Biar hemat anggaran rumah tangga, coba deh budidaya bawang putih di rumah. Caranya mudah loh!

budidaya bawang putih - rumah123.com Budidaya bawang putih bukan cuma bermanfaat, tapi juga gampang dilakukan oleh pemula sekalipun. (Rumah123.com/Getty Images)

Harga bahan-bahan pokok seringkali mengalami kenaikan tanpa kita antisipasi sebelumnya. Dalam momen-momen tertentu, kenaikannya bahkan bisa berkali-kali lipat. Gak jarang kan kita menemukan harga cabe, bawang, dan sembako lainnya lebih mahal dari harga daging? Hal ini tentunya akan mengganggu keuangan. Untuk menghemat, salah satu cara pintar yang bisa dilakukan adalah menanam sendiri bahan makanan yang sering dikonsumsi di rumah. 

Salah satu jenis tanaman yang bisa dipanen di rumah adalah bawang putih. Budidaya bawang putih bukan cuma bermanfaat, tapi juga gampang dilakukan oleh pemula sekalipun. Bahkan jika kamu tak punya pekarangan, tak akan jadi masalah. Sebab, bawang putih bisa ditanam dengan pot, dan diletakkan di dalam rumah. Buat kamu yang penasaran, langsung saja, simak yuk langkah-langkahnya berikut ini!

Pilih jenis bawang yang mau ditanam

Untuk budidaya bawang putih di rumah, ada dua jenis bawang yang bisa dipilih, yaitu bawang putih softneck, dan bawang putih hardneck. Bawang putih softneck lebih cocok untuk dikembangkan di daerah yang memiliki cuaca panas. Sedangkan bawang putih hardneck lebih cocok untuk cuaca dingin. Jika sudah memutuskan untuk budidaya bawang putih yang mana, kamu bisa membeli umbi bawang putih dari toko penyedia kebutuhan berkebun. Sebongkah umbi terdiri dari beberapa siung yang bisa ditanam satu per satu. 

Baca juga: Budidaya Tanaman Hidroponik, Cara Berkebun Baru untuk Kamu yang Punya Lahan Sempit!

Siapkan wadah pot 

Apabila kamu mau menanam lebih dari satu umbi, sebaiknya pilih pot yang cukup besar. Idealnya, pot tersebut memiliki kedalaman 20 cm, yang bisa menampung bawang putih dengan jarak kira-kira 10 cm antar siung, dan jarak 10 cm dari sisi-sisi pot.

Siapkan media tanam

Selanjutnya, siapkan media tanam berupa tanah berkompos siap pakai. Campurkanlah dengan pasir dari kebun. Perbandingan campurannya 3 bagian tanah dan 1 bagian pasir. Isi pot dengan media tanam, dan sisakan ruang sebesar 2,5 cm dari bibir pot.

Saatnya menanam bawang

Pisahkan tiap siung umbi bawang, dan tekan ke dalam media tanam yang telah tersedia. Pastikan bagian bawang yang rata menghadap bawah, dan bagian yang lancip menghadap atas. Tekan secara dalam, namun sisakan ruang kira-kira 2,5 cm antara ujung siung dan permukaan tanah. Letakkan pot di area yang terpapar sinar matahari langsung. 

Baca juga: Cara Gampang Budidaya Jamur Tiram di Lahan 3x4 Meter

Lakukan perawatan

Selesai proses penanaman, saatnya untuk melakukan perawatan. Sirami pot dengan air secukupnya agar tanah tetap lembab. Tapi jangan sampai tanah terlalu basah. Sesuaikan dengan kondisi ruangan. Semakin panas ruangan, semakin sering pula tanaman bawang putih tersebut harus disiram. Dalam beberapa hari, umbi bawang putih akan mengeluarkan tunas daun berwarna hijau. Ini menunjukkan bahwa bawang putih mulai berkembang. 

Bawang putih siap panen

Apabila daun semakin panjang dan bagian tengah daun nampak menguning, artinya bawang putih sudah siap panen. Kamu bisa memanen bawang tersebut ketika daun-daunnya mulai kering. Bersihkan sisa-sisa tanah yang menempel menggunakan sikat. Gantung bawang putih di tempat sejuk, keringkan hingga satu minggu. 

Gunakan bawang putih sebagai bahan masakan

Hasil panen bawang putih bisa digunakan untuk bahan masakan. Jika tak semuanya terpakai, simpan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik. 

Bagikan: 6248 kali