Jika masih mempertimbangkan antara KPR konvensional atau syariah, ketahui dulu 5 tipe kepribadian yang sebaiknya menggunakan KPR syariah berikut ini!

kpr syariah - rumah123.com KPR syariah mengadopsi prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan keyakinan agama Islam. (Rumah123.com/Getty Images)

Lantaran harga tanah dan rumah semakin tinggi tiap tahunnya, semakin jarang orang yang membeli hunian secara tunai. Sebagian besar orang banyak yang memanfaatkan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Program KPR sendiri punya dua opsi yang bisa dipilih yaitu KPR konvensional dan KPR syariah. 

KPR konvensional dilakukan seperti pengajuan kredit pada umumnya. Sedangkan KPR syariah mengadopsi prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan keyakinan agama Islam. Sistem jual belinya pun syariah, bebas dari bunga dan riba. 

Bisa dibilang, kredit rumah secara syariah bisa membantu perencanaan keuangan. Berbeda dengan bank konvensional yang memiliki bunga floating alias bisa naik atau turun, bank syariah menggunakan sistem bagi hasil yang telah disepakati di awal. Dengan begitu, angsuran yang dibayarkan jumlahnya akan sama hingga KPR lunas. 

Walaupun menggunakan prinsip jual beli agama Islam, KPR atau pun produk-produk syariah lainnya bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk mereka yang beragama non muslim. Jika kamu masih mempertimbangkan antara KPR konvensional atau syariah, ketahui dulu 5 tipe kepribadian yang sebaiknya menggunakan KPR syariah berikut ini!

Tak mau pusing dengan bunga KPR yang naik

Pada tiga hingga lima tahun pertama cicilan KPR berjalan, mungkin kamu masih santai karena bunganya tetap. Memasuki tahun selanjutnya, ketika bunga mulai mengambang, kamu dijamin ketar ketir melihat fluktuasi bunga. Apalagi jika penghasilan masih segitu-gitu saja. Nah, hal ini gak mungkin terjadi jika kamu memilih KPR syariah. Lantaran menggunakan sistem bagi hasil, bank syariah akan menetapkan margin sejak awal. Cicilan KPR yang dibayarkan akan sama hingga seterusnya. Cocok banget nih buat kamu yang gak mau ambil pusing urusan naik turunnya bunga, dan gak mau cicilan tiba-tiba melonjak. 

Baca juga: Ikuti 5 Cara Ini Agar Pengajuan KPR Disetujui

Sering telat bayar cicilan secara tak sengaja

Apakah kamu tipe orang yang gampang lupa untuk bayar cicilan? Atau ada kondisi tertentu yang membuatmu tak bisa membayarnya tepat waktu? Dalam sistem kredit konvensional, apapun alasannya, tentu kamu akan dikenakan denda keterlambatan.

Tapi pada sistem kredit syariah, kamu biasanya tak akan dikenakan denda. Walau ada denda sekalipun, pasti telah disepakati saat akad pertama kali. Dana yang masuk pun bukan untuk keuntungan bank, melainkan untuk dana sosial. 

Tak mau kena denda ketika bayar lebih cepat

Ketika ada uang berlebih, tentu tak menutup kemungkinan kamu melunasi cicilan lebih cepat dari tenor yang ditentukan di awal. Dalam KPR konvensional, nasabah akan dikenakan denda jika melakukan hal ini. Tapi dalam KPR syariah, kamu tak akan dikenakan denda.

Baca juga: Berbohong Kepada Bank Saat Ajukan KPR Bisa Kena Pidana Lho

Tak memiliki riwayat kredit

Proses BI Checking adalah tahapan yang pasti dilakukan dalam setiap transaksi kredit. Dalam proses ini, riwayat kredit calon nasabah akan dianalisis terlebih dahulu. Lalu bagaimana dengan mereka yang tak punya riwayat kredit? Tentu prosesnya akan lebih sulit karena bank tak bisa melihat tingkah laku nasabah dalam membayar cicilan. Nah, untuk kamu yang tak punya riwayat kredit, KPR syariah adalah jawabannya. Sebab tak ada proses BI Checking di sana. Jika si calon pembeli sanggup meyakinkan si pengembang, maka transaksi pun berjalan.

Mau menjauhi riba

Apabila kamu merasa berdosa dengan adanya riba, sedangkan tak memiliki cukup dana untuk membeli rumah secara tunai, KPR syariah adalah jalan satu-satunya. Sebab, bank syariah tak pernah memberlakukan sistem bunga. 

Bagikan: 1131 kali