OK

6 Perbedaan Haji dan Umrah yang Wajib Diketahui Orang Islam. Waktu Pelaksanaan hingga Hukumnya sesuai Syariat!

19 Juli 2022 · 4 min read · by Christantio Utama

Terdapat beberapa perbedaan haji dan umrah yang dijalani oleh orang Islam.

Meskipun sama-sama pergi ke Tanah Suci, namun kedua Ibadah ini mempunyai beberapa perbedaan yang cukup mendasar.

Melansir laman Kementerian Agama Republik Indonesia, pengertian ibadah haji sendiri adalah rukun Islam kelima dengan bentuk berupa ibadah ritual yang diselenggarakan satu kali dalam satu tahun, yaitu di bulan Dzulhijjah saja.

Haji merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang sudah mampu secara materiil, fisik, dan ilmu pengetahuan untuk pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Sementara, ibadah umrah adalah kegiatan berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan berbagai amalan di tanah haram, seperti thawaf, sa’i, tahallul atau bercukur semata-mata mengharap rida Allah SWT.

Umrah bisa disebut juga sebagai kegiatan berziarah.

Masih bingung perbedaan antara kedua kegiatan ini?

Jangan khawatir!

Sebab ada beberapa 6 perbedaan haji dan umrah lainnya yang bisa kamu ketahui berikut, melansir berbagai sumber.

6 Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah

Ibadah haji

Sumber: AFP

1. Perbedaan Haji dan Umrah dari Sisi Hukum

Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima.

Hukum menunaikan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu secara materiil dan fisik.

Dalil tentang kewajiban haji juga dijelaskan dalam Al Quran. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ali ‘Imran ayat 97 sebagai berikut:

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya:”Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kewajiban haji ini hanya berlaku sekali seumur hidup. Adapun, pelaksanaan haji berikutnya hukumnya adalah sunnah.

“Haji itu wajibnya hanya satu kali, dan selebihnya adalah sunnah.” (HR. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah)

Sedangkan ibadah umrah adalah wajib menurut sebagian ulama dan sunnah menurut sebagian yang lain.

Artinya, ada perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait hukum umrah.

Hukum wajib dalam umrah merujuk pada Al Quran sebagaimana dalam surat Al Baqarah ayat 196.

Sedangkan, umrah yang hukumnya sunnah merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi.

“Nabi pernah ditanya mengenai umrah, Apakah umrah wajib? Beliau menjawab tidak, dan ketika kau umrah maka itu lebih baik bagimu.” (HR. al-Tirmidzi).

Namun, para ahli hadits berpendapat bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi di atas adalah lemah (dhaif).

2. Perbedaan Haji dan Umrah dari Sisi Waktu

Perbedaan Haji dan Umrah

Sumber : Media Indonesia

Ibadah haji hanya diadakan sebanyak 1 kali dalam setahun dan dilaksanakan pada puncak musim haji.

Penetapan bulan haji sendiri ditetapkan berdasarkan syarat.

Umumnya, ibadah haji biasanya dilaksanakan mulai bulan syawal hingga hari raya Idul Adha.

Di sisi lain, ibadah umrah bisa dilakukan kapanpun oleh umat Muslim tanpa memandang waktu pelaksanaan.

Jadi kamu bisa melakukannya sepanjang tahun.

3. Perbedaan Haji dan Umrah dari Sisi Rukun

Perbedaan Haji dan Umrah

Sumber : republika

Terdapat serangkaian amalan yang harus dikerjakan baik saat haji maupun umrah.

Melansir dari buku Panduan Ibadah Haji dan Umrah oleh Retno Widyani dan Mansyur Pribadi, ada perbedaan jumlah amalan atau rukun antara haji dan umrah.

Rukun haji terdiri atas ihram, wukuf, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib.

Sedangkan umrah hanya terdiri dari ihram, tawaf umrah, sai, dan tahallul.

4. Perbedaan Haji dan Umrah dari Sisi Tempat

Perbedaan haji dan umrah

Sumber : republika

Ibadah haji mewajibkan semua jamaah untuk melakukan rukun yang dikerjakan di luar Mekkah.

Rukun-rukun tersebut antara lain wukuf di Arafah, melempar jumroh di Mina, dan mabit atau menginap di Muzdalifah.

Sedangkan ibadah umrah umumnya dilakukan di Mekkah, kemudian rombongan jemaah umrah pergi berziarah ke Madinah.

5. Perbedaan Haji dan Umrah dari Sisi Fisik dan Waktu

Perbedaan haji dan umrah

Sumber : republika.co.id

Ibadah haji memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan umrah.

Oleh karena itu, persiapan ibadah haji lebih lama dan panjang guna mempersiapkan fisik serta mental jamaah.

Terutama bagi jamaah yang sudah lansia.

6. Perbedaan Haji dan Umrah dari Jumlah Jamaah

Perbedaan haji dan umrah

Sumber : Media Indonesia

Ibadah haji memiliki kuota yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Jadi masyarakat yang belum mendapatkan kuota ibadah haji terpaksa harus menunggu sampai kuota antrinya tercapai.

Sedangkan untuk umrah sendiri tidak ada kuota tertentu yang harus dipenuhi karena bisa dilaksanakan sepanjang tahun.

Nah, itulah 6 perbedaan ibadah haji dan umrah yang bisa kamu ketahui dengan mudah.

Semoga bermanfaat, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Vittoria Residence Jakarta Barat.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.


Tag: , ,


Christantio Utama
Christantio Utama

Penulis Rumah123.com yang belajar tentang Properti dan Keuangan.
Karena memiliki rumah adalah impian dan investasi adalah kewajiban.