kapan harus renovasi rumah Ilustrasi Ruangan. Ada Sejumlah Pertanda Kapan Harus Renovasi Rumah. Salah Satunya Adalah Saat Anak-Anak Mulai Beranjak Remaja dan Membutuhkan Kamar Tidur Sendiri (Foto: Rumah123.com/Unsplash.com)

Kapan harus renovasi rumah? Pertanyaan ini bisa dijawab kalau kamu sering mendapatkan sejumlah pertanda ini, saatnya kamu harus renovasi. 

Saat kamu menjumpai ada atap yang bocor, mungkin kamu berkata, “Lho, ini kan rumah masih baru.”

Kamu membeli rumah dari perusahaan pengembang dan kemudian menempatinya selama beberapa tahun. 

Setelah beberapa tahun, kamu menjumpai ada atap yang bocor dan mengungkapkan keheranan. 

Padahal usai beberapa tahun, rumah akan mengalami rusak dan membutuhkan perbaikan kecil, sedang, dan besar. 

Logika sederhana, kalau kamu memiliki sebuah barang, suatu waktu nanti bisa rusak, patah, atau aus. 

Hal yang sama terjadi dengan rumah yang terkena sinar matahari yang terik dan juga hujan deras. 

Pastinya rumah akan terlihat mulai rusak di beberapa bagian, apalagi kalau kamu tidak melakukan perbaikan. 

Ada sejumlah pertanda yang seharusnya kamu ketahui kapan harus renovasi rumah dengan segera. 

1. Setelah Beberapa Tahun 

Setelah lima tahun, rumah akan mulai rusak di sana sini. Hal ini tergolong normal bagi sebuah hunian. 

Sebaiknya, kamu rajin memerhatikan kondisi rumah setelah ditempati minimal setelah lima tahun. 

Biasanya rumah seperti mengirimkan sinyal perbaikan seperti cat mengelupas, retakan di dinding, dan lainnya. 

Setelah lima tahun, biasanya kerusakan di rumah mulai terlihat dengan jelas terutama pada bagian dinding atau atap. 

Usai lima belas tahun atau dua puluh tahun, coba cek seluruh bagian rumah termasuk utilitas rumah. 

Utilitas rumah ini termasuk saluran air, instalasi listrik, dan lainnya yang pastinya membutuhkan penggantian.  

Banyak orang yang menyepelekan penggantian utilitas seperti instalasi listrik padahal hal ini berbahaya. 

Setelah cukup lama, kabel listrik sudah seharusnya diganti kalau tidak ada potensi korsleting yang menyebabkan kebakaran. 

2. Rumah Sudah Mengirimkan Sinyal Perbaikan 

Ada retak rambut di dinding, atap bocor, saluran air mampet, cat mengelupas, engsel pintu mulai berderit. 

Sederetan hal ini menjadi pertanda sinyal perbaikan. Kamu harus segera melakukan renovasi rumah. 

Renovasi rumah tidak harus melakukan pekerjaan besar seperti mengganti interior namun saat ada kerusakan kecil. 

Hal wajar kalau rumah mulai terlihat ada kerusakan. Jadi kamu memang harus harap maklum dengan kondisi ini. 

Kamu membuka dan menutup pintu bisa ribuan kali dalam sebulan sehingga engsel bisa saja rusak. 

Dalam sehari, berapa kebutuhan air untuk mandi, memasak, mencuci pakaian, dan lainnya? Banyak kan? 

Bisa dibayangkan kalau air yang melewati pipa sangat banyak dan belum tentu bersih sehingga meninggalkan lumpur.  

3. Kebutuhan Ruang Meningkat 

Anak-anak mulai beranjak remaja dan menginginkan privasi sendiri maka waktu tepat kapan harus renovasi rumah. 

Mereka ingin memiliki kamar tidur sendiri sehingga kamu melakukan renovasi untuk membuat kamar baru. 

Atau kamu mengalihfungsikan kamar lain untuk kamar tidur sehingga diperlukan renovasi untuk mengubahnya. 

Biasanya orang tua akan melakukan renovasi seperti menambah ruangan atau memperbaiki ruang tidur. 

4. Tidak Lagi Membutuhkan Ruang 

Sebaliknya, jika anak-anak mulai dewasa seperti mulai kuliah di luar kota atau luar negeri, bahkan menikah. 

Satu persatu anak mulai meninggalkan rumah sehingga ruang tidur mulai kosong dan tidak lagi digunakan. 

Ruang tidur biasanya baru digunakan saat hari raya ketika anak-anak bersilaturahmi ke rumah orang tua. 

Saat situasi seperti ini, orang tua mulai berpikir untuk mengubah ruang tidur anak menjadi gudang, ruang kerja, ruang usaha, atau kamar kos. 

5. Ingin Menjual Rumah 

Ketika ingin menjual, hal yang harus dilakukan adalah melakukan renovasi rumah agar rumah terlihat cantik. 

Jika rumah tidak direnovasi, biasanya calon pembeli akan meminta diskon atau pengurangan harga. 

Untuk itu, pemilik rumah memang harus melakukan renovasi baik kecil, sedang, atau besar untuk memperbaiki rumah. 

6. Interior Rumah Sudah Terlihat Jadul 

Pernah tinggal di rumah yang sama selama 20-30 tahun? Hal ini bisa terjadi ketika kamu mewarisi rumah orang tua atau nenek. 

Kamu pernah tinggal di sebuah rumah lama yang diwariskan turun temurun dari kakek nenek lantas berlanjut ke orang tua. 

Setelah puluhan tahun, rumah tersebut terlihat jadul sehingga kamu harus melakukan renovasi agar rumah tua terlihat lebih kekinian. 

Baca juga: Tips Jual Rumah: Merenovasi Rumah Atau Jual Rumah Apa Adanya

Bagikan:
810 kali