Rumah tumbuh, adalah solusi untuk kamu yang mau membangun hunian impian, namun memiliki dana terbatas.

Ketika kamu memiliki rencana untuk membangun sebuah hunian, rasanya kamu mau merealisasikan seluruh ide di benakmu, dan membuatnya sebaik mungkin dalam satu waktu. Namun tentu saja, bujet yang terbatas seringkali menjadi kendala di sini. Pada akhirnya, rumah yang dibangun akan dibuat seadanya, sesuai dengan bujet yang tersedia.

Padahal, kamu bisa loh mengakalinya dengan membangun rumah berkonsep rumah tumbuh. Apa itu rumah tumbuh? Berikut penjelasan selengkapnya dari Rumah123.com.

Rumah tumbuh, konsep membangun rumah secara bertahap

rumah tumbuh - rumah123.com Sumber: livingloving.net

Rumah tumbuh merupakan rumah yang dibangun secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan biaya dari pemiliknya. Pertumbuhannya pun bisa ke atas (vertikal), atau ke samping (horizontal), tergantung dari lahan yang tersedia. Pada dasarnya, compact house juga memiliki konsep rumah tumbuh. 

Berorientasi kepada masa depan

Dalam membangun rumah tumbuh, hal yang harus ditanamkan adalah berorientasi kepada masa depan. Saat perencanaan pembangunan rumah di awal, kamu harus sudah membayangkan seperti apa gambaran rumah tersebut dalam 10 atau 20 tahun ke depan. Dengan perencanaan yang matang sejak awal, nantinya kamu bisa lebih mudah dan murah ketika melakukan perubahan.  

Baca juga: Rumah Jokowi di Solo dan Rumah Prabowo di Hambalang, Bagus Mana?

Skala prioritas harus masuk ke rencana tahapan pembangunan

rumah tumbuh - rumah123.com Sumber: livingloving.net

Skala prioritas juga menjadi pedoman dalam membangun pondasi rumah tumbuh. Misalnya di tahap pertama, ruangan-ruangan yang harus tersedia cukup ruangan yang bisa mendukung aktivitas sehari-hari.

Lalu beberapa tahun kemudian ketika kamu memiliki anak yang cukup besar dan harus memiliki kamarnya sendiri, barulah kamu melakukan pembangunan tahap kedua, untuk menambah ruangan kamar. Seterusnya akan seperti itu, ketika ada kebutuhan baru, kamu selalu bisa menambah bangunan, karena konsep rumah di sini terus bertumbuh.

Bujet ditentukan di setiap tahap pembangunan

Dalam merencanakan biaya pembangunan, kamu bisa meminta bantuan jasa arsitek supaya lebih mudah. Namun kalau kamu gak menggunakan jasa mereka, lebih baik menyiapkan batasan bujet di setiap tahap pembangunan. Misalnya, Rp 150 juta untuk tahapan pertama, lalu Rp 150 juta selanjutnya untuk tahapan kedua, dan seterusnya.

Baca juga: Renovasi Rumah dengan Bujet Hanya Rp 4 Jutaan, Kata Siapa Gak Bisa?

Rumah tumbuh, bukan rumah yang belum selesai

rumah tumbuh - rumah123.com Sumber: livingloving.net

Meskipun akan selalu ada penambahan dalam rumah berkonsep tumbuh, bukan berarti rumah tersebut terlihat seperti rumah yang belum selesai, sehingga berkurang nilai estetikanya. Untuk menyiasatinya, kamu bisa membangun rumah dengan langit-langit yang tinggi, atau menggunakan gaya industrial dengan finishing serba abu-abu, dan konsep interior open space.

Selalu ada cara untuk menjadikan impianmu akan sebuah rumah menjadi nyata. Karena semua selalu #baikdarirumah, maka Rumah123.com selalu memberikan tips-tips terbaik seputar rumah di website kami. Selamat membangun rumah impianmu ya!

Bagikan: 3099 kali