co-living

Potensi bisnis co-living di Indonesia ternyata menjanjikan, para investor properti perlu melirik investasi ini, yuk simak seperti apa co-living ini. 

Co-living memang belum ngetop seperti halnya co-working space, orang masih belum paham mengenai hal ini. 

Jika bicara mengenai co-working space, sudah banyak orang yang mengetahui konsep kantor bersama ini. 

Apalagi juga banyak orang yang berkantor di sejumlah co-working space yang bermunculan di Jakarta. 

Namun, kalau bicara co-living, banyak yang belum mengetahui seperti apa konsep hunian tersebut. 

Sebenarnya, konsep co-living ini memang mirip dengan rumah kost, salah satunya adalah ruang komunal bersama. 

Namun, ada sejumlah perbedaan, salah satunya adalah masalah pengelolaan properti yang lebih profesional. 

co-living

Konsep Co-Living Sudah Ada, Namun Belum Booming di Indonesia 

Situs properti Rumah123.com pernah berbincang dengan sejumlah konsultan properti mengenai co-living di Indonesia. 

Head of Research and Digital Market JLL Indonesia James Taylor pernah menyatakan kenapa co-living tidak booming karena masih baru.

Hal senada juga diungkapkan oleh Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto, properti dengan konsep ini masih berkembang. 

Senior Associate Director Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia Aldi Garibaldi menjelaskan mengenai konsep ini, 

Dia memaparkan kalau co-living ini merupakan kos-kosan, namun dikemas dalam level internasional. 

Co-living space adalah konsep tinggal di sebuah hunian dengan berbagi fasilitas yang sama seperti dapur dan juga ruang komunal. 

Hal ini tentunya menjawab pertanyaan apa itu co-living, jadi memang sama dengan indekos bukan.

co-living

Kebutuhan Hunian Sewa Selalu Tumbuh, Co-Living Punya Potensi

Co-founder dan CEO Cove Guillaume Castagne mengatakan kebutuhan properti sewa di Jakarta selalu ada. 

Banyak pendatang yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta, namun menemui banyak kendala ketika mencari properti sewa. 

Bagi yang menginginkan tempat tinggal sementara yang baik, mereka tidak bisa mendapatkannya. 

Mereka belum terpikir untuk membeli properti karena keterbatasan dana dan juga belum menemukan yang tepat. 

Sejumlah properti sewa belum didesain untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup para penyewa yang tergolong generasi milenial. 

Fasilitas yang tersedia juga tidak memadai, kurang terawat, dan lainnya sehingga tidak menarik perhatian penyewa. 

Kebutuhan co-living di Jakarta pun masih terbuka karena permintaan yang mulai tumbuh, peluang bagi investor. 

co-living

Co-Living Menyasar Target Market Mahasiswa dan Profesional Muda 

Country Director Cove Indonesia Rizky Kusumo mengatakan co-living membawa kos menuju ke level berikutnya. 

Konsep co-living memberikan nilai lebih kepada penyewa dan juga pemilik rumah yang diajak bekerja sama. 

“Bisa memberikan tenant, tempat yang nyaman. Untuk owner, return yang lebih baik, pengelolaan yang lebih efisien,” ujar Rizky. 

Co-living memang menjadi solusi bagi penyewa ingin mendapatkan hunian dengan harga terjangkau. 

Sementara bagi pemilik properti, dia bisa memperoleh pendapatan sewa yang lebih baik karena properti dikelola lebih baik lagi. 

Co-living menyasar ke target market profesional muda dan juga mahasiswa/mahasiswi lantaran membutuhkan hunian sewa dibandingkan membeli rumah. 

Hal ini tentunya menjadi peluang bagi kamu yang memiliki rumah kos, properti ini bisa diubah menjadi co-living

Saat ini, sudah banyak operator yang mengelola co-living, namun kamu bisa melakukannya sendiri lo. 

Kamu bisa mengubah rumah kos menjadi lebih kekinian sehingga menarik perhatian penyewa generasi milenial. 

Tidak lupa untuk menambahkan fasilitas seperti internet, televisi kabel, jasa kebersihan, laundry, dan lainnya. 

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai dunia properti Indonesia. 

The Savia Park BSD City menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang mencari rumah di kawasan Serpong, Tangerang. 

Baca juga: 7 Kemudahan dan Keuntungan Investasi Properti di Luar Negeri, Tertarik Pindah Negara?

Bagikan:
2940 kali