Tidur menggunakan AC atau kipas angin, sebaiknya pilih yang mana? - Rumah123.com

Di wilayah tropis yang cenderung panas seperti Indonesia, sepertinya hampir tak mungkin tidur di kamar tanpa bantuan pendingin ruangan, baik itu AC maupun kipas angin. Tapi dari kedua alat elektronik tersebut, mana yang lebih baik digunakan? Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biar kamu tak salah pilih, sebaiknya ketahui dulu plus minus selengkapnya dari AC dan kipas angin berikut ini. 

Kelebihan AC: 

Lebih cepat mendinginkan udara

AC mampu membuat suhu ruangan lebih cepat dingin. Dengan begitu, kamu tak perlu berpanas-panasan lama-lama. Apalagi suhu dingin AC langsung merata ke satu ruangan. Jika ruangan kamarmu cukup besar, AC tentu menjadi pilihan yang lebih tepat. 

Hembusan udara lebih lembut

Angin dari kipas biasanya akan terasa kurang nyaman karena hembusannya langsung tertuju ke arahmu. Jika volume angin semakin keras, tentu hembusannya semakin kasar. Sedangkan sedingin apapun suhu AC, hembusan yang dikeluarkan tetap lembut berkat teknologi yang terdapat di mesinnya. 

Lebih ramah anak

Anak-anak sering memainkan kipas angin dengan membuat suara-suara unik di depannya. Ini membuat para orang tua harus memberi pengawasan ekstra karena jika tak diawasi, tentu bisa berbahaya. Sedangkan AC, akan ditempatkan di posisi yang tinggi sehingga susah dijangkau anak-anak. Bisa dibilang, AC lebih ramah anak ketimbang kipas angin. 

Tak ada debu beterbangan

Rangka penutup kipas angin yang terbuka membuat baling-baling kipas jadi cepat berdebu. Berbeda dengan AC yang memiliki bodi tertutup, sehingga debu dan kotoran yang menempel tak akan beterbangan. 

Kekurangan AC: 

Memakan biaya listrik yang cukup besar

Cara kerja AC adalah mengangkut panas dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Sehingga semakin banyak panas yang diangkut, semakin berat pula beban kerja yang ditopang AC tersebut, dan listrik yang dikonsumsi juga semakin besar. Alhasil, biaya listrik bisa melonjak tinggi dan memengaruhi keuanganmu.

Mengeringkan dan menghilangkan kelembaban udara

AC bekerja pada sistem mengulangi kelembaban udara. Jadi AC akan bisa menghasilkan uap air dari udara yang berasal dari menyerap kelembaban di sekitarnya termasuk pada kelembaban kulitmu. Inilah sebabnya mengapa paparan AC yang berkepanjangan cenderung membuat kulit menjadi kering.

Ruangan kekurangan udara segar

Adanya AC di kamar berarti tidak ada bagian ruangan yang terbuka, yang artinya tidak ada ventilasi dan pergantian udara segar. Kekurangan udara segar bisa menyebabkan kelelahan jangka panjang.

Kelebihan kipas angin:

Hemat dan ramah lingkungan

Menggunakan kipas angin lebih hemat serta ramah lingkungan, berbeda dengan ketika menggunakan AC. Kipas angin hanya memakan daya sekitar 75 watt. Sedangkan AC bisa memakan daya mencapai sepuluh kali lipat dari kipas angin.

Lebih sehat

Kipas angin hanya menimbulkan efek angin dingin saja, berbeda dengan AC yang bisa mendinginkan udara. Karena ini, kipas angin lebih efisien dalam memindahkan aliran udara. Kipas angin juga tak menyerap cairan sehingga risiko mengalami alergi lebih rendah jika dibandingkan dengan orang yang menggunakan AC. Selain itu, ruangan pun tak kehilangan kelembabannya sehingga tak akan mengalami masalah kulit kering. 

Membantu mengusir nyamuk

Kipas angin bisa mengacaukan 'penerbangan' para nyamuk. Bagi nyamuk, hembusan kipas angin ibarat badai atau cuaca buruk sehingga sangat sulit mendarat di kulit manusia. Dibandingkan dengan obat nyamuk, sudah pasti kipas angin tidak mengakibatkan sesak napas. Dibandingkan dengan lotion anti nyamuk, sudah tentu kipas angin tidak mempunyai risiko iritasi kulit. 

Kekurangan kipas angin:

Tidak bisa mengatur suhu

Kipas angin tak bisa menurunkan suhu, sehingga ketika udara di sekitar panas, maka angin yang keluar juga akan panas. Berbeda dengan AC yang bisa diatur suhunya semau kita.

Berisiko terkena bells palsy

Walaupun membuat sirkulasi udara lebih lancar dan cenderung lebih sehat ketimbang AC, kipas angin juga punya risiko kesehatan. Jika sering terpapar angin pada sisi wajah, mengakibatkan sindrom bells palsy, di mana wajah akan tegang dan susah tersenyum. Maka dari itu, sangat tidak disarankan menyalakan kipas angin terlalu dekat dari tubuh.

Jadi, kamu tim tidur pakai AC atau pakai kipas angin?

Itu dia kelebihan dan kekurangan masing-masing dari AC dan kipas angin. Jadi kamu tim yang mana? Tidur pakai AC, atau tidur pakai kipas angin? Keduanya bisa disesuaikan dengan kondisimu, tapi jangan lupa juga ya untuk mempertimbangkan hal-hal di atas sebelum memilih.

Bagikan: 9938 kali