daur hidup nyamuk

Ingin mengatasi nyamuk yang mengganggu? Cari tahu terlebih dahulu daur hidup nyamuk sebelum bisa membasminya. Yuk, disimak.

Kamu sering menemukan nyamuk di rumah? Jangan pernah menganggap sepele tentang hal ini. 

Apalagi jika kamu memiliki putra putri yang masih kecil dan belum bersekolah, mereka berpotensi digigit nyamuk. 

Nyamuk menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya seperti malaria, demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, zika, dan lainnya. 

Bagi kamu yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, tentunya harus waspada lantaran wabah DBD selalu terjadi setiap tahunnya. 

Ada baiknya kamu mengetahui daur hidup nyamuk sehingga mengetahui siklus hidup lawan yang dihadapi. 

Nyamuk merupakan jenis serangga dengan jumlah spesies lebih dari 2700, meski ada yang mengatakan 3.5000. 

Bentuk dan Ukuran Nyamuk 

Serangga ini berbentuk panjang dan mempunyai sayap yang bersisik, memiliki kaki yang panjang, dan moncong panjang. 

Panjang nyamuk biasanya tidak melebihi 15 mm atau 1,5 cm, jadi memang termasuk serangga yang kecil. 

Bentuk mulut nyamuk terutama yang betina memang mirip jarum suntik lantaran panjang dan tajam. 

Mulut yang runcing ini memiliki fungsi untuk menusuk pada hewan dan juga manusia guna menghisap darah. 

Bentuk mulut nyamuk jantan memang tidak seperti nyamuk betina karena bentuk mulut yang lebih lebar, nyamuk jantan memang tidak menghisap darah. 

Nyamuk betina tidak hanya menghisap darah, namun juga menghisap sari buah dan sayuran yang tidak mengandung protein. 

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi protein, nyamuk betina menghisap darah, sebagai persiapan untuk mengandung telur. 

daur hidup nyamuk

Daur Hidup Nyamuk dari Telur Hingga Menjadi Nyamuk Dewasa 

Sebelum ada telur dan lainnya, nyamuk jantan dan nyamuk betina melewati proses kawin terlebih dahulu. 

Setelah melewati proses kawin, nyamuk betina akan menghisap darah untuk memperoleh protein. Nyamuk betina hanya kawin satu kali seumur hidupnya.

Perlu diingat, hidup nyamuk tergantung dengan air, jika tidak ada, maka nyamuk akan mati. Setelah kawin, nyamuk betina bertelur di dalam air.

1. Telur Nyamuk 

Nyamuk bertelur dengan menaruh telur di dalam air, kalau telur di luar air maka telur bisa rusak dan mati. 

Cara nyamuk bertelur berbeda, tergantung dari spesiesnya, ada yang menaruhnya bersama-sama dan ada yang terpisah. 

Nyamuk bertelur di kolam, rawa, atau tempat berair lainnya, untuk itulah kamu harus rutin membersihkan tempat air.

Serangga ini bisa melepaskan 300 telur dengan ukuran kurang 1 mm sehingga tidak terlihat oleh mata manusia. 

Telur nyamuk akan dierami dan kemudian menetas satu atau dua hari kemudian, termasuk cepat ya.

2. Jentik Nyamuk 

Usai telur nyamuk menetas akan menjadi jentik nyamuk yang bentuknya panjang seperti benang yang berwarna hitam. 

Proses pembentukan jentik nyamuk ini berlangsung selama 8-10 hari tergantung suhu udara sekitar.

Jentik nyamuk harus berada di atas air sehingga biasanya terlihat dan bisa ditangkap untuk dijadikan makanan ikan. 

3. Pupa

Setelah jentik nyamuk, proses selanjutnya adalah pupa yang membutuhkan waktu satu dua hari. 

Ini merupakan fase terakhir dari nyamuk untuk berada di dalam air dan kemudian mulai keluar dari air. 

Usai sayap terbentuk, nyamuk belajar terbang dengan cepat dan kamu bisa mengenali jenis kelamin nyamuk. 

4. Nyamuk 

Nyamuk sudah mencapai fase akhir, saat ini nyamuk siap untuk terbang dan juga melakukan reproduksi. 

Biasanya, nyamuk bisa melakukan proses perkawinan hanya dalam waktu satu dua hari setelah keluar dari kepompong. 

Prosesnya memang cepat sehingga tidak heran kalau nyamuk bisa berkembang biak dengan cepat.

daur hidup nyamuk

Nyamuk Berkembang Biak di Tempat yang Berbeda 

Ada spesies nyamuk yang menaruh telur pada tempat berbeda, namun ada juga yang meletakkan dalam jumlah banyak. 

Sejumlah spesies nyamuk memilih tempat berair dan teduh, tetapi ada juga yang lebih menyukai area yang terkena cahaya matahari. 

Ada nyamuk yang bertelur di air payau (campuran air laut dan air tawar) dan ada juga yang bertelur di air tawar. 

Beberapa jenis nyamuk lebih suka hidup di kawasan air kotor, tetapi ada juga yang menyenangi area dengan air bersih. 

Cara Mudah Menghalangi Daur Hidup Nyamuk untuk Berkembang Biak 

Setelah membaca daur hidup nyamuk dan mengetahui bahaya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. 

Maka, kamu harus melakukan pencegahan sederhana untuk menghalangi daur hidup nyamuk untuk berkembang biak.  

Pastinya kamu mengenal kampanye 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur (belakangan juga menjadi memanfaatkan ulang). 

1. Menguras 

Biasakan untuk membersihkan tempat yang dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air. 

Termasuk juga tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, atau tempat yang berisi air. 

Jika tidak dibersihkan secara rutin, nyamuk bisa berkembang biak dengan cepat dalam hitungan hari. 

2. Menutup 

Selalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, ember, kendi, toren air, dan lainnya. 

Nyamuk akan selalu mencari tempat untuk telur berkembang biak terutama air yang tidak mengalir. 

3. Mengubur Atau Memanfaatkan Kembali

Kalau dulu, barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk dikuburkan ke dalam tanah. 

Sekarang, tentunya sulit untuk melakukan hal itu lantaran keterbatasan lahan, maka kamu bisa memanfaatkannya kembali. 

Misalnya ember bekas atau tempat bekas cat, bisa digunakan kembali untuk tempat menanam pohon atau menjadi pajangan.

Baca juga: 4 Warna yang Tidak Disukai Nyamuk, Apa Saja Sih?

Bagikan:
707 kali