kereta bandara- rumah123.com Ilustrasi Kereta. Operator Kereta Bandara, PT Railink Menghentikan Operasional Kereta Bandara Rute Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta Mulai Minggu, 8 September 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kereta rel listrik bandara rute Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta tidak lagi beroperasi. Namun, ada kemungkinan rute ini akan beroperasi lagi kelak.

Operator kereta bandara PT Railink menghentikan operasional kereta bandara rute Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta mulai Ahad (8/9/2019). Stasiun Bekasi berada di Bekasi, Jawa Barat sementara Bandara Soekarno Hatta berlokasi Tangerang, Banten.

Laman berita online Kompas.com mengutip pernyataan Humas PT Railink, Dyah Suryandari yang membenarkan informasi tersebut. Kereta bandara tidak lagi melayani rute Stasiun Bekas-Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga: Kereta Bandara Yogyakarta Sudah Beroperasi, Buat yang Mudik Jangan Lupa Naik

Namun, Dyah menyatakan kalau penghentian operasional kereta bandara ini disebut belum tetap atau masih ada kemungkinan kereta ini akan dioperasikan kembali pada masa mendatang.

Situs berita online CNN Indonesia melansir kereta bandara rute Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta resmi beroperasi pada 19 Juni 2018. Rute ini memiliki empat jadwal keberangkatan setiap harinya.

Saat pertama kali beroperasi, harga tiket perdana rute ini sebesar Rp60 ribu. Harga tiket sempat naik Rp100 ribu untuk satu kali perjalanan.

Baca juga: Ada Diskon 50% Tiket Kereta Bandara Soetta, Caranya Gini!

Pada Juli 2019, Railink memberikan potongan harga atau diskon separuh harga. Penumpang hanya perlu membayar Rp50 ribu.

Sementara untuk penumpang yang melakukan perjalanan dari Stasiun BNI City dan Stasiun Duri, mereka harus membayar Rp40 ribu untuk satu kali perjalanan. Penumpang yang berangkat dari Stasiun Batuceper hanya membayar tiket sebesar Rp20 ribu.

Optimalisasi Stasiun Manggarai Sebagai Pusat Kereta Bandara

Dyah mengungkapkan alasan pemberhentian operasional kereta bandara rute Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta. Keputusan ini bertujuan untuk mengotimalkan operasional kereta bandara di Stasiun Manggarai, Jakarta.

Stasiun Manggarai akan difungsikan menjadi pusat perjalanan atau hub dari sejumlah kereta mulai dari kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, kereta jauh ke luar Jakarta, dan juga kereta bandara.

Saat ini, Stasiun Manggarai sedang direnovasi. Sejumlah bangunan baru ditambahkan, tidak jauh dari lokasi bangunan lama.

Kereta Bandara Merupakan Usaha Patungan PT KAI dan PT Angkasa Pura

Railink yang merupakan operator kereta bandara adalah perusahaan patungan atau joint venture antara dua BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang juga berstatus Persero.

Dua perusahaan ini adalah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dengan saham sebesar 60 persen dan PT Angkasa Pura II (PT AP II) dengan jumlah saham 40 persen.

Saat ini, Railink baru mengoperasikan dua kereta bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten dan Bandara Kualanamu di Sumatera Utara. Kereta bandara di Bandara Kualanamu menjadi layanan pertama yang dioperasikan pada 2013. Selanjutnya baru layanan kereta bandara di Bandara Soekarno-Hatta dioperasikan pada 2017.

Nantinya, Railink juga akan mengoperasikan kereta bandara untuk Bandara Kertajati di Jawa Barat, Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Yogyakarta, dan Bandara Solo di Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Inilah Wajah Stasiun Kereta Api Bandara di Jakarta

Bagikan: 2414 kali