Sendangsono merupakan salah satu destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi menyambut Natal dan Tahun Baru 2021.

Bukan hanya sekadar berlibur, tempat ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, untuk memperoleh energi baru di tahun yang akan datang.

Menyatu dengan alam penuh keindahan menjadikan tempat ini tak pernah sepi oleh peziarah, sekalipun terus datang untuk berdoa dan mengambil air penuh kesucian.

Unsur spiritual yang kuat, menjadikan tempat ini sebagai salah satu unsur toleransi di Indonesia, mengingat lokasi ini juga dipengaruhi oleh budaya Islam sekalipun agama Buddha.

Lantas, seperti apa Sendangsono yang menjadi destinasi ziarah bagi pemeluk agama Katolik? Simak pembahasannya bersama-sama!

Fakta menarik Gua Maria Sendang Sono, tempat ziarah dengan unsur alam yang indah

Ada beberapa fakta mengenai Gua Maria Sendang Seno yang sangat melegenda sejak lama hingga saat ini, melalui deskripsi berikut : 

1. Memiliki arti yang sangat unik 

Sendangsono Sumber:
Tribunnews.com

Awal mula nama Sendangsono berasal dari sebuah sumber air yang terletak di bawah pohon angsana. 

Kata “Sendang” dalam istilah Jawa untuk menyebutkan sumber air, sedangkan “Sono” berarti pohon angsana.

Untuk diketahui, sumber air di bawah pohon sono tersebut sudah dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Adapun, Gua Maria Sendangsono saat ini dikelola oleh Paroki Santa Maria Lourdes, Promasan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga : Mengenal Kali Code Yogyakarta, Hunian Pinggir Sungai yang Mendapat Penghargaan!

2.  Sudah ada sejak Era Belanda 

Keberadaan Gua Maria ini juga tak lepas dari peranan Van Lith yang menyebarkan Katolik di Pulau Jawa pada masa kolonial Belanda.

Adapun, sumber air tempat ini diberkati pada 14 Desember 1904 yang juga menjadi tempat pembaptisan 173 umat Katolik.

25 tahun berselang, pada 8 Desember 1929, Sendangsono pun resmi dijadikan tempat ziarah oleh Romo JB Pernthaler SJ.

3.  Patung Bunda Maria yang diimpor langsung dari Spanyol 

Sendangsono Sumber: Kevikepandiy

Untuk diketahui, patung Bunda Maria berukuran besar di tempat ini ternyata diimpor langsung dari Spanyol.

Bukan hanya sekadar diimpor saja, patung ini juga merupakan bagian dari persembahan dari Ratu Spanyol dengan bobot hingga 300 kilogram.

Patung ini diangkat secara bersama-sama naik dari bawah Desa Sentolo oleh Umat Kalibawang.

4.  Dibangun kembali oleh Romo Mangun 

Revitalisasi Sendangsono dimulai pada 1974 silam secara bertahap oleh arsitek legendaris YB Mangunwijaya atau Romo Mangun yang juga sukses membangun Kali Code.

Untuk diketahui, pembangunan Gua Maria ini pada tahap awal dengan mengandalkan sumbangan jemaat di sekitar lingkungan gereja.

5.  Menggunakan bahan material dari alam 

Sendangsono Sumber: Visiting Jogja

Unsur alam bukan hanya berada di lokasi perbukitan dengan sungai mengalir saja, melainkan juga berkaitan dengan sisi arsitekturnya.

Sebab, Sendangsono mengambil unsur bangunan ramah lingkungan dengan memanfaatkan material bangunan dari hasil alam, baik bebatuan maupun kayu hampir pada seluruh sisi.

Penggunaan material alam tersebut tidak hanya sekadar menghasilkan unsur harmoni yang kuat, namun juga tampak kokoh. 

6.  Sendangsono terbuka untuk umum

Meski secara umum menjadi tempat berziarah bagi umat Katolik, ternyata tempat ini terbuka untuk siapapun dari berbagai jenis agama.

Tak ayal, jika umat beragama lain pun mengunjungi Sendangsono sekalipun memperoleh udara yang sejuk sembari melihat aliran sungai mengalir dengan indah.

Untuk diketahui, Sendangsono juga pernah menjadi salah satu set dalam film “3 Hari Untuk Selamanya” yang dibintangi oleh Nicholas Saputra. 

7.  Bisa menjadi bagian penting untuk wisata arsitektur

Sendangsono Sumber: Tuguwisata.com

Tak hanya sekadar dimanfaatkan untuk berziarah bagi pemeluk agama Katolik, ternyata Sendangsono juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu wisata arsitektur di Yogyakarta.

Sebab, bangunan ini tidak hanya mengandalkan nilai estetika dan religius saja, melainkan juga memperhatikan konsep keseimbangan alam yang sangat kuat.

Bangunan dengan landscape alam ini tampak menghasilkan harmoni dan suasana penuh keindahan di sebuah perbukitan. 

8.  Memperoleh beberapa penghargaan penting 

Untuk diketahui, Gua Maria Sendangsono juga pernah memperoleh beberapa penghargaan bergengsi dalam bidang arsitektur.

Pada 1991, komplek bangunan ini mendapatkan penghargaan arsitektur terbaik menurut Ikatan Arsitek Indonesia untuk kategori bangunan khusus.

Selain Ikatan Arsitek Indonesia, Gua Maria ini juga mendapatkan penghargaan dari Aga Khan Awards karena keindahan arsitekturnya.

Baca Juga : Kampung Pelangi Semarang, Wilayah Kumuh yang Kini Membuat Turis Terpesona

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai Gua Maria Sendangsono sebagai salah satu lokasi wisata rohani di tanah Jawa yang penuh akan makna.

Untuk cari tahu inspirasi desain dan arsitektur unik, kamu bisa cek artikel.rumah123.com selengkapnya.  

"Sedang mencari rumah dengan lokasi yang paling strategis di Bekasi? Kamu bisa cek Grand Galaxy City."

Bagikan:
3460 kali