rumah syariah

Rumah syariah kini semakin diminati oleh banyak orang, terutama muslim yang ingin menjauhkan diri dari riba. 

Sebab, rumah tersebut dijual berdasarkan nilai-nilai dari agama Islam. 

Meski begitu, rumah dengan konsep syariah tidak hanya ditujukan kepada umat Islam. 

Siapapun yang tertarik dapat memiliki hunian dengan konsep syariah tersebut. 

Sayangnya, saat ini banyak sekali penipuan yang mengatasnamakan perumahan syariah oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. 

Agar kamu tak tertipu, ada sembilan cara yang bisa kamu coba supaya tak tertipu developer bodong.

1. Tanya Langsung ke Developer Property Syariah

Jika memiliki waktu untuk bertemu pihak pengembang perumahan syariah, siapkan pertanyaan yang sangat mendetail terkait rumah yang akan dibeli.

Pertanyaan yang detail akan membuat kredibilitas dan pengalaman pengembang terlihat dengan jelas. 

Ada tiga pertanyaan dasar yang bisa kamu tanyakan saat bertemu pengembang. 

Mulai dari pengalaman dalam bidang properti, kesuksesan dan kegagalan penanganan pihak pengembang, dan kesiapan dalam melayani konsumen.

Dari ketiga pertanyaan tersebut, setidaknya kamu dapat menilai kemampuan dari pengembang tersebut.

Hal itu akan mengurangi kemungkinan kamu mendapatkan pengembang yang kurang berkualitas. 

Selain itu, kamu dapat mengurangi risiko ditipu oleh pihak pengembang. 

2. Periksa Perizinan dari Pengembang Perumahan Syariah

Untuk menjadi pengembang perumahan syariah, Setidaknya ada tujuh jenis surat izin yang harus dimiliki.

Salah satunya adalah izin prinsip yang dikeluarkan oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). 

Ada pula surat izin pemanfaatan Tanah yang dikeluarkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Selain itu, ada izin site plan dan izin Pell Banjir yang diterbitkan oleh Dinas Kimpaswil dan izin pengeringan jika lokasinya bersifikat sawah. 

Surat izin lainnya yang harus dimiliki adalah izin ketinggian bangunan jika rumah tersebut dekat di jalur mendaratnya pesawat. 

Serta izin terakhir, yaitu izin mendirikan bangunan atau IMB.

Saat memilih pengembang, pastikan kamu harus memeriksa semua izin tersebut. 

Bila ada salah satu surat yang tidak lengkap, ada baiknya kamu mencari pengembang perumahan yang lain.

3. Periksa Sistem Registrasi Pengembang

Sistem Registrasi Pengembang atau Sireng adalah sistem aplikasi yang dibuat untuk mengawasi kualitas rumah yang dibangun oleh para pengembang. 

Sistem ini dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR pada awal tahun 2018 lalu.

Pengembang perumahan yang sudah terdaftar dalam Sireng akan diawasi oleh asosiasi terkait sehingga kamu tidak perlu takut mengalami penipuan. 

Kamu hanya perlu membuka situs resmi dari sireng, sireng.pu.go.id. 

Setelah membuka situs tersebut, masukkan nama pengembang yang kamu tuju.

Setelahnya, kamu akan bisa melihat peringkat, penghargaan, serta hukuman terhadap pengembang yang terdaftar.

Baca Juga: Cicil Rumah Impian dengan KPR BNI Syariah, Ini Syarat Pengajuannya!

4. Pastikan Tidak Ada Sengketa Tanah

Sengketa tanah adalah suatu konflik dari dua belah pihak yang sama-sama memiliki status hak atas sebuah tanah. 

Untuk menanganinya, perlu ada tindakan hukum tertentu. 

Pengembang perumahan bisa saja menjadi salah satu pihak yang sedang terlibat dalam konflik sengketa tanah yang ingin kamu beli. 

Ada baiknya kamu mencari informasi kedudukan tanah atau rumah yang sedang dijual. 

Cobalah mencari tahu dengan bertanya kepada dinas setempat, seperti kecamatan atau kelurahan.

5. Melihat Langsung Wujud Rumah Syariah yang Hendak Dibeli

Kebanyakan orang sudah menggunakan sistem online dalam berbelanja, termasuk dalam membeli rumah. 

Meski begitu, jangan sampai kamu membeli sebuah rumah tanpa melihat terlebih dahulu bentuk rumah tersebut secara langsung. 

Sebab, sebagian besar pengembang perumahan syariah penipu hanya bisa memberi gambar tanpa menunjukkan asli rumah yang dijual. 

Dengan melihat langsung rumah yang akan dibeli, kamu juga jadi bisa lebih yakin terhadap rumah tersebut.

Selain itu, melihat wujud asli rumah dapat membuat perkiraan terhadap renovasi rumah yang akan dilakukan selanjutnya.

6. Pastikan Progress Pembangunan Rumah

Jika kamu sudah yakin kalau pengembang telah terdaftar dalam Sistem Registrasi Pengembang, pastikan kamu juga melihat progres pembangunan rumah. 

Caranya adalah dengan melihat Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan atau SiKasep. 

Sistem yang satu ini berbentuk aplikasi untuk smartphone atau komputer.

SiKasep dapat kamu unduh melalui Play Store dan Apple Store.

Aplikasi yang satu ini dikembangkan oleh PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan).

Kamu dapat menggunakannya untuk mencari lokasi dan jenis rumah syariah yang ingin kamu miliki.

SiKasep juga bisa digunakan untuk melihat informasi progress bantuan KPR dari pemerintah. 

Kamu juga dapat mengajukan KPR rumah secara online melalui SiKasep.

7. Pelajari Sistem Pembayaran Kredit Rumah Syariah

Kelebihan dari KPR Syariah adalah sistem pembayarannya yang menguntungkan kedua belah pihak dan adil. 

Sistem pembayaran dari mengajukan KPR Syariah juga tergolong cepat dan mudah.

Agar tak tertipu oleh pengembang bodong, telitilah dalam mengecek sistem pembayaran dari pengembang tersebut. 

Selain sistem pembayaran, perhatikan juga bank yang memberikan KPR.

Ada banyak bank yang bekerja sama dengan pengembang perumahan syariah dalam memberikan KPR Syariah. 

Hingga kini, tercatat ada 15 bank penyedia KPR Syariah yang semuanya bisa kamu cek di SiKasep.

Setelah memastikan kerja sama antara pengembang dengan bank tertentu, cobalah untuk melakukan konfirmasi kepada bank yang bersangkutan.

Baca Juga: Mau Beli Rumah? Cek Dulu Simulasi KPR Syariah Ini!

8. Jangan Melakukan Transaksi dengan Pengembang

Dalam sistem KPR syariah, ada bank pelaksana yang memberikan KPR syariah. 

Skema dari mengajukan KPR syariah  adalah dengan membayar melalui bank yang bekerja sama.

Untuk itu, jangan sampai kamu melakukan transaksi dengan pengembang perumahan syariah tanpa sepengetahuan dari pihak bank. 

Sebab, transaksi yang dilakukan di luar dari pihak bank akan dianggap tidak sah di mata hukum. 

9. Menahan Diri dari Harga Murah

Siapa yang tidak akan tergoda pada rumah dengan harga yang murah? 

Namun, kamu perlu menahan diri saat menemukan rumah dengan harga yang terlampau murah.

Sebab, bisa saja itu adalah modus penipuan dari pengembang palsu. 

Hitung terlebih dahulu harga tanah di daerah sekitar dan biaya pembangunan. 

Jika lebih tinggi dari harga jual, maka kamu patut curiga dengan pengembang tersebut. 

Itulah sembilan tips sebelum kamu memilih pengembang untuk membeli rumah syariah. 

Jangan sampai, uang ratusan juta, bahkan miliaran rupiah melayang karena pengembang bodong. 

Yuk, temukan informasi dan artikel menarik lainnya di artikel.rumah123.com

Bagikan:
1702 kali