seniman indonesia IndieMarketFest Blog

Para pekerja seni dan informal kerap mengeluhkan susahnya mendapatkan KPR rumah karena pekerjaannya. Lantas, mengapa KPR untuk seniman dan pekerja informal kerap ditolak? Yuk cari tahu selengkapnya di sini!

Siapa yang tak kenal sosok Dian Sastrowardoyo, sosok yang satu ini dikenal sebagai salah satu aktris terpopuler di Indonesia. 

Sudah belasan judul film Indonesia telah ia bintangi, belum lagi Dian juga menjadi bintang iklan di banyak produk ternama. 

Pekerjaannya sebagai seniman pun menghasilkan pundi-pundi rupiah yang cukup tebal. 

Namun, ternyata Dian pernah mengalami hal yang tak menyenangkan saat mengajukan KPR rumah

Sebab, pekerjaannya justru jadi penyebab KPR rumah yang diajukannya ditolak oleh bank.

Dian Sastro hanya satu dari banyaknya pekerja seniman dan informal yang kerap ditolak bank saat mengajukan KPR alasannya beragam, mulai dari tak memiliki slip gaji hingga tak mempunyai surat keterangan pegawai. 

Consumer Loan Head Bank Mandiri Richard Tuwaidan memberikan pendapatnya terkait fenomena ini. 

Menurutnya, siapapun dapat mengajukan KPR asal bisa memenuhi persyaratan yang diberikan bank, termasuk seniman dan pekerja informal.

“Untuk pekerja seni dan informal,sebenarnya tetap dapat mengajukan KPR selama dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh bank,” ujar Richard Tuwaidan, Consumer Loan Head Bank Mandiri saat dihubungi tim Rumah123, (9/2).

Penentuan Layak atau Tidak dengan Kredit Scoring

credit scoring sumber: okezone

Untuk menentukan apakah seseorang layak atau tidak menerima pinjaman, bank biasanya menggunakan sistem credit scoring. 

“Kredit scoring biasanya menganalisa ada istilah 5C, yakni character, capacity, capital, condition, dan collateral. 

Dari 5C itulah biasanya salah satu syarat yang diperlukan adalah kontrak kerja dari seniman maupun pekerja informal tersebut.

Biasanya, bank melihat atas dasar kontrak kerja dan memverifikasi sumber pendapatan dari pekerja informal tersebut. 

Namun, tak semata-mata hanya kontrak kerja, namun juga bukti pembayaran seperti rekening bank. 

Hak Cipta Bisa Dijadikan Jaminan Kredit Rumah

ilustrasi hak cipta sumber: liputan6.com

Selain kontrak kerja, Richard menjelaskan bahwa hak cipta juga bisa jadi salah syarat lain yang bisa digunakan sebagai bukti sumber penghasilan. 

“Bisa juga karena di dalam hak cipta tentunya ada underlying seperti royalti untuk memverifikasi. Misalnya royalti dibayarkan selama 10 tahun, maka nanti panjang tenornya juga akan disesuaikan,” ujar Richard. 

Menurutnya, apapun profesinya, asalkan bisa memberikan bukti kepada bank tentang kemampuan finansial dari orang tersebut maka KPR tentu dapat diterima. 

Tips Mengajukan KPR untuk Seniman dan Pekerja Informal

kpr online

Richard juga membagikan beberapa tips mengajukan KPR untuk seniman dan pekerja informal. 

Dalam mengajukan KPR, pastikan persyaratan dokumen telah dilengkapi serta uang DP sudah disiapkan sesuai dengan harga rumah.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengambil KPR yang sesuai dengan kemampuan atau penghasilan dari orang tersebut. 

“Disesuaikan juga harga rumah dengan kemampuan orang tersebut. Untuk kasus seniman, mungkin bisa dilihat dari royalti, kontrak kerja, dan hak cipta,” tambah Richard.

Tak hanya itu, sebaiknya orang tersebut juga mempunyai histori kredit bersih. 

Namun, jika sudah terlanjur memiliki utang, pastikan rasionya juga tak terlalu besar. 

Terakhir, Richard menyampaikan agar memilih rumah yang layak jika ingin mengajukan KPR. 

“Maksudnya begini, bukan berarti (mereka) ditolak karena tak mampu membayar, namun bisa jadi rumah yang ingin mereka beli tak layak. Misalnya, rumah dekat kuburan, di bawah tegangan listrik tinggi, dekat pombensin, atau ada kemungkinan terkena pelebaran jalan,” tambahnya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Premier Estate 3 hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
293 kali