Apa itu NJOP, dan mengapa dokumen tersebut menjadi penting? Bagi kamu yang mau menjual atau membeli rumah, perlu mengetahui penjelasan ini.

Sebelum melakukan transaksi jual beli rumah, penting sekali untuk memahami segala hal seputar jual beli rumah,.

Terutama masalah dokumen. Sebab, tanpa dokumen legal, bisa-bisa kamu rugi dan terkena masalah di kemudian hari.

Mungkin dokumen-dokumen penting seperti sertifikat hak milik atau akta jual beli, sudah cukup umum untuk diketahui.

Tapi, jangan lupa bahwa masih ada berkas penting lain yang harus dipastikan keberadaannya dalam jual beli rumah, salah satunya adalah Nilai Jual Objek Pajak.

Apa itu Nilai Jual Objek Pajak, dan mengapa dokumen tersebut menjadi penting?

Rumah123.com akan memberikan penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu NJOP? Ini pengertian sebenarnya

apa itu njop - rumah123.com

Nilai Jual Objek Pajak merupakan singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak.

Secara sederhana, NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya.

Dengan mengetahui Nilai Jual Objek Pajak, kamu akan mengetahui seberapa besar dana serta pajak yang akan ditanggung dari transaksi jual beli properti/rumah.

Fungsi & Kegunaan NJOP

apa itu njop - rumah123.com

NJOP kemudian digunakan oleh pembeli atau penjual rumah sebagai patokan untuk menentukan harga terendah sebuah rumah.

Misalnya kamu mau membeli tanah, cek terlebih dahulu Nilai Jual Objek Pajak tanah tersebut.

Apabila harganya jauh di atas NJOP, artinya si pemilik tanah menjualnya terlalu mahal.

Begitu juga jika harganya jauh di bawah Nilai Jual Objek Pajak. Bisa jadi ada yang tidak beres sehingga mereka menjualnya dengan harga terlalu murah.

Baca juga: Surat Tanah Hilang? Jangan Panik, Gampang Kok Mengurusnya!

Cara Menentukan NJOP

apa itu njop - rumah123.com

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Nilai Jual Objek Pajak digunakan sebagai dasar dari penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang wajib disetor setiap tahunnya.

Setiap daerah memiliki nilai Nilai Jual Objek Pajak berbeda-beda.

Semakin mahal harga pasaran rumah dan bangunan di suatu kawasan, maka semakin tinggi pula NJOP-nya.

Contohnya Nilai Jual Objek Pajak rumah di kawasan Menteng, akan lebih tinggi ketimbang di Ciracas.

Nilai Jual Objek Pajak sendiri ditentukan berdasarkan tiga hal ini:

- Perbandingan dengan objek pajak lain yang sejenis

Penentuan Nilai Jual Objek Pajak bisa diperoleh dari perbandingan dengan objek pajak lain yang sejenis dan berdekatan secara letak dan sudah diketahui juga nilai jualnya.

- NJOP pengganti

Metode penentuan Nilai Jual Objek Pajak berdasarkan hasil pendapatan atau pemasukan dari objek pajak yang dinilai.

- Nilai perolehan baru

Penentuan Nilai Jual Objek Pajak yang dengan cara menghitung terlebih dahulu total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan objek pajak tersebut.

Namun, sebelum penentuan Nilai Jual Objek Pajak, kamu juga perlu melihat kondisi fisik dari bangunan yang dijadikan objek pajak tersebut.

Jika terjadi penyusutan, maka total biaya yang sudah kamu keluarkan untuk membuat objek pajak harus dikurangi sesuai penyusutan kondisi fisik bangunan.

Baca juga: Siapa Bilang Tipe Rumah 36 Gak Bisa Dibuat 2 Tingkat? Ini Buktinya!

Bagaimana cara melihat NJOP/meter dari suatu wilayah?

Untuk bisa mengetahui informasi mengenai besaran Nilai Jual Objek Pajak di suatu wilayah, ada sejumlah cara yang bisa ditempuh.

Cara pertama adalah dengan mendatangi langsung kantor kecamatan di mana lokasi tanah maupun properti berada.

Selain itu, kamu juga bisa mengeceknya melalui online jika mau lebih praktis.

Cukup buka portal resmi pemerintah provinsi, dan kamu pun akan menemukan informasi tentang Nilai Jual Objek Pajak per meter dari wilayahmu.

Misalnya, untuk mengetahui besaran Nilai Jual Objek Pajak Jakarta, kamu bisa berkunjung ke situs http://bprd.jakarta.go.id/.

Sementara jika kamu mau mengetahui besaran NJOP wilayah Bogor, maka buka situs kotabogor.go.id.

Masih bingung? Berikut contoh perhitungan NJOP

apa itu njop - rumah123.com

Bagi kamu yang mau menjual rumah, bisa menghitung harga jual berdasarkan NJOP/meter yang telah kamu cek sebelumnya.

Lalu, yang harus dilakukan setelah mengetahui NJOP/meter adalah mengalikannya dengan luas tanah maupun luas bangunan yang asli.

Besarnya Nilai Jual Objek Pajak tanah adalah hasil kali NJOP per meter persegi tanah dengan luas tanah.

Sementara besarnya NJOP tanah adalah hasil kali NJOP per meter persegi bangunan dengan luas bangunan

Sebagai contoh, kamu mau menjual rumah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018, Nilai Jual Objek Pajak terendah kawasan ini sebesar Rp3.745.000.

Maka seperti ini contoh perhitungannya:

Luas tanah: 8 m x 12m = 96 m2

Luas bangunan: 6 m x 6 m = 36 m2

NJOP tanah: Rp3.745.000 per meter persegi

NJOP bangunan: Rp3.745.000  per meter persegi

Maka total harga tanah adalah: 96 x Rp3.745.000 = Rp359.520.000

Total harga harga bangunan: 36 x Rp3.745.000 = Rp134.820.000

Maka nilai jual rumahmu adalah: Rp359.520.000 + Rp134.820.000 = Rp494.340.000

Itu dia penjelasan selengkapnya mengenai Nilai Jual Objek Pajak.

Sekarang kamu sudah tahu kan apa itu Nilai Jual Objek Pajak, apa fungsinya, dan bagaimana cara menentukannya?

Jangan lewatkan informasi lainnya seputar legalitas rumah, hanya di artikel.rumah123.com!

Bagikan:
149074 kali