mrt banjir- rumah123.com MRT Jakarta Memiliki Enam Stasiun yang Berada di Bawah Tanah. Operator MRT Jakarta Telah Mengantisipasi Terjadinya Banjir Dalam Stasiun Bawah Tanah (Foto: Rumah123/Getty Images)

Operator MRT Jakarta sudah menyiapkan antisipasi bencana kalau terjadi banjir di stasiun bawah tanah. MRT Jakarta memiliki enam stasiun bawah tanah.

Pengelola transportasi massal MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, PT MRT Jakarta telah memiliki mitigasi bencana khususnya banjir. Bencana banjir pernah melanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

PT MRT dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah bekerja sama untuk membangun sistem drainase atau pembuangan air. Sistem drainase yang baik bisa mengantisipasi banjir.

Baca juga: Stasiun MRT Akan Memiliki Tempat Parkir Sepeda

“Kalau yang banjir, kita sudah mulai mengantisipasi kondisi yang mungkin terjadi manakala terjadi banjir di kawasan Sudirman-Thamrin khususnya,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar seperti dikutip oleh laman berita online CNN Indonesia.com.

“Sistem drainase jangan ada yang ditutup sepanjang jalur ini (Jalan Jenderal Sudirman hingga M.H. Thamrin) karena kalau sistem drainase ditutup maka airnya bisa melintas,” lanjut William.

MRT Jakarta Memiliki Enam Stasiun Bawah Tanah

MRT Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia telah beroperasi sejak Maret 2019 lalu. Saat ini, pembangunan fase II dengan rute Bundaran Hotel Indonesia hingga Jakarta Kota sedang dikerjakan. Rencananya, MRT fase II ini selesai dibangun pada 2024.

Transportasi massal ini memiliki 13 stasiun. Tujuh stasiun merupakan stasiun layang, sementara sisanya yaitu enam berada di bawah tanah.

Tujuh stasiun layang ini adalah Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M BCA, dan ASEAN. Sedangkan enam stasiun berada di bawah tanah yaitu Senayan, Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Baca juga: MRT Akan Sediakan Ruang Baca di Seluruh Stasiun

Seluruh stasiun bawah tanah ini berada di ruas jalan utama yaitu Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin. Sebagian jalan ini pernah dilanda banjir cukup parah.

Saat terjadi banjir beberapa tahun lalu, kendaraan bermotor tidak bisa lewat lantaran ketinggian air. Bahkan, Jakarta pernah lumpuh karena banjir besar. Banjir juga melanda dua ruas jalan ini.

MRT Jakarta Siapkan Cara Cegah Air Masuk ke Dalam Stasiun

MRT Jakarta juga telah mempersiapkan hal lain selain sistem drainase. Operator kereta ini telah menyiapkan cara agar air hujan tidak masuk ke dalam stasiun.

William menjelaskan bahwa posisi tangga berjalan atau elevator di Stasiun Dukuh Atas didesain cukup tinggi. Kawasan Dukuh Atas menjadi area transit bagi penumpang karena akan menghubungkan beberapa moda transportasi termasuk Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Kalau air tidak dapat dibendung sehingga masuk ke dalam stasiun, pihak pengelola akan memasang mesin generator untuk memompa air keluar dari stasiun.

Baca juga: Ingat, Duduk di Lantai Stasiun MRT Bakal Kena Denda Rp500.000

William menyatakan ada dua stasiun yang rentan dengan ancaman banjir yaitu Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dan Stasiun Dukuh Atas. Kebetulan, posisi kedua stasiun memang rendah.

Kalau banjir tidak bisa diatasi atau tidak dapat terkendali, maka operator MRT Jakarta akan memutuskan untuk menghentikan perjalanan kereta untuk sementara waktu. MRT Jakarta telah menyiapkan kondisi darurat seperti mati listrik, gempa bumi, kebakaran, hingga keluar jalur.

By the way, MRT Jakarta pernah mengalami masalah berupa berhenti dalam perjalanan saat listrik padam massal pada awal Agustus 2019 lalu. Para penumpang terpaksa berjalan di dalam terowongan yang gelap.

Baca juga: MRT Perbolehkan Penumpang Buka Puasa Minum Air Putih dan Makan Kurma

Bagikan:
1935 kali