istana montaza

Istana Montaza menjadi salah satu mahakarya arsitektur Islam, bangunan di Mesir ini memadukan desain arsitektur Turki dan juga Italia. 

Arsitektur Islam tidak hanya bisa dilihat pada bangunan masjid atau musala saja, namun pada bangunan lain. 

Desain arsitektur dan desain interior masjid yang ada di seluruh dunia memang berbeda-beda termasuk di Indonesia. 

Ada sejumlah ciri khas dari masjid yang berbeda mulai dari keberadaan kubah hingga dekorasi lainnya. 

Jejak arsitektur Islam juga dapat terlihat dalam bangunan lainnya seperti istana, benteng, dan lainnya. 

Peradaban Islam di sejumlah negara memiliki peninggalan berupa istana raja atau sultan, salah satunya di Mesir. 

Istana tersebut adalah Istana Montaza yang berada di Alexandria, Mesir, salah satu negara yang pernah memiliki monarki Islam. 

Istana Montaza Memiliki Pemandangan Indah Laut Mediterania 

istana montaza

Saat ini, Istana Montaza merupakan istana, museum, dan juga taman yang berada di distrik Montaza. 

Distrik ini berada di Alexandria, sebuah kawasan di Mesir yang menghadap ke Laut Mediterania. 

Lokasi Istana Montaza ini berada di sebuah dataran rendah, istana menghadap ke pantai dan laut. 

Istana Montaza memang dibangun untuk menjadi tempat peristirahatan Sultan Mesir dan keluarganya. 

Di sekitar istana juga ada sejumlah hotel mewah atau rumah-rumah peristirahatan milik orang kaya Mesir. 

Sebenarnya, dalam bahasa Arab, montaza ini berarti taman, namun terjadi kesalahpahaman saat diterjemahkan. 

Kawasan Montaza ini juga merupakan area dengan jumlah penduduk yang padat, mencapai 1,2 juta jiwa. 

Istana Montaza Dibangun Pada Masa Dinasti Muhammad Ali 

istana montaza

Kawasan Istana Montaza dibangun pertama kali pada 1892 pada masa pemerintahan Khedive Abbas II. 

Dia merupakan penguasa Mesir terakhir yang memegang gelar khedive, semacam Kesultanan Mesir dan Sudan. 

Gelar ini merupakan semacam sultan yang berada di bawah Kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman. 

Abbas II merupakan keturunan Dinasti Muhammad Ali, dinasti yang memerintah Mesir pada abad ke-19 dan ke-20. 

Saat itu, Mesir masih di bawah kendali Utsmaniyah, kesultanan yang memerintah sejumlah kawasan Eropa, Asia, dan Afrika dari abad ke-14 hingga ke-20. 

Istana Montaza Alexandria ini merupakan tempat beristirahat ketika berburu dan juga tempat tinggal rombongan sultan. 

Abbas II menemukan tempat ini ketika berburu pada malam hari, lantas dia memutuskan untuk membuat istana peristirahatan. 

Istana Montaza Memadukan Arsitektur Italia dan Turki

istana montaza

Perluasan kawasan Istana Montaza dan juga kebun kerajaan dilakukan oleh Raja Fuad I pada 1932. 

Fuad I merupakan bagian dari Dinasti Muhammad Ali, namun Mesir tidak lagi menjadi bagian dari Utsmaniyah. 

Istana Montaza ini merupakan perpaduan arsitektur Turki era Utsmaniyah dan juga gaya arsitektur Italia yaitu Florentine. 

Menara utama Istana Montaza ini terinspirasi dari Palazzo Vecchio, bangunan yang berada di Florence, Italia. 

Sejumlah bagian istana ini memiliki dekorasi dengan detail zaman Renaissance alias Abad Pertengahan. 

Sementara taman dan kebun yang berada di sekitar Istana ini memiliki luas mencapai 61 hektare. 

Saat ini, area hijau ini menjadi taman umum dan juga hutan cadangan, taman yang terbuka untuk masyarakat. 

Usai Kesultanan Mesir tidak ada lagi, maka aset ini menjadi milik pemerintah Mesir sejak 1950-an.

Presiden Mesir Anwar Sadat dan Hosni Mubarak pernah menggunakan istana ini sebagai kantor kepresidenan. 

Wah, menarik juga ya gaya desain arsitektur dan juga sejarah singkat mengenai Istana Montaza ini. 

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel menarik mengenai bangunan bersejarah di dalam negeri dan luar negeri. 

Bagi kamu yang sedang mencari rumah tapak di Jakarta Selatan, maka pilihan terbaik adalah Precium Kebayoran Baru.

Baca juga: Masjid Menara Kudus Jadi Bukti Peninggalan Peradaban Islam di Tanah Jawa

Bagikan:
5288 kali