gedung perkantoran

Aturan bekerja dari rumah yang berlaku selama pandemi Covid-19, turut memberi pengaruh terhadap bisnis gedung perkantoran. Bagaimana nasibnya kelak?

Tidak dapat dipungkiri sejak pandemi, kebijakan bekerja dari rumah (work from home-WFH) dirasa mulai menjadi kebiasaan baru yang normal. 

Bisnis gedung perkantoran kota-kota besar di Indonesia, sepanjang setahun terakhir memang tertekan sebagai akibat dari pandemi.

Laporan konsultan real estat, Colliers Indonesia mencatat terdapat penurunan tingkat hunian gedung perkantoran di kawasan CBD (central business district) Jakarta.

"Pada kuartal II-2021 mengalami penurunan 1,1% (qoq).Dengan demikian, tingkat hunian hanya sekitar 79,2," ujar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto.

Penurunan okupansi juga terjadi pada gedung perkantoran di luar CBD sebanyak 1,2%, sehingga menjadi 78,4%.

Menurunnya tingkat hunian itu terjadi lantaran permintaan yang bersifat dinamis di tengah ketidakpastian akibat Covid-19. 

Hal itu tentunya memang berdampak pula pada harga sewa gedung perkantoran di Jakarta yang juga turun .

Ferry menjelaskan tarif sewa gedung perkantoran tercatat turun 20%, sejak tahun 2016 sampai kuartal II-2021.  

"Proyeksinya di tahun ini tarif sewa akan terus tergerus baik di CBD maupun di luar CBD,” tambahnya.  

Sementara itu, Indonesia Property Watch memproyeksikan kondisi sektor gedung perkantoran masih tertekan pada kuartal III-2021 karena terdampak pandemi.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, dinilai juga turut berkontribusi menekan sektor properti tersebut.

Menukil dari laman Bisnis.com, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan bahwa saat ini kondisi perkantoran terus tertekan karena pandemi Covid-19.

Selain itu, kondisi ruang perkantoran di Jakarta juga tengah mengalami kelebihan pasokan, yang mengakibatkan banyaknya ruang kosong.

Prospek Bisnis Gedung Perkantoran Setelah Pandemi

Lantas, bagaimana prospek bisnis perkantoran pasca pandemi? Yuk, disimak terus penjelasan ini ya.

Kendati pandemi belum hilang, kini permintaan ruang perkantoran di pusat bisnis Jakarta didorong oleh perusahaan e-commerce dan teknologi besar.

Mengutip dari laman Bisnis.com, Anton Sitorus selaku Director Research & Consultancy Savills Indonesia memberikan komentar.

Ia mengatakan sejumlah perusahaan e-commerce dan teknologi mengambil kesempatan untuk mendapatkan sewa besar di gedung-gedung yang baru.

Sedangkan untuk prospek pasar, konsultan real estat itu memprediksi pasar gedung perkantoran CBD Jakarta ke depannya.

Nantinya, bisnis gedung perkantoran akan menerima pasok baru lebih dari 800.000 m2  selama 3 tahun ke depan. 

Dengan permintaan dari penyewa yang berkembang serta pertumbuhan e-commerce dan perusahaan teknologi, maka kemungkinan bisnis gedung perkantoran akan tumbuh.

Kebijakan fleksibelitas bekerja dalam masa pandemi membawa dampak pula  pada  bisnis co working space di masa mendatang. 

Dikutip dari laman Bisnis.com, President of Co-working Indonesia Faye Alund berujar bahwa tren WFH tidak menyurutkan prospek bagi perkantoran fleksibel.

“Ini memang mengubah kebiasaan cara kita bekerja dan manajemen tim. Tapi kalau menurut saya, kalau memang ada perubahan, perusahaan yang kerja di ruang kantor fleksibel tetap prospektif," ujarnya

Co-working dinilai tetap aman ketika ada perusahaaan yang mau membagi-bagi waktu kerja di kantor bagi karyawannya.

Hal ini dikarenakan perkantoran dapat disewakan untuk waktu singkat dan bisa melakukan penyesuaian kebutuhan ruang oleh perusahaan dengan segera.

Nah, inilah pembahasan bagaimana sih prospek bisnis gedung perkantoran setelah pandemi Covid-19.

Rumah123.com pernah membahas sejumlah topik mengenai investasi seperti investasi co-living dan juga investasi co-working.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Gateway Park of LRT City.

Bagikan:
230 kali