Pupuk NPK merupakan salah satu bagian penting untuk bercocok tanam. Simak serba serbinya di sini selengkapnya. 

Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan salah satu vitamin penting yang perlu kamu aplikasikan saat bercocok tanam di rumah.

Sebab, NPK memiliki fungsi yang baik khususnya dalam menjaga unsur hara pada tanaman di rumah.

Kandungan nitrogen, kalium, dan fosfor merupakan kombinasi yang baik untuk menyuburkan tanah.

Tak ayal jika Pupuk NPK kerap ditemukan dalam banyak kesempatan dan berhasil menggemburkan tanah.

Lantas, seperti apa penggunaan NPK saat bercocok tanam? Simak pembahasan dan serba serbinya bersama-sama!

Kandungan Pupuk NPK 

Sesuai dengan namanya, pupuk ini mengandung beberapa zat yakni, Nitrogen, Fosfor,  dan Kalium.

Meski demikian, pupuk ini terdapat beberapa kandungan lainnya seperti sulfur dan magnesium yang dicampur oleh air. 

Ada beberapa jenis varian NPK yang perlu kamu ketahui, yakni : 

1. NPK 15-15-15

2. NPK 16-16-15

3. NPK kelapa sawit

Sebagai panduan, ada beberapa jenis NPK yang bisa kamu beli untuk bercocok tanam yakni : 

- NPK Pelangi 

- NPK Phonska (cair dan padat) 

- NPK Mutiara 

Semua pupuk di atas memiliki tingkat unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalsium yang tinggi dengan magnesium dan kalsium sebagai zat pendukungnya. 

Baca Juga : 9 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Manfaat Pupuk NPK untuk Tanaman

Untuk memenuhi kebutuhan bercocok tanam, ada beberapa manfaat yang perlu kamu ketahui sebagai berikut. 

1. Membantu pembelahan sel serta respirasi tanaman 

Respirasi, atau sistem pernafasan tanaman merupakan salah satu bagian yang harus kamu perhatikan. 

Sistem respirasi dan pembelahan sel yang sehat akan membuat tanah gembur dan mempercepat proses pertumbuhan tanaman.

Ini disebabkan karena kandungan fosfor pada Pupuk NPK yang membantu pembelahan sel dan pernafasan tumbuhan di rumah.

2. Merangsang sel pertumbuhan akar 

Tak hanya membantu mempercepat tanaman lewat sistem respirasi, pupuk NPK juga dapat merangsang di bagian akar.

Pasalnya, NPK akan membantu pertumbuhan akar berkat kalsium dan zat CaO.

3.  Melancarkan metabolisme tanaman 

Manfaat terselubung lainnya yang terkandung dalam pupuk NPK dapat meningkatkan dan memperlancar metabolisme tanaman di rumah. 

Pasalnya, NPK akan memberi energi baik pada tanaman sehingga dapat tumbuh kembang dengan sehat.

Untuk jenis tanaman yang berbunga dan berbuah, akan berakibat pada waktu panen yang lebih cepat dari pupuk biasa. 

4.  Mengusir hama 

Perlu diketahui, hama merupakan parasit yang sangat berbahaya untuk tanaman sehingga NPK aktif diperlukan.

Sebab, zat dan kandungannya sangat baik untuk melindungi tanaman dari gulma seperti hama dan ulat.

Dengan adanya NPK, hama yang menempel akan mati dan tumbuhan pun akan menjadi lebih sehat untuk dipelihara sekalipun dikonsumsi.

5.  Membentuk enzim dan vitamin 

Manfaat NPK lainnya bertujuan untuk membangun enzim dan memberikan vitamin pada tanaman terutama yang tersimpan di rumah.

Pasalnya, tanaman tersebut akan membutuhkan ekstra nutrisi karena tidak mendapatkan sinar matahari.

Hal ini akan sangat membantu apabila kamu memutuskan untuk bercocok tanam di dalam rumah.

6.  Memperkuat ketahanan tumbuhan 

Supaya tumbuhan terlihat sehat, pastikan dinding tanaman harus dalam kondisi yang tebal.

Adapun, penggunaan NPK bersifat melindungi dinding dari cuaca ekstrim yang mempengaruhi kesehatan dan kesuburan tanaman.

Kamu pun bisa memberikan NPK seminggu sekali untuk menguatkan tanaman termasuk pada unsur haranya. 

Cara membuat Pupuk NPK

Sama seperti pupuk kandang, NPK juga bisa dikategorikan sebagai salah satu pupuk organik yang baik.

Kamu pun bisa membuatnya di rumah dengan tips sebagai berikut.

1. Mengetahui kandungan dan komposisinya

Perlu diketahui, setiap NPK masing-masing memiliki komposisi yang berbeda, sehingga harus disesuaikan untuk kebutuhan tanaman.

Umumnya, kamu harus mempersiapkan pupuk sesuai komposisi unsur Nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan ketentuan.

- 54% unsur N  - 36% unsur P  - 45% unsur K

2.  Ketahui jumlah persentase dari komposisi NPK 

Sebagai contoh, kamu membutuhkan NPK sebanyak 50 kilogram dengan komposisi perbandingan 10:25:15 pada setiap unsurnya.

Rumus perhitungan tersebut bisa diaplikasikan sebagai berikut : 

Jumlah perbandingan unsur x jumlah kilogram = hasil awal

(100; jumlah persentase kandungan) x hasil awal = hasil akhir 

Adapun, perhitungannya dapat dijelaskan sebagai berikut. 

- Unsur N atau pupuk urea 

10% x 75 kilogram = 7,5 kilogram 

(75 : 54) x 7,5 kilogram = 10,4 kilogram 

- Unsur P atau Pupuk SP36

25% x 75 kilogram = 18,75 kilogram 

(75 : 36) x 18,75 kilogram = 39,06 kilogram 

- Unsur K atau pupuk kalium 

15% x 75 kilogram = 11,25 kilogram 

(75 : 45) x 11,25 kilogram = 18,74 kilogram 

Berdasarkan komposisi tersebut, untuk mendapatkan kandungan setara pupuk NPK 10:25:15, membutuhkan  10,4 kilogram urea, 39,06 kilogram SP36 dan 18,74 kilogram kalium.

Baca Juga:7 Jenis Hama Tanaman Hias Serta Cara Mudah untuk Membasminya

Demikian beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai penggunaan pupuk NPK untuk bercocok tanam di rumah.

Untuk cari tahu inspirasi menarik seputar rumah dan bercocok tanam, selengkapnya di artikel.rumah123.com selengkapnya.

"Sedang mencari rumah dengan harga terjangkau di Tangerang? Kamu bisa cek Golden Park 3 Tangerang di sini selengkapnya."

Bagikan:
62322 kali