Rumah Tongkonan merupakan salah satu jenis rumah adat yang harus dilestarikan. Simak fakta menarik Tongkonan Toraja selengkapnya. 

rumah tongkonan

Rumah Tongkonan merupakan salah satu rumah adat yang sangat unik dan memiliki daya tarik tersendiri saat berwisata di Tana Toraja. 

Budaya dan tradisi di Tana Toraja merupakan warisan dari leluhur yang tetap terjaga kemurniannya hingga saat ini, meski zaman sudah modern. 

Perlu diingat Tana Toraja merupakan salah satu wilayah di Sulawesi Selatan, tepatnya tujuh jam dari kota Makassar. 

Wilayah ini terkenal dengan budaya dan adat istiadatnya yang sangat kental, khususnya rumah tongkonan yang kaya akan filosofi dan kehidupan.

Tak ayal jika rumah adat tongkonan merupakan salah satu rumah adat yang sangat disukai oleh wisatawan mancanegara.  

Apa saja keunikan dan ciri khas pada rumah tongkonan? Simak pembahasannya bersama-sama!

Keunikan Rumah Adat Tongkonan menurut etnis Toraja

Secara harfiah, Tongkonan diambil dari kata “tongkon” yang berarti dalam bahasa Indonesia adalah “tempat duduk” atau “menduduki”.

Usut punya usut, istilah ini muncul berdasarkan fungsi rumah ini yang kerap dijadikan sebagai persinggahan para raja dan bangsawan. 

Jika dilihat secara saksama, Tongkonan di masa lalu fungsinya seperti sebuah balai pertemuan saat ini.

Para raja dan bangsawan terdahulu memang sering mengadakan pertemuan pada rumah ini.

Hal tersebut menjadi wajar, mengingat Tongkonan sarat akan makna bagi penduduk Toraja terlebih mengenai keputusan besar dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Meski demikian, rumah ini pun berubah fungsinya dari balai pertemuan warga menjadi rumah adat. 

Sejak peristiwa tersebut masyarakat mengenal Tongkonan sebagai sebagai salah satu rumah adat Toraja. 

Filosofi Tongkonan, rumah adat Sulawesi Selatan dengan nilai budaya yang sangat tinggi

Sebagai salah satu jenis rumah adat, pembangunan Tongkonan harus dipertimbangkan dengan sangat cermat. 

Baik dari bentuk, dekorasi rumah maupun posisi rumah selalu memiliki nilai maupun filosofi yang sangat kuat berdasarkan budaya setempat.

Hal tersebut juga berlaku pada rumah adat dari etnis Toraja ini. 

Ada banyak aspek filosofis yang perlu diketahui secara mendalam dengan nilai-nilai yang sangat besar dan penuh makna. 

Sebagai contoh, letak rumah adat ini harus menghadap ke bagian utara sebagai lokasi Yang Mahakuasa berada, atau bagian utara dunia. 

Makna rumah Toraja ini tidak hanya sekadar budaya dan adat istiadat saja, melainkan juga faktor religius antara hubungan dengan tuhan dan sesama manusia. 

Tak ayal jika rumah Toraja ini dimiliki secara turun temurun pada anggota keluarga maupun suku Tana Toraja. 

Selain itu, rumah adat ini juga memiliki fungsi sebagai pusat budaya, pembinaan masyarakat maupun kontrol sosial.

Baca juga: Ternyata Ini Arti Filosofi Rumah Adat Bali yang Kaya Unsur Budaya

Gambar rumah Tongkonan dan beberapa jenisnya yang sudah menjadi objek wisata

rumah tongkonan Sumber: TripAdvisor

Secara umum ada beberapa jenis Tongkonan yang memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. 

Rumah adat ini sangat bergantung pada penguasa maupun penghuni rumahnya secara turun temurun.

Beberapa jenis rumah adat Tongkonan antara lain:

1. Rumah Tongkonan Layuk

Tongkonan Layuk atau Tongkonan Pesio’ Aluk merupakan Tongkonan dengan makna Maha Tinggi atau Agung.

Hal ini disebabkan karena Tongkonan ini berfungsi sebagai bagian dari kontrol sosial maupun keagamaan.

Oleh sebab itu, selain menjadi rumah adat, Tongkonan juga menjadi bagian dari pusat perintah dan kekuasaan masyarakat Toraja di masa lampau.

2. Tongkonan Pekaindoran/Pekaimberan

Tongkonan Pekaindoran atau dengan nama lain seperti Tongkonan Pekamberan atau Tongkonan Kaparengesan. 

Rumah adat ini difungsikan sebagai pusat kendali bagi pemerintahan adat yang disesuaikan dengan aturan dari Tongkonan Pesio’ Aluk.

3. Tongkonan Toraja Batu A’riri 

Tongkonan ini berfungsi sebagai Tongkonan penunjang, yakni berfungsi dalam mengatur dan berperan dalam membina tatanan keluarga dan warisan Tongkonan. 

Sebab, kekeluargaan dan warisan budaya merupakan elemen yang sangat penting bagi etnis Toraja.

4. Tongkonan Marimbunna 

Tongkonan Marimbunna merupakan salah satu Tongkonan Wisata berupa peninggalan-peninggalan Marimbunna.

 Marimbunna adalah rumah dan pemandian yang berada di atas karang, liang batu yang diukir berbentuk perahu dan kerbau berdiri.

Kamu pun juga bisa menemukan jasad Marimbunna yang hanya tinggal tulang belulang saja, namun rambutnya tetap menempel pada dahi. 

5. Tongkonan Lingkasaile-Beloraya

Tongkonan ini merupakan yang pertama kali ada di daerah ini, tepatnya pada Desa Balusu.

Karakteristik utama pada rumah ini ada pada sisi atap rumah yang sudah tanaman paku dan dilengkapi oleh perabotan tempo dulu. 

Selain karakteristik tersebut, yakni jika melihat Tongkonan ini kamu pun bisa menolehnya kembali secara terus menerus. 

Pada Tongkonan ini juga terdapat kuburan yang disebut Liang Sanda Madao dan Rante Tendan yang digunakan untuk upacara adat pemakaman.

Baca juga: Rumah Adat Betawi, Hunian Khas Penduduk Asli Jakarta yang Penuh Filosofi

Jenis dekorasi rumah adat Toraja, Tongkonan

rumah tongkonan pekaindoran Sumber: Buku Tongkonan Mahakarya Arsitektur Tradisional Suku Toraja

Ada beberapa karakter umum mengenai dekorasi Tongkonan sebagai hunian para raja. 

Beberapa karakter dan ciri khas berikut ini akan kamu temukan pada Tongkonan saat berlibur di Tana Toraja.

- Dinding 

Karakteristik dinding pada rumah Toraja dapat berdiri dengan tegak meski dibuat tanpa paku atau unsur besi lainnya. 

Sebagai pengganti, dinding Tongkonan dibangun dengan menggunakan tanah liat sebagai perekatnya.

Sementara, bahan baku dinding dan sebagian besar rumah yang terbuat dari kayu uru yang banyak tumbuh di Sulawesi.

- Atap rumah 

Bila diperhatikan dengan seksama, keunikan yang sangat menonjol ada pada sisi bagian atap rumah.

Atap rumah ini memiliki karakter seperti sebuah perahu yang memiliki filosofi tersendiri.

Konon, atap tersebut merupakan pengingat terhadap leluhur masyarakat Toraja sebagai pelaut.

- Ukiran 

Ada empat jenis ukiran yang terpampang jelas pada Tongkonan, yakni : pa’barre allo, pa’tedong, pa’manuk londong, dan pa’sussuk.

Ukiran pa’barre allo merupakan ukiran dengan bentuk matahari atau bulan sebagai lambang dari sang pencipta.

Sementara, ukiran pa’tedong menyerupai kepala kerbau yang diletakkan pada tiang tegak lurus sebagai simbol kemakmuran. 

Kemudian, pa’manuk londong yang dicirikan dengan ayam jantan sebagai perlambang dari norma atau aturan manusia dari langit. 

Terakhir, pa’sussuk merupakan ukiran garis-garis lurus yang melambangkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam satu Tongkonan.

- Warna rumah adat 

Ciri khas yang tampak langsung pada Tongkonan adalah warna rumah adat yang sangat spesifik.

Terdapat empat warna umum sebagai dekorasi Tongkonan, yakni putih, merah, hitam, dan kuning.

Putih melambangkan daging dan tulang yang suci dan bersih.

Hitam melambangkan kematian dan kegelapan yang sangat pekat.

Warna merah melambangkan darah sebagai bagian dari kehdupan manusia.

Terakhir adalah warna kuning sebagai anugerah dan keagungan dari Yang Maha Kuasa.

- Tanduk kerbau 

Tanduk Kerbau merupakan elemen dekorasi yang cukup penting pada sebuah Tongkonan di Tana Toraja.

Umumnya, tanduk ini diletakkan di bagian depan rumah dan bertumpukkan.

Fakta unik mengatakan jika tanduk tersebut merupakan salah satu simbol dari strata sosial penduduk asli Toraja. 

Semakin tinggi strata sosialnya, tanduk tersebut akan semakin banyak hiasannya yang dipajang depan rumah tersebut.

Demikian fakta menarik mengenai filosofi dan karakteristik rumah Tongkonan Toraja yang penuh akan makna dan adat istiadat.

Tak hanya sekadar nilai-nilai yang baik dalam sosial, kebersamaan dan kerukunan etnis Toraja bisa menjadi contoh yang baik dalam membentuk wawasan kebangsaan.

Yuk, cari tahu inspirasi menarik mengenai inspirasi unik dan rumah adat selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
7255 kali