surabaya lrt mrt art- rumah123.com Pemerintah Provinsi Jawa Timur Memiliki Tiga Pilihan Transportasi Massal untuk Surabaya yaitu MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), dan ART (Autonomous Rail Rapid Transit) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Gubernur Jawa Timur ingin Surabaya memiliki transportasi massal yaitu MRT dan LRT. Menteri Perhubungan memberi masukan lain, ART.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membangun transportasi massal seperti MRT dan LRT. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat mengungkapkannya beberapa waktu lalu.

Khofifah sempat memperlihatkan tampilan MRT dan LRT melalui akun Instagram. Mantan Menteri Sosial ini menyakini kalau pembangunan transportasi massal di Surabaya akan dilakukan secepatnya.

Baca juga: Jawa Timur Akan Miliki MRT dan LRT yang Menghubungkan Surabaya dan Sekitarnya

Ibu kota provinsi Jawa Timur ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dari jumlah penduduk. Laman berita Katadata.co.id melansir jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai 2,9 juta jiwa. Kota dengan penduduk terbanyak tentu saja Jakarta dengan jumlah penduduk 10,4 jiwa pada 2018.

Seperti juga Jakarta, Surabaya memiliki metropolitan bernama Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Hal ini sama dengan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)

Gerbang Kertasusila adalah metropolitan kedua terbesar di Indonesia setelah Jabodetabek. Jumlah penduduknya juga bersaing dengan metropolitan Bandung dan sekitarnya.

Baca juga: Kereta Bandara Surabaya Akan Dibangun Pada 2021

Laman berita CNBCIndonesia.com melansir jumlah penduduk di kawasan ini mencapai 12 juta. Surabaya dan sekitarnya memang membutuhkan transportasi publik atau transportasi massal.

Khofifah meminta masukan dari pemerintah pusat terutama Kementerian Perhubungan mengenai moda transportasi yang cocok. Ada sejumlah pilihan termasuk menggunakan badan jalan atau berupa jalan layang.

Menteri Perhubungan Memilih Bangun ART di Surabaya

Khofifah mengikuti rapat untuk membahas percepatan pembangunan transportasi di Jawa Timur. Rapat ini digelar di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi bersama Kementerian Perhubungan.

Laman berita online Kumparan.com menyitir pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menyatakan Kementerian Perhubungan akan membangun ART (Autonomous Rail Rapid Transit) di Gerbang Kertosusila.

ART merupakan transportasi kombinasi antara kereta dan bus yang digerakkan oleh listrik. Transportasi ini tidak menggunakan rel.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Waktu Tempuh 5,5 Jam dan Tiket Rp400 Ribu

Budi menyatakan pembangunan LRT terbilang LRT. Dia menyarankan agar Pemprov Jawa Timur membangun ART yaitu kereta berbasis ban. Dia mengharapkan ada kombinasi penggunaan elevated (jalan layang) dan jalan raya.

Kementerian Perhubungan akan melakukan uji coba ART untuk rute sepanjang 5-7 kilometer. Selanjutnya, BUMD (badan usaha milik daerah) yang akan mengelola ART.

Jika uji coba berlanjut, maka Kementerian Perhubungan akan melanjutkan pembangunan ART untuk memiliki rute lanjutan. Budi memperkirakan pembangunan ART akan menelan dana hingga Rp1,8 triliun untuk rolling stock dan juga jalur. Pembangunan ART akan memakan waktu hingga empat tahun.

Baca juga: LRT Akan Dibangun di Surabaya, 3 Investor Asing Tertarik Membangun

ART memang relatif belum dikenal di Indonesia. Sebenarnya, transportasi massal ini juga akan dihadirkan di ibu kota negara yang baru. Indonesia akan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke lokasi baru yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

ART sudah hadir di Hunan, China sejak 2 Juni 2017. Transportasi ini merupakan kombinasi kereta, bus, dan trem. Transportasi ini mirip trem dan kereta, namun bisa bergerak bisa layaknya bus lantaran tidak memiliki rel.

Bagikan:
835 kali