kereta cepat jakarta-surabaya- rumah123.com Ilustrasi Kereta Cepat. Pemerintah Indonesia dan Jepang Akan Menandatangani Kerja Sama Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jakarta dan Surabaya akan terhubung dengan kereta cepat. Pemerintah Indonesia dan Jepang akan menjalin kerja sama pembangunan kereta ini.

Pemerintah Indonesia dan Jepang bakal menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Sejumlah media menyatakan kereta cepat, kereta semi cepat, atau kereta kencang.

Situs berita online Beritagar.id mengutip pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa MoU akan ditandatangani dalam waktu dekat. Dia menyatakan hal ini pada Minggu (15/9/2019).

Baca juga: Kereta Bandara Rute Stasiun Bekasi-Bandara Soetta Tidak Lagi Beroperasi

Sebenarnya, proyek ini sudah lama terdengar. Sebelumnya, proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Surabaya pada akhir 2016 atau awal 2017. Proyek ini memang terkendala masalah peminat.

China berminat untuk mengerjakan proyek kereta ini. China juga sedang mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Budi menyatakan tidak ada kerja sama dengan China untuk mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Jepang sendiri sudah membantu Indonesia dalam membangun MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Jepang Telah Melakukan Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan bahwa draft pra-studi kelayakan tengah disusun oleh Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kementerian Perhubungan menginginkan anggaran proyek berada di kisaran Rp60 triliun. Terkait mengenai anggara, JICA belum menyetujui permintaan Indonesia.

Chief Representative of JICA Indonesia Office Shinichi Yamanaka mengungkapkan anggaran baru diketahui studi kelayakan (feasibility study) selesai dikerjakan.

Studi kelayakan direncanakan selesai pada pertengahan 2020. Setelah itu, proses pembangunan kereta cepat akan dilakukan. Zulfikri menyatakan pengerjaan konstruksi kereta cepat ini akan memerlukan waktu dua hingga tiga tahun. Proyek pembangunannya diproyeksikan selesai pada 2023 mendatang.

Sebagian Jalur Kereta Cepat Didesain Melayang

Sebagian jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya ini akan didesain melayang atau elevated. Hal ini dilakukan karena jalur kereta melintasi kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Ada jalur sepanjang 56 kilometer yang dirancang elevated. Sedangkan sisanya yang berada di luar kota akan dibuat jalur biasa agar lebih efisien.

Selain itu, ada kendala lain yang dihadapi dalam proyek pembangunan ini yaitu adanya 1.992 perlintasan sebidang baik yang resmi maupun tidak resmi di sepanjang jalur kereta Jakarta-Surabaya. Untuk mengatasinya, perlu ada underpass (jalan bawah tanah) atau flyover (jalan layang) agar kereta bisa melaju dengan kencang.

Baca juga: Jepang Perkenalkan Kereta Cepat Terbaru, Punya Kecepatan 400 Kilometer Per Jam

CNN Indonesia pernah melansir bahwa kereta cepat Jakarta-Surabaya harus bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 145 kilometer per jam. Maksimal hanya ada tiga pemberhentian pada jalur sepanjang 720 kilometer. Kemungkinan kereta hanya berhenti di Cirebon, Jawa Barat atau Semarang, Jawa Tengah.

Dengan begitu, kereta cepat bisa menghubungkan Jakarta-Surabaya dalam waktu 5 hingga 5,5 jam saja. Sebelumnya, kereta Jakarta-Surabaya memerlukan waktu sembilan jam.

Bagi kamu yang berencana untuk berinvestasi di Surabaya atau malah sebaliknya, kereta cepat ini bisa menjadi alternatif transportasi selain pesawat terbang.

Baca juga: Yuk, Lihat Empat Stasiun Baru Kereta Cepat Haramain di Arab Saudi

Bagikan: 1268 kali