generasi milenial- Rumah123.com Generasi Milenial di Kanada Membutuhkan Waktu Hingga 29 Tahun untuk Mengumpulkan Uang Muka Atau Down Payment (DP) Jika Ingin Membeli Rumah di Kota Besar Seperti Vancouver (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kabar buruk bagi generasi milenial Kanada. Mereka perlu waktu 29 tahun hanya untuk mengumpulkan uang muka (down payment) membeli rumah.

Sebuah lembaga yang peduli dan rutin memberikan advokasi kepada milenial Kanada, Generation Squeeze mengadakan riset terbaru. Hasilnya memang di luar dugaan.

Generation Squeeze melansir hasil berapa lama generasi milenial Kanada memerlukan waktu lama untuk menabung uang muka. Mereka yang tinggal di Victoria memerlukan waktu 17 tahun.

Baca juga: Berapa Lama Generasi Milenial Nabung DP Rumah? 32 Tahun!

Kaum milenial yang tinggal di Kelowna, British Columbia membutuhkan waktu hanya 13 tahun. Mereka yang tinggal di Kitchener, Ontario malah hanya memerlukan waktu 12 tahun.

Namun, bagi mereka yang tinggal di kota besar harus menemukan kenyataan pahit. Kaum milenial di Toronto harus memerlukan waktu 21 tahun.

Yang lebih berat lagi adalah mereka yang berada di Vancouver. Generasi milenial di kota ini memerlukan waktu 29 tahun. Hmm, ini sih sama waktunya dengan menyicil KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Baca juga: Hanya Generasi Milenial yang Berani Beli Rumah Berhantu

Jangka waktu ini sebenarnya masih mendingan dibandingkan dengan yang dihadapi oleh generasi milenial Amerika Serikat. Bagi mereka yang berpenghasilan rata-rata, maka membutuhkan waktu 36 tahun untuk mengumpulkan DP di New York dan Miami.

Sementara angkanya melonjak naik jika tinggal di San Franciso, mereka memerlukan waktu 40 tahun untuk menabung uang muka. Lebih gila lagi kalau tinggal di Los Angeles, mereka membutuhkan waktu 43 tahun untuk mengumpulkan DP. Hmm, terus kapan nyicil KPR-nya nih?

 

Penghasilan Harus Naik Atau Harga Rumah Harus Turun

Kenyataan pahit ini memang tidak terelakkan. Harga hunian memang selalu naik, sementara kenaikan penghasilan tidak pernah bisa mengejarnya.

Tim peneliti Generation Squeeze, Paul Kershaw menyatakan hal ini memerlukan langkah konkrit dari pemerintah dan pihak terkait lainnya.

“Kami menganggap ide kalau oke saja jika pasar perumahan memang sangat buruk bagi generasi muda Kanada saat ini, apakah bagi pemilik rumah atau para penyewa yang menghadapi uang sewa tinggi,” ujar Kershaw seperti dikutip oleh Vice.com.

Pendapatan tahunan generasi milenial harus naik dua kali lipat hingga USD 93.400 (Rp1,3 miliar) agar rata-rata anak muda bisa membeli hunian terjangkau. Nilai tukar yang digunakan adalah Rp13.900-an.

Organisasi perumahan dan perkreditan Kanada atau Canada Mortgage and Housing Corporation (CMHC) mendefinisikan hunian terjangkau dengan harga propreti yang tidak lebih dari 30 persen penghasilan sebelum pajak.

Namun, ada pilihan lainnya. Harga rumah harus turun 44 persen dari harga saat ini sekitar USD 508 ribu (Rp7 miliar) menjadi USD 223 ribu (Rp3,1 miliar). Semua hal ini menggambarkan betapa kesenjangan ini muncul.

Jika membandingkan dengan 43 tahun lalu, pada 1976, maka keadaan tidak separah ini. Mereka yang berusia 25 hingga 34 tahun dan bekerja secara penuh hanya memerlukan waktu lima tahun untuk menabung uang muka sebesar 20 persen dari rata-rata harga rumah saat ini.

Sementara saat ini, generasi milenial Kanada membutuhkan waktu rata-rata 13 tahun untuk melakukan hal yang sama. Bisa dibayangkan betapa kenaikan yang tinggi, meski sebenarnya dalam jangka waktu yang lama.

Bagikan: 1934 kali