Marina Coastal Expressway Sumber : WSP.com

Banyaknya jalanan di Indonesia yang rusak sudah menjadi hal umum yang dikeluhan banyak orang.

Mulai dari jalan rusak, retak, hingga berlubang di sejumlah titik jalan tol dan jalan non-tol di seluruh Indonesia. 

Kondisi jalanan di Indonesia yang rusak ini tentu berbeda dengan koneidi jalan mancanegara seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, hingga Singapura. 

Lantas, banyak pertanyaan yang akhirnya muncul, yakni mengapa kualitas jalan di Indonesia tak sebagus negara-negara tetangga tersebut?

Terlalu Dikejar Target

ruas tol trans sumatera Sumber:  Antara

Melansir Kompas.com, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan pembangunan jalanan di Indonesia terlalu dikejar target sehingga mengabaikan kualitas. 

Bahkan, menurutnya, jalan tol yang dibangun lima tahun belakangan umumnya berada di tanah dengan kematangan buruk karena dikejar target. 

"Sementara penanganan alam dan tanah tidak bisa diterobos dengan cara lain kecuali memang harus sabar," kata Agus. 

 Hal ini jelas beda jauh dengan pembangunan jalan di luar negeri seperti ketiga negara di atas. 

"Di luar negeri, misalnya Singapuar dan Malaysia saja, pembangunan jalannya benar, tidak dikejar target, kematangan tanahnya juga dipikirkan," ucapnya. 

Kontraktor di Indonesia Kurang Paham Kondisi Lahan

Jalan Rusak Parah di Indonesia Sumber : Media Indonesia

Tak hanya itu, banyak kontraktor jalanan di Indonesia yang kurang memahami penanganan kondisi lahan suatu daerah. 

Agus menjelaskan, kontur tanah di Indonesia sangat beragam dan tidak semua tanahnya memiliki kepadatan yang sempurna. 

"Ada tanah urug, tanah gambut, tanah rawa seperti di Sumatera Selatan, itu penanganannya harus khusus tidak bisa terburu-buru," ucapnya. 

Menurut Agus, membangun jalan tidak hanya mengecor, membuat perkerasan, hingga meletakkan pondasi tiang pancang

Sebelum itu semua dilakukan, setiap kontraktor harus bisa memastikan dan menangani kondisi permukaan tanahnya terlebih dahulu. 

Misalnya di Jawa yang didominasi tanah urugan, harus dilakukan merata lapis demi lapis. 

Lapis pertama harus rata, matang, dan rigid. 

"Sampai tidak bergerak lagi baru timpa di atasnya lagi dan nanti kalau sudah matang dan menyatu semua, tidak ada rongga-rongga, baru dicor atau diaspal," jelasnya. 

Dengan penanganan tanah yang salah, maka akan berdampak buruk bagi kualitas jalan yang dibangun, seperti mudah retak, ambles hingga berlubang. 

"Terlebih di Sumatera yang banyak kendaraan seperti truk pengangkut logistik dengan muatan hingga puluhan ton. Kalau tidak benar penanganan tanahnya, maka jalan yang dibangun pasti akan mudah rusak," tutur dia. 

Komposisi Pembuatan Coran Buruk

Pengecoran Jalan Sumber : Kontraktor Jalan

Terakhir, Agus menyebut komposisi material coran jalanan di Indonesia juga terbilang buruk. 

"Saya membuktikan, bahwa pada waktu di jalanan diperbaiki sekarang itu batunya tidak di-crashing, tidak diremukkan jadi dia lepas dari coran semennya, sehingga mudah rusak," kata dia. 

Padahal, material batu untuk coran jalanan di Indonesia seharusnya di-crashing terlebih dahulu agar kualitasnya lebih baik. 

"Kontraktor tidak melakukan itu dengan alasan menghemat. Nah menghemat atau dikorupsi saya tidak tahu. Itu yang menyebabkan jalan di Indonesia mudah rusak, bergelombang dan sebagainya," terangnya. 

Jika kemudian ada penilaian kualitas jalanan di Indonesia buruk dibanding Malaysia atau negara lainnya, imbuh Agus, karena faktanya demikian. 

"Beda penangannya, beda pula hasilnya. Di sini asal bangun, dan cepat-cepat. Di mancanegara harus pas betul," lanjutnya. 

Pembangunan jalan yang asal-asalan dan terburu-buru ini justru akan menimbulkan ongkos lebih besar dan mahal karena mudah rusak.

Tak heran jika biaya operasi, perawatan, hingga perbaikan yang dibebankan kepada operator jalan tol akan sangat mahal. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti The Villas hanya di www.rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!

Bagikan:
411 kali