan kemudahan masyarakat melakukan perjalanan jauh.

Temukan informasi menarik seputar properti selengkapnya di artikel.rumah123.com

Cari rumah impian bersama Jakarta Garden City, bersama Rumah123.com dan dan 99.co, yang #PastiB15a dan selalu #AdaBuatKamu!

Bagikan:
435 kali