Budidaya jagung menjadi salah satu bisnis pertanian yang menjanjikan. Tertarik mencoba? Ini dia langkah-langkahnya!

budidaya jagung

Jagung dikenal sebagai salah satu tanaman pokok di beberapa di Indonesia. 

Untuk membudidayakan tanaman ini pun terbilang tak sulit, terutama jika kamu menanamnya di kebun.

Jagung sendiri dapat dioleh menjadi berbagai makanan.

Hal ini membuat banyak orang memburu jagung untuk menjadi masakan di rumah.

Mulai dari nasi jagung, bakwan jagung, hingga berondong jagung. 

Beberapa hal itulah yang membuat banyak orang tertarik untuk membudayakan jagung.

Namun, sebelum memulainya, kamu perlu mempelajari beberapa teknik agar budidaya jagung berhasil. 

Langkah-Langkah Budidaya Jagung dengan Mudah

Jika kamu ingin membudidayakannya di tempatmu, ada beberapa teknik agar budidaya yang kamu lakukan berhasil.

Berikut enam langkah dasar untuk membudidayakan jagung:

1. Memilih Bibit Jagung

Hal pertama yang harus dilakukan dalam budidaya jagung adalah memilih bibit berkualitas. 

Kamu bisa mendapatkan bibit jagung di toko-toko pertanian.

Ada beberapa jenis bibit jagung yang biasanya disediakan.

Mulai dari bibit kenis hibrida, jagung manis, dan lain sebagainya. 

2. Olah lahan dan Bersihkan Gulma pada Lahan

Lahan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam budidaya tanaman jagung.

Sebab hal ini akan menentukan pertumbuhan jagung yang ditanam. 

Pastikan tanah yang ditanami jagung benar-benar subur.

Selain itu, tanah juga harus mengandung unsur hara yang banyak. 

Jagung tergolong tanaman yang tak rewal.

Sebab ia bisa ditanam di bagian tanah andosol, latosol, grumosol, dan jenis tanah lainnya. pH yang sesuai untuk jagung berada di angka 5,6 – 7,5.

Jangan lupa untuk pastikan dulu kesuburan tanah yang kamu miliki. 

3. Cara Menanam Jagung di Lahan

Setelah mendapatkan bibit jagung unggul dan mengolah lahan, cobalah untuk menanam jagung.

Kondisi yang paling sesuai untuk menanam jagung adalah kondisi tanah sedang lembab.

Pastikan tanah tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. 

Petani lokal biasanya menggunakan jarak tanam jagung antara 100 cm x 40 cm.

Lalu, masukkan dua biji pada satu lubang tanam. Untuk kedalaman lubang tanam biasanya pada angka 3-5 cm. 

Baca Juga: Cara Budidaya Jamur Tiram di Lahan 3x4 Meter untuk Pemula

4. Berikan Pupuk pada Tanaman Jagung

Pada beberapa bagian pertama pada pemupukan tanaman jagung, kamu bisa menggunakan pupuk dasar. 

Pupuk dasar yang diberikan biasanya berjenis pupuk organik.

Misalnya pupuk kandang, pupuk kompos, dan berbagai jenis pupuk organik lainnya. 

Tanaman jagungmu akan menyerap beberapa unsur yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Unsur ini seperti fosfor, nitrogen, dan kalium.

Ketiga unsur tersebut akan dibutuhkan pada fase pertumbuhan dan masa pembuahan. 

5. Memelihara Jagung

Dalam masa pertumbuhan, ada kemungkinan jagung akan bisa diserang oleh hama.

Untuk itu, tanaman jagung membutuhkan pemeliharaan yang tepat.

Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan seperti penyulaman, penjarangan, pembubuan, pengairan, dan pemupukan susulan. 

- Penyulaman

Lakukan penyulaman jika kamu hendak melihat jagung yang terhambat pertumbuhannya.

Lalu, gantilah dengan tanaman yan baru.

Dalam melakukan penyulaman, jangan sampai kamu terlambat. Maksimal waktu yang butuhkan biasanya hanya satu minggu. 

- Penjarangan

Tak hanya penyulaman, kamu juga bisa melakukan penjarangan dan mengontrol tanaman jagung secara berkala. Penjarangan biasanya dilakukan pada jagung yang berumur satu minggu. 

- Pembubunan

Pembubunan dilakukan dengan cara menggali parit antar bedengan dan tanah di balik bagian perakaran tanaman. 

Hal ini di maksudkan agar tanaman jagung tidak mudah rebah dan membuatnya lebih kokoh untuk menompang batang dan calon buah yang akan tumbuh. 

Galian pada parit memungkinkan air untuk masuk. Air itu akan diserap oleh tanaman dengan mudah. 

 - Pemupukan

Untuk pemupukan, coba taburkan beberapa pupuk kandang. Selain itu, kamu juga bisa memberikan nutrisi pada tanaman. 

- Pengairan

Air adalah salah satu faktor penting untuk tanaman jagung, baik di awal hingga nanti panen. 

Ada beberapa fase jagung yang membutuhkan banyak air, salah satunya fase bunga. 

Fase ini akan tumbuh pada usia tanaman 45-55 hari setelah ditanam.

Begitu juga dengan fase pengisian biji yang berada pada usia 50 – 80 hari dihitung setelah tanam. 

- Cegah Hama dan Penyakit

Ketika tanaman jagung sedang tumbuh, akan selalu ada penghambat. 

Ada beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman jagung.

Hama-hama tersebut seperti ulat tanah, hama lundi, ulat daun, lalat bibit, ulat tentara dll.

Penyakit tanaman jagung saat diserang hama biasanya adalah bercak ungu, cendawan dan karat.

Baca Juga: 5 Inspirasi Rak Dinding untuk Tanaman hias, Bikin Rumah Terlihat Segar

6. Panen Jagung

Penentuan usia tanaman jagung yang dipanen biasanya tergantung pada konsumen. 

Jika kamu menargetkan panen jagung jenis baby corn atau jagung pakan, waku yang dibutuhkan tentu akan lebih cepat. 

Namun, kamu harus berhati-hati saat memanennya.

Jangan sampai pemanenan dilakukan terlalu lama karena akan membuat banyak biji jagung menjadi rusak. 

Sementara untuk mengecek kematang biji jagung, cobalah kupas sample yang kamu punya.

Jika memang sudah sesuai dengan yang diharapkan, kamu bisa melakukan pemanenan. 

Semoga langkah-langkah budidaya jagung ni bisa bermanfaat!

Jangan lupa untuk mencari artikel dan informasi menarik lainnya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
4106 kali