Contoh lantai parket laminate pada ruangan - Rumah123.com Contoh lantai parket laminate pada ruangan - Rumah123.com

Pada hunian minimalis, lantai parket alias lantai kayu lebih banyak dipilih. Selain menciptakan kesan mewah namun hangat, parket juga tak membutuhkan perawatan ekstra. Dulu, ketika persediaan kayu masih melimpah, parket yang digunakan di hunian kebanyakan terbuat dari kayu solid. Namun seiring pergantian tahun, jumlah kayu pun semakin terbatas, sehingga muncul lah inovasi-inovasi baru di dunia arsitektur. 

Spesifikasi lantai parket laminate

Salah satu inovasi tersebut adalah dibuatnya lantai parket laminate. Parket kayu laminate atau laminasi merupakan pengembangan dari lantai kayu solid. Parket laminate terbuat dari serbuk kayu yang dicampur resin, memiliki ketebalan 8 mm hingga 12 mm, dan panjang sekitar 1,28 m - 1,3 m. Parket kayu laminate memiliki sistem klik di bagian kanan dan kiri (interlocking) sehingga proses pemasangannya lebih mudah. Alih-alih menggunakan kayu asli, parket laminate terdiri dari empat lapis material. 

1. Bagian paling bawah adalah lapisan pelindung berbahan melamin. Fungsinya untuk melindungi kayu dari kelembaban lantai yang sudah ada sebelumnya

2. Di atasnya, ada bahan utama atau yang biasa disebut High Density Fiber (HDF)

3. Di atasnya lagi, ada material dekoratif motif kayu agar terlihat seperti kayu alami

4. Paling atas, lapisan film transparan yang berfungsi sebagai pelindung anti gores dan anti air.

Kelebihan lantai parket laminate

- Mudah dibersihkan

Parket laminate memiliki lapisan film transparan di bagian paling atas. Lapisan tersebut memiliki sifat anti gores dan anti air. Inilah yang menyebabkannya tak membutuhkan perawatan khusus. Bahkan lantai terlihat mengkilap tanpa perlu dilakukan coating. Pasca melapisi lantai dengan parket laminasi, cukup sapu dan pel seperti biasa! 

- Harganya lebih murah

Seperti yang telah dijelaskan di atas, parket laminate terbuat dari sisa potongan kayu utuh yang diolah menjadi serbuk. Inilah alasan kenapa parket laminasi lebih murah harganya.

Kekurangan lantai parket laminate

- Tidak terlalu kuat

Berbeda dengan kayu solid, parket laminasi cenderung tidak terlalu kuat untuk menahan beban berat. Maka dari itu, lantai ini lebih cocok diaplikasikan di ruangan yang tidak menanggung banyak beban. Misalnya seperti ruang tidur atau ruang tamu.

- Menimbulkan suara

Parket laminasi kerap menimbulkan suara ketika diinjak. Berbeda dengan parket dari kayu solid yang ditempel mati terhadap permukaan lantai di bawahnya. 

Baca juga: 4 Pilihan Lantai Dapur yang Murah Meriah

Cara memasang lantai parket laminate di area lantai

1. Pastikan lantai rata

Pertama-tama, kamu harus memastikan bahwa lantai berada dalam kondisi rata. Kondisi lantai bisa berbentuk acian halus, atau pun lantai keramik. Apabila terdapat furnitur di dalam ruangan yang akan dilapisi parket laminate, pindahkan dulu ke ruangan lain hingga ruangan tersebut kosong. 

2. Siapkan alat & bahan

Jangan lupa untuk mempersiapkan alat dan bahan yang akan menunjang pekerjaan nanti. 

- Palu karet

- Meteran

- Obeng

- Penggaris siku

- Gerinda

- Pensil

- Silet

- Lem kuning

- Lem sealant

- Lem G

- Underlayer foam

3. Potong bagian bawah pintu sebanyak 1 cm

Apabila di ruangan tersebut terdapat pintu yang sudah terpasang, lepas terlebih dahulu pintu itu menggunakan obeng. Potong sebanyak 1 cm pada bagian bawah pintu. Gunakan bantuan penggaris dan pensil agar bagian yang dipotong tepat, tidak kurang dan tidak lebih. Potong 1 cm bagian pintu menggunakan mesin gerinda. Jika pintu tersebut tidak terbuat dari kayu sehingga sulit dipotong, jangan gunakan parket laminate, tapi gunakan vinyl.

4. Alasi lantai dengan underlayer foam terlebih dahulu

Sebelum dilapisi dengan parket laminate, alasi terlebih dahulu lantai dengan underlayer foam. Underlayer foam berfungsi untuk meredam suara benturan antara lantai parket dengan lantai di bawahnya ketika diinjak.

5. Lapisi seluruh lantai dengan material parket laminate

Setelah dialasi dengan underlayer foam, susun parket laminate sesuai dengan sistem klik di sisi kanan dan kirinya. Perhatikan juga motif kayu supaya tersusun rapi. Pasang material parket laminate di seluruh bagian lantai sesuai ukuran. Penting untuk diperhatikan, beri jarak 1 cm antara material parket dengan dinding. Gunanya adalah sebagai ruang gerak. Parket laminate terbuat dari bahan dasar kayu, sehingga sifatnya memuai. Apabila terlalu rapat dengan dinding, lantai akan mengembang. 

6. Tambahkan aksesoris list setelah pemasangan lantai

Setelah seluruh bagian lantai terpasang, gunakan list sebagai aksesoris. Lantaran terdapat celah 1 cm antara parket laminate dengan dinding, tutupi dengan aksesoris agar terlihat lebih rapi. Gunakan lem sealant untuk menambahkan list di dinding. Begitu juga di area pintu, gunakan pula tambahan list. Namun untuk bagian pintu, kamu harus menggunakan lem “G”. 

7. Pasang kembali pintu yang dicopot

Lantaran sebelumnya kamu mencopot pintu untuk memudahkan proses pemasangan parket, pasang kembali pintu yang dicopot tersebut. Pastikan pintu bisa dibuka dan ditutup dengan baik. 

8. Bersihkan ruangan sebelum digunakan

Proses pemasangan lantai selesai! Sebelum memasukkan furnitur yang telah dikeluarkan di tahap awal, bersihkan terlebih dahulu seluruh ruangan agar nyaman ketika digunakan. 

Bagikan:
3153 kali