Tertarik untuk memelihara ikan koi? Sebelum memutuskan untuk memeliharanya, ketahui dulu panduan membuat kolam ikan koi minimalis ini di rumah!

kolam ikan koi minimalis - Rumah123.com Perhatikan dulu 9 hal ini sebelum membuat kolam ikan koi minimalis di rumah - Rumah123.com

Memelihara ikan koi di rumah memiliki banyak manfaat. 

Bukan hanya mampu menambah estetika, kehadiran ikan koi bisa mengobati sejumlah penyakit.

Misalnya seperti mengurangi stres, membantu penyakit autis pada anak, hingga mengobati alzheimer. 

Ditambah lagi jika dilihat secara feng shui, ikan koi dipercaya membawa keberuntungan bagi yang memeliharanya.

Tertarik untuk memelihara ikan koi di rumah? 

Jangan terburu-buru mencari ikan koi yang berkualitas bagus untuk dipelihara. 

Pastikan dulu kamu sudah mempersiapkan kolamnya dengan baik.

Pentingnya mempersiapkan kolam ikan koi minimalis sebelum memeliharanya

Kolam merupakan rumah bagi ikan koi, sehingga kondisinya harus dipersiapkan sebaik mungkin agar ikan-ikan yang dipelihara nantinya sehat dan berumur panjang.

Maka dari itu, hal-hal seputar pembuatan kolam sudah harus dipikirkan secara matang dari jauh-jauh hari. 

Baik itu dari segi penempatan, model, bentuk, dan banyak faktor lainnya yang harus diperhatikan.

Sebab, ketika kolam ikan koi sudah jadi dan terdapat kesalahan, akan susah lagi untuk dibongkar. Sekalinya bisa pun, tentu memakan dana yang tak sedikit.

Baca juga: 8 Langkah Mudah Membuat Kolam Ikan Koi

8 hal yang harus diperhatikan ketika membangun kolam ikan koi minimalis di rumah

Ketika membangun kolam ikan di rumah, preferensi masing-masing pemilik rumah memang bisa diterapkan.

Namun tentu saja, kamu pun harus menyesuaikan bentuk kolam dengan kondisi rumah.

Dilansir dari buku ‘Koi, Panduan Pemeliharaan dan Tips Tampil Cantik’ karangan Redaksi PS, ini dia 5 hal yang harus diperhatikan.

1. Pemilihan lokasi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi penempatan kolam koi. Antara lain sebagai berikut:

- Hindari membuat kolam di dekat pohon besar

Daun-daun dari pohon besar bisa jatuh ke dalam kolam dan mengotori air kolam. Kualitas air pun bisa terganggu sehingga memengaruhi kondisi kesehatan koi. 

- Bangun di tempat yang mudah dijangkau penghuni rumah

Apalagi alasan memelihara ikan koi selain untuk memandangi keindahannya? Supaya kamu bisa kapan saja menikmati keindahan koi, bangun kolam di tempat yang mudah dijangkau. 

Selain itu, kamu pun bisa lebih mudah dalam melakukan perawatan. Namun, jangan sampai keberadaan kolam malah mengganggu pergerakan penghuni rumah. 

- Halaman depan rumah menjadi lokasi yang tepat untuk dipilih

Sebenarnya, kamu bisa membangun kolam ikan koi dimana saja. Di halaman depan, belakang, atau bahkan samping rumah.

Namun, halaman depan rumah menjadi posisi yang paling ideal. Di sini, keberadaan kolam tidak akan mengganggu mobilitas penghuni rumah. 

Keberadaan koi dalam kolam juga nyaman, begitu juga dengan instalasi filter kolam menjadi lebih mudah. 

Baca juga: 4 Jenis Ikan Hias Livebearer yang Mudah Berkembang Biak di Aquarium

2. Faktor keamanan

 Jauhkan balita dari lokasi kolam

Balita biasanya akan berusaha mendekati kolam. Bila tak diawasi, sangat mungkin timbul risiko tercebur atau bahkan tenggelam.

Tentu hal ini sangat berbahaya. Jangan sampai pembangunan kolam koi tidak membahayakan aktivitasnya.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah membuat pembatas antara kolam dan tempat bermain anak untuk meminimalisir hal buruk yang tak diinginkan.

3. Jenis bahan kolam

Bahan untuk membuat kolam dikelompokkan menjadi dua macam, kolam permanen menggunakan adukan semen, atau kolam non permanen menggunakan fiberglass.

Kolam permanen yang terbuat dari adukan semen cenderung lebih awet dan tahan lama. Karena sifatnya permanen, kolam ini tak bisa dipindah-pindah.

Kolam non permanen yang terbuat dari fiberglass memang mudah dipindahkan, praktis, cepat, dan murah. 

Sayangnya, ketika memasan perpipaan, sistem filtrasi pada kolam ini cukup rumit. Salah sedikit saja, dapat menyebabkan kebocoran.

4. Desain kolam ikan koi

Secara umum, desain kolam dibagi menjadi dua, yaitu:

- Model formal

Biasanya berbentuk persegi panjang seperti kolam renang sehingga lebih luas. Walaupun menciptakan kesan kaku, kamu bisa mempercantiknya dengan air mancur maupun air terjun.

- Model informal

Dibuat sealami mungkin dengan dihiasi bahan-bahan alam, seperti batu-batuan dan tanaman hias sebagai pemanis kolam.

5. Ukuran kolam

Ukuran kolam yang akan dibuat harus disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia dan tergantung dari jumlah dan ukuran ikan yang akan dipelihara. 

Misalnya kolam seluas 1 m2 cukup diisi 2 ekor ikan berukuran 20 cm. Kolam seluas 2 m2 bisa diisi 20 ekor ikan berukuran masing-masing 5 cm.  

Hal ini dilakukan agar ruang gerak ikan tidak terhambat. 

6. Kedalaman kolam

Selain ukuran, kedalaman kolam pun wajib disesuaikan dengan ukuran dan populasi koi karena berhubungan dengan kenyamanan hidup mereka.

Kedalaman kolam ikan koi umumnya berkisar 1,2 - 1,5 m dengan kedalaman minimal 80 cm.

Namun jika kamu mau memelihara koi jumbo, kedalaman kolam yang biasa dipakai bisa mencapai 2,4 m. 

Untuk menghindari koi loncat, beri jarak minimal 25 cm antara permukaan air dengan batas kolam tertinggi.

Kedalaman kolam sangat penting untuk diperhatikan. Sebab jika kolam terlalu dangkal, koi akan lebih mudah terkena sinar matahari.

Warnanya pun akan memucat, tubuhnya tidak dapat tumbuh besar, dan kolam pun bisa ditumbuhi lumut.

7. Saluran pembuangan

Pikirkan pula tempat pembuangan kotoran baik itu feses koi maupun sisa pakan yang mengendap di dasar.

Lengkapi kolam dengan saluran pembuangan berbentuk lereng berlubang.

Ukuran panjang, lebar, dan kedalamannya 30 x 30 x 30 cm, dan diletakkan di bagian tengah kolam. 

Buat bagian dasar kolam agak miring ke arah samping supaya kotoran mudah terjatuh ke saluran pembuangan.

Caranya dengan membuat bagian dasar kolam lebih rendah 3 cm setiap jarak 1 m. 

Supaya ikan koi tidak masuk dan tersangkut di dasar kolam, pasang kawat ram di permukaan lubang.

8. Penaung

Ikan koi sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari yang terlalu banyak. 

Tanpa penaung, ikan di dalam kolam bisa menderita karena sengatan matahari. 

Belum lagi air hujan dan kotoran akan mudah masuk ke dalam kolam sehingga berdampak pada perubahan kualitas air. 

Maka dari itu, naungan sangat dibutuhkan di kolam ikan koi.

Untuk hasil terbaik, disarankan untuk menutupi hampir 60% permukaan kolam koi dengan tanaman kolam terapung, seperti bunga lili air. 

Filter kolam ikan koi minimalis juga tak kalah penting untuk diperhatikan

Kehadiran filter pada kolam ikan juga tak kalah penting untuk menjaga kualitas air di kolam. 

Air kotor yang berada di dalam kolam akan disedot dengan pompa, lalu dialirkan ke bak untuk menghasilkan air yang jernih.

Air yang sudah jernih kemudian akan dialirkan kembali ke dalam kolam.

Minimal kapasitas filter 30% dari kapasitas kolam. Adapun bagian-bagian dari filter adalah sebagai berikut:

- Chamber: bak berbentuk empat persegi panjang. Berfungsi untuk mengendapkan kotoran sebelum masuk ke chamber kedua

- Pompa: untuk menyedot air kotor dari kolam ke chamber dan sebaliknya

- Media filter: bisa berupa bioball, sikat, batu karang, arang, dan zeolit untuk menyaring kotoran dan mempertahankan pH air

- Saringan protein: berfungsi untuk memecahkan busa atau buih yang muncul di permukaan kolam

- Ultraviolet clarifier (UVC): lumut atau kuman bisa menempel pada kolam. Untuk memberantasnya, bisa menggunakan UVC

- Chiller: berfungsi untuk mempertahankan temperatur air supaya tetap dingin

- Trikle: berfungsi untuk menyaring air dari chamber agar terbebas dari amonia.

Bagikan:
5325 kali