pulau malamber Pulau Malamber, Sulawesi Barat (Foto: Twitter/Katinting,com/Kaltimtoday)

Publik dihebohkan dengan jual beli Pulau Malamber di Sulawesi. Sebenarnya, boleh tidak sih orang Indonesia memiliki pulau sendiri?

Sejumlah media online memberitakan kalau ada orang yang membeli Pulau Malamber dengan harga fantastis Rp2 miliar. 

Pulau Malamber adalah salah salah satu pulau kecil di gugusan Kepulauan Balabalakang, Sulawesi Barat. 

Ada 14 pulau di kepulauan ini, salah satu pulau terbesar di gugusan ini adalah Pulau Saboyang. 

Kabarnya, kepulauan yang berada di Selat Makassar ini sempat diperebutkan dua provinsi, Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur. 

Pulau Malamber berjarak sekitar 144 kilometer atau 90 mil laut, kurang lebih 10 jam perjalanan dari ibu kota Sulawesi Barat, Mamuju. 

Laman berita online Liputan6.com melansir kronologis proses jual beli pulau kecil yang ternyata berpenghuni. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mamuju, Ajun Komisaris Polisi Syamsuriansyah menyatakan sudah memeriksa sejumlah saksi. 

Proses jual beli dilakukan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia menyatakan bukan pulau yang dijual, namun sebidang tanah. 

Namun, harga yang fantastis tentu menjadikannya tanda tanya, apalagi kalau melihat NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) daerah tersebut. 

Camat Kepulauan Balabalakang, Juara membenarkan berita penjualan Pulau Malamber senilai Rp2 miliar. 

Dia menyebut nama Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud yang membeli pulau tersebut. 

By the way, Penajam Paser Utara yang berada di Kalimantan Timur merupakan daerah yang akan menjadi ibu kota negara Indonesia yang baru. 

Juara juga mengungkapkan identitas penjual, namun dia tidak mengetahui kapan transaksi jual beli terjadi. 

Bupati Mamuju sudah menegur Camat Balabalakang proses mengenai jual beli Pulau Malamber tersebut.  

Sementara itu, Masud sendiri malah merasa bingung kenapa dia diisukan membeli Pulau Malamber senilai Rp2 miliar. 

“Kalau mau dijual saya beli. Tapi itu pulau punya keluarga saya. Sudah lama, sebelum Indonesia merdeka, dari kakek, nenek kita dulu,” ujar Masud. 

Dia menceritakan kalau orang tuanya bersuku Mandar yang asli Sulawesi Barat, sedangkan kakeknya pemuka agama setempat. 

Sejak dulu, keluarga besarnya sudah mendiami hampir seluruh pulau di Kepulauan Balabalakang. 

Masud pernah mendatangi pulau tersebut selaku Ketua Asosiasi Kepala Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo).

jual beli pulau

Pulau di Indonesia Tidak Boleh Diperjualbelikan 

Heboh jual beli pulau bukan terjadi pada Juni 2020 ini, sebelumnya juga pernah ada berita serupa. 

Pada Maret 2019, Pulau Dua Barat yang berada di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta juga sempat dikabarkan dijual dengan harga Rp243 miliar. 

Sebuah situs marketplace properti menayangkan iklan penjualan pulau yang berjarak 85 kilometer dari Jakarta. 

Sementara pada Januari 2018, Pulau Ajab di Kepulauan Riau juga dikabarkan dijual dengan Rp44 miliar. 

Laman privateislandsonline.com sempat memasang pariwara penjualan sejumlah pulau di Indonesia. 

Situs berita online Detik.com melansir pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu. 

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan pulau di Indonesia tidak dapat diperjualbelikan. 

Baik untuk menjadi hak milik bagi warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) sendiri. 

Hal ini sudah diatur dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Balok Budiyanto memberikan pernyataan. 

Orang hanya diperbolehkan untuk mempunyai hak pakai maupun hak sewa saja, bukan hak yang lain. 

Jadi orang asing maupun orang Indonesia tidak boleh membeli pulau milik Indonesia. Mereka hanya mendapatkan hak kelola dan hak sewa.

Baca juga: Pulau Mana Sih di Indonesia yang Aman dari Ancaman Gempa?

Bagikan:
2614 kali