OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

5 Pahlawan dari Aceh, Mulai dari Sultan Iskandar Muda hingga Cut Nyak Dien

07 Nopember 2023 · 4 min read Author: Rulfhi Alimudin Pratama S

cut nyak dien

cut nyak dien | shutterstock.com

Perjuangan rakyat Aceh turut mengantarkan Indonesia meraih kemerdekaan dan berdaulat seperti saat ini. Berikutnya deretan pahlawan dari Aceh beserta kisah perjuangannya.

Property People, Aceh merupakan salah satu daerah yang menakutkan bagi penjajah.

Sebab, penjajah tak bisa sepenuhnya menguasai wilayah Aceh.

Bahkan beberapa tokoh pahlawan nasional lahir dari Tanah Rencong ini.

Tak hanya pejuang laki-laki, sejumlah pejuang wanita dari Aceh tak kalah gagah berani dalam mengusir para penjajah.

Berkat jasa dan pengorbanannya, sejumlah pejuang dari Aceh dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Melansir Kementerian Sosial Republik Indonesia, berikut daftar pahlawan nasional dari Aceh.

5 Pahlawan dari Aceh

1. Sultan Iskandar Muda

Pahlawan dari Aceh Sultan Iskandar Muda

Pahlawan dari Aceh Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda merupakan Sultan Aceh yang berkuasa dari tahun 1607 hingga 1636.

Putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar dan Putri Raja Indra Bangsa ini dikenal sebagai sosok yang cerdas, tegas, dan berani.

Pada tahun 1607, Sultan Iskandar Muda naik tahta. Ia kemudian memimpin Aceh untuk memperluas wilayah kekuasaannya.

Sultan Iskandar Muda berhasil menguasai Malaka pada tahun 1629 dan mengalahkan Portugis di Johor pada tahun 1630.

Selama masa pemerintahannya, Sultan Iskandar Muda berhasil memperluas wilayah kekuasaan Aceh hingga ke Semenanjung Malaya dan India.

Sultan Iskandar Muda wafat pada tahun 1636 dan dimakamkan di Banda Aceh.

2. Teuku Umar

Pahlawan Aceh Teuku Umar

Pahlawan Aceh Teuku Umar

Teuku Umar merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Aceh.

Teuku Umar lahir di Meulaboh, Aceh Barat pada tahun 1854, merupakan anak dari Teuku Achmad Mahmud, seorang Uleebalang (bangsawan) di Meulaboh.

Pada tahun 1873, Belanda mulai menyerang Aceh. Teuku Umar kemudian bergabung dengan pasukan Aceh untuk melawan Belanda.

Namun, pada tahun 1883, Teuku Umar menyerah kepada Belanda dan menjadi panglima perang Belanda.

Teuku Umar memanfaatkan jabatannya sebagai panglima perang Belanda untuk mengumpulkan senjata dan pasukan. Pada tahun 1893, Teuku Umar melarikan diri dari Belanda dan bergabung kembali dengan pasukan Aceh.

Teuku Umar kembali memimpin pasukan Aceh untuk melawan Belanda. Ia berhasil memenangkan banyak pertempuran melawan Belanda.

Pada tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Meulaboh.

3. Teungku Chik di Tiro

pahlawan dari Aceh Teungku Chik di Tiro

pahlawan dari Aceh Teungku Chik di Tiro

Tokoh pahlawan nasional dari Aceh yang selanjutnya adalah Teungku Chik di Tiro atau Muhammad Saman.

Teungku Chik di Tiro merupakan putra dari Teungku Syekh Ubaidillah, lahir di Tiro, Aceh pada tanggal 1 Januari 1836.

Ia dikenal sebagai ulama dan pejuang yang memimpin perlawanan terhadap Belanda pada masa Perang Aceh.

Sosoknya dikenal sebagai pejuang dengan strategi perang gerilya yang berhasil membingungkan Belanda

Teungku Chik di Tiro gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Aneuk Galong, Aceh Besar, pada tanggal 31 Januari 1891. Ia meninggal dalam usia 55 tahun.

4. Cut Nyak Dien

Pahlawan Cut Nyak Dien

Pahlawan Cut Nyak Dien

Sosok pejuang wanita asal Aceh satu ini tidak asing di telinga masyarakat Indonesia.

Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, Aceh Besar, pada tanggal 12 Mei 1848, merupakan putri dari Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang (bangsawan) di VI Mukim.

Pada tahun 1862, Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga, seorang pejuang Aceh. Setelah Teuku Ibrahim Lamnga gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1878, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar.

Pada tahun 1884, Teuku Umar menyerah kepada Belanda dan menjadi panglima perang Belanda. Cut Nyak Dien kemudian ikut bersama Teuku Umar.

Namun, pada tahun 1893, Teuku Umar kembali bergabung dengan pasukan Aceh. Teuku Umar gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1899.

Cut Nyak Dien kemudian melanjutkan perjuangannya bersama pasukan Aceh. Ia memimpin pasukan Aceh untuk melawan Belanda di berbagai medan pertempuran.

Cut Nyak Dien akhirnya ditangkap oleh Belanda pada tahun 1906 dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.

Cut Nyak Dien meninggal dunia di Sumedang pada tanggal 6 November 1908. Ia meninggal dalam usia 60 tahun.

5. Cut Meutia

Pahlawan dari Aceh Cut Meutia

Pahlawan dari Aceh Cut Meutia

Cut Meutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, pada tanggal 15 Februari 1870, merupakan putri dari Teuku Ben Daud Pirak, seorang Uleebalang (bangsawan) di Keureutoe.

Pada tahun 1890, Cut Meutia menikah dengan Teuku Muhammad, seorang pejuang Aceh.

Setelah Teuku Muhammad gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1905, Cut Meutia memimpin pasukan Aceh untuk melawan Belanda.

Cut Meutia memimpin pasukan Inong Balee, sebutan untuk janda pejuang Aceh.

Pasukan Cut Meutia dikenal dengan keberaniannya dalam melawan Belanda. Cut Meutia berhasil memenangkan banyak pertempuran melawan Belanda.

Pada tahun 1910, Cut Meutia gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Alue Kurieng, Aceh. Ia meninggal dalam usia 40 tahun.

***

Selain dari Aceh, ada juga daftar pahlawan yang berasal dari Bali.

Semoga bermanfaat, ya.

Temukan informasi menarik spesial Hari Pahlawan hanya di Google News Rumah123.

Tertarik nyicil rumah dengan bunga floating? Cari dan ajukan KPR melalui www.rumah123.com.

Kami senantiasa menyediakan hunian pilihan yang pastinya#AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Rulfhi Alimudin Pratama S

Content Writer

Mengawali karier kepenulisan sebagai penulis lepas di beberapa media daring sejak 2016. Kini mencurahkan pikiran untuk menulis properti, gaya hidup, marketing, hingga teknologi di Berita 99 dan Rumah123.
Selengkapnya