Pondasi batu kali dan pondasi beton lajur menjadi pondasi yang paling sering digunakan untuk membangun rumah. Jika keduanya dibandingkan, mana yang lebih baik dipilih?

pondasi batu kali - Rumah123.com Pondasi batu kali atau pondasi beton lajur, sebaiknya pilih yang mana? - Rumah123.com

Seperti tulang pada manusia dan roda pada kendaraan, itulah peran penting dari pondasi bangunan. 

Ia berfungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada di atasnya. Mulai dari berat bangunan itu sendiri, bangunan bertingkat, perabotan rumah tangga, hingga berat tubuh manusia yang ada di dalamnya.

Tanpa adanya pondasi, sebuah bangunan akan amblas ke tanah, dinding-dinding patah, atap menjadi miring, bahkan rumah bisa runtuh.

Terdapat beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan untuk membangun rumah. 

Dua di antaranya yang paling populer adalah pondasi batu kali dan pondasi plat beton jalur.

Pertanyaannya, mana yang paling ideal untuk digunakan?

Dilansir dari buku berjudul ‘Panduan Membangun Rumah’ karangan Mistra, ini dia serba-serbi pondasi bangunan yang harus kamu ketahui!

Pondasi batu kali dan pondasi beton lajur, dua jenis pondasi yang dianjurkan untuk digunakan

Ada dua jenis pondasi yang dianjurkan untuk digunakan, yaitu pondasi batu kali dan pondasi plat beton jalur. 

Batu kali sangat dominan digunakan, sedangkan plat beton lajur mulai diminati juga. 

Apa perbedaan keduanya?

Mengenal pondasi batu kali

Pondasi satu ini hingga sekarang masih banyak digunakan dan dijadikan pilihan utama dalam membangun rumah oleh perencana konstruksi bangunan.

Alasanya karena ia memiliki sifat yang kuat, dan harganya murah. 

Pondasi batu kali memiliki bentuk trapesium dengan ukuran tinggi 60-80 cm, lebar pondasi bawah 60-80 cm, dan lebar pondasi atas 25-30 cm.

Baca juga: Apa itu Pajak Bumi dan Bangunan? Ini Penjelasan Selengkapnya

Mengenal pondasi beton lajur 

Selain batu kali, bahan yang bisa menjadi alternatif pondasi adalah beton lajur. 

Lantaran seluruhnya terbuat dari beton bertulang, pondasi ini sangatlah kuat.

Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali.

Ukuran lebar pondasi plat beton lajur sama dengan lebar bawah batu kali, yaitu 70 cm. 

Sebab pada dasarnya, fungsi dari beton lajur adalah untuk menggantikan fungsi batu kali.

Pertimbangkan sifat tanah ketika hendak memilih pondasi batu kali atau pondasi plat beton lajur

Sebelum memilih pondasi yang cocok untuk bangunan rumah, sebaiknya ketahui dulu hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih pondasi yang ideal untuk rumahmu.

Seperti sifat tanah misalnya. Setiap wilayah memiliki sifat tanah yang berbeda-beda. 

Rumah yang dibangun di atas lahan di daerah bekas sawah tentu berbeda dengan rumah yang dibangun di lahan daerah bekas kebun.

Apabila lahan di daerah rumah yang akan dibangun adalah daerah bekas kebun, maka memilih pondasi batu kali atau plat beton lajur merupakan pilihan bijak.

Bagaimana jika sejarah daerah tersebut tidak diketahui? Lakukan uji tanah sebelum proses pembangunan dilakukan.

Memang, ada dana tambahan untuk melakukan uji tanah ini. Namun, keuntungan yang didapatkan pun tak sedikit.

Kamu bisa mudah mengetahui sifat dan kekuatan tanah dalam menahan beban di atasnya. Perencana struktur pun menjadi lebih mudah dalam menentukan macam pondasinya.

Atau cara yang lebih mudah lagi, observasi ke sekeliling rumah yang sudah berdiri. Tanyakan kepada pemilik rumah jenis pondasi apa yang mereka gunakan.

Jika tidak ada bagian yang mengalami keretakan yang parah, artinya kamu bisa memilih macam pondasi yang sama.

Pondasi batu kali VS Pondasi beton lajur, mana yang lebih banyak kelebihannya?

Dari informasi di atas, bisa disimpulkan bahwa pondasi batu kali dan beton lajur sama-sama bisa digunakan untuk sifat tanah yang mirip.

Selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah mana yang lebih banyak memiliki kelebihan. 

Baca juga: Jenis-Jenis Batu Alam yang Bagus untuk Dinding

Pondasi batu kali:

1. Galian tanah sangat banyak, karena ketinggian batu kali minimal 60 cm

2. Boros pemakaian bahan. 1 m2 pondasi membutuhkan batu kali sebanyak 125%. Untuk mengisi celah, dibutuhkan banyak penggunaan pasir dan semen

3. Bila tanah di bawahnya mengalami perubahan, pondasi ini akan patah dan turun. Akibatnya, tembok retak dan sulit untuk diperbaiki

4. Beban yang dipikul tanah cukup besar karena setiap 1 m2 pondasi batu kali beratnya 740 kg/m. Sedangkan setiap 1 m2 pondasi plat beton jalur 115,2 kg/m

5. Kekuatan batu kali tidak sekuat pondasi plat beton lajur, karena pemborong biasanya akan mengurangi perbandingan semen dan memperbanyak pasir.

Pondasi beton lajur:

1. Galian tanah sedikit, rata-rata kedalamannya hanya 50-60 cm saja

2. Hemat pemakaian bahan

3. Tidak mudah patah, disebabkan adanya kerjasama yang kokoh antara plat jalur dengan balok pondasi beton bertulang

4. Pondasi plat beton lajur sangat ringan sehingga tanah tidak mendapatkan tekanan yang berat dari pondasi

5. Jika beton yang digunakan adalah K-200, maka akan lebih kuat

Jika kedua jenis pondasi tersebut dibandingkan, maka pondasi beton lajur lebih baik untuk dipilih.

Sebab, batu kali hanya mengandalkan kekuatan sloof untuk menahan beban dan bisa patah jika tanahnya amblas.

Bagikan:
2892 kali