tips sehat di rumah obesitas- rumah123.com Ilustrasi Anak Obesitas. Seorang Anak Obesitas di Karawang, Jawa Barat Meninggal Dunia. Dia Juga Menderita Asma. Kamu Perlu Mengetahui Mengenai Obesitas dan Juga Cara Mencegahnya Pada Anak (Foto: Rumah123/Getty Images)

Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang menderita obesitas meninggal dunia. Apa yang dimaksud dengan obesitas dan bagaimana mencegahnya.

Satia Putra yang berusia tujuh tahun meninggal pada Sabtu (28/9/2019) pada pukul 22.00 WIB (Waktu Indonesia Barat). Bocah ini tinggal bersama orang tuanya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Laman berita online Detik.com melansir bahwa Satia juga menderita asma. Penyakitnya kumat. Orang tuanya sempat ingin membawa Satia ke rumah sakit, namun tidak bisa mendapatkan mobil pinjaman.

Baca juga: Tips Sehat: Biasakan Menyantap Makanan Sehat Saat Berbuka Puasa

Ayahnya, Sarli (50 tahun) berinisiatif untuk membawa Satia menggunakan kendaraan motor roda tiga. Sayangnya, saat kendaraan didapatkan, putranya sudah menghembuskan nafas terakhir.

Satia sempat membuat heboh lantaran bocah berusia tujuh tahun ini memiliki bobot tubuh mencapai 110 kilogram (kg). Dia sempat mempunyai berat 97 kg, namun kemudian bobotnya naik tajam.

Situs berita online Kompas.com pernah mengutip bahwa berat ideal anak berusia tujuh tahun adalah 23 kilogram. Nah, bisa dibayangkan kalau Satia memiliki bobot empat kali lipat dari berat normal.

Baca juga: Tips Sehat: Ingat Rumus 2-4-2 Supaya Ga Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

Tim medis RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Karawang sempat menawarkan operasi pemotongan lambung. Namun, orang tua Satia menolaknya.

Anak yang mengalami obesitas yang sempat viral adalah Arya Permana asal Karawang. Bocah berusia 13 tahun ini memiliki berat mencapai 192 kilogram!

Arya sempat menjalani operasi di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) di Bandung, Jawa Barat. Sekarang, bobotnya tinggal 85 kg. Dia telah menjalani sejumlah operasi.

Apa Sih Obesitas dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Situs kesehatan Alodokter.com memberikan penjelasan bahwa obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibandingkan aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Jika terjadi dalam jangka waktu lama, akan menambah berat badan sehingga mengalami obesitas.

Pada 2016, badan dunia yang menangani kesehatan WHO pernah melansir bahwa 340 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat berlebih.

Adanya penumpukan lemak tubuh ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

Tips Mencegah Obesitas Pada Anak dan Balita

Pastinya kamu sering bertemu anak-anak dan balita yang gemuk dan menggemaskan. Jika hanya montok, tentu tidak bermasalah. Namun, hati-hati jika anak-anak kamu atau keponakan memiliki bobot tubuh yang berlebih.

Situs Kalbestore.com memberikan tiga cara untuk mengatasi obesitas pada anak. Pertama, menerapkan pola makan yang sehat.

Orang tua harus bisa membuat anak menyukai sayuran dan buah-buahan. Biasakan anak menyantap makanan yang sehat, menghindari makanan dengan kandungan gula tinggi, makanan dengan pengawet atau makanan dengan bumbu tambahan.

Baca juga: Tips Sehat: Cara Atasi Cegukan Terus Menerus Seperti yang Menimpa Sandiaga Uno

Kedua, jangan biasakan mengemil kecuali makanan yang sehat. Anak-anak pastinya suka mengemil. Namun, pastikan kalau camilan merupakan kudapan yang dibuat di rumah atau kamu bisa menyediakan buah-buahan segar.

Ketiga, mengajak anak melakukan aktivitas fisik. Saatnya mengalihkan perhatian anak dari ngemil dengan mengajaknya bermain. Usahakan untuk mengajak anak bermain di luar ruangan. Ajak anak untuk berlari, naik sepeda, berenang, dan lainnya.

Bagikan: 2273 kali