OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Doa Menerima Zakat Fitrah yang Shahih sesuai Anjuran Rasulullah

01 April 2024 · 5 min read Author: Maskah Alghofar · Editor: Bobby Agung Prasetyo

doa menerima zakat fitrah

Doa menerima zakat fitrah sebaiknya diamalkan oleh mustahik atau orang yang berhak menerima zakat sebagai bentuk terima kasih dan balasan kebaikan bagi pemberi zakat.

Sebagai orang muslim, kamu diwajibkan untuk mematuhi rukun Islam, salah satunya dengan berzakat.

Mengutip dari Baznas, zakat adalah bagian dari harta yang harus dikeluarkan setiap muslim saat mencapai batas tertentu.

Biasanya, momen ini dilakukan saat memasuki bulan Ramadan, tepatnya menjelang lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Jika pemberi zakat disebut muzakki, maka mustahik adalah orang yang menerima zakat.

Menariknya ada doa menerima dan memberi zakat yang dianjurkan dalam Islam.

Berikut ini penjelasan terkait doa menerima zakat fitrah lengkap dengan bacaan latin dan artinya.

Doa Menerima Zakat Fitrah yang Shahih

Doa Menerima Zakat Fitrah yang Shahih

Doa Menerima Zakat Fitrah yang Shahih

Mengutip NU Online, Syekh Nawawi Banten dalam karyanya Nihayatuz Zain menyebut sebaiknya penerima zakat mendoakan mereka yang telah menyerahkan zakat.

Sesuai hadits Rasulullah saw, yaitu:

“Siapa saja yang memberikan kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika kalian tidak sanggup membalasnya, doakanlah dia.”

Selanjutnya, ketika seorang muslim telah membaca niat zakat fitrah untuk diri sendiri lalu memberikan zakatnya kepada penerima.

Penerima zakat sebaiknya membaca doa menerima zakat fitrah bahasa Arab berikut ini.

آجَرَكَ اللَّهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

Ajarakallahu fiimaa a’thaita wa ja’alahuu laka thahuuraa wa baaraka laka fiimaa abqaita.

Artinya: “Semoga Allah memberikan ganjaran pahala terhadap harta yang telah engkau berikan dan menjadikannya penyuci bagimu. Serta semoga Allah memberikan keberkahan hartamu yang masih tersisa padamu.”

Doa Menerima Zakat Fitrah Lainnya

1. Doa Menerima Zakat

جَزَا كَ اللهُ خَيْرًاكَثِيْرًا

Jazakallahu khairan katsiran.

Artinya: “Semoga Allah memberimu balasan kebaikan yang banyak.”

2. Doa Menerima Zakat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ

Allaahumma shaalli ‘alaihim.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat atau berkah atas mereka. (HR.Bukhari).”

3. Doa Menerima Zakat dari Syekh Nawawi Banten

طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

Thahharallaahu qalbaka fii qulūbil abraar, wa zakkaa ‘amalaka fii ‘amalil akhyaar, wa shallaa ‘alaa ruuhika fii arwaahis syuhadaa’.

Artinya: “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah bersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bershalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”

Golongan Penerima Zakat

Golongan Penerima Zakat

Golongan Penerima Zakat

Terdapat delapan golongan penerima zakat yang dijelaskah dalam Alquran Surah At Taubah ayat 60.

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ٦٠

Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”

1. Fakir

Fakir merupakan keadaan seseorang yang tidak mempunyai harta dan usaha; atau mempunyai usaha atau harta yang kurang dari seperdua kecukupannya, dan tidak ada orang yang berkewajiban memberi belanjanya.

Meskipun memiliki harta, harta tersebut nilainya sangat sedikit dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok selama minimal satu tahun.

2. Miskin

Sedangkan miskin adalah orang yang mampu memenuhi kebutuhannya tapi belum mencukupi.

Miskin adalah orang yang mampu memperolah lebih dari setengah kebutuhannya bisa jadi hanya mendapatkan Rp30ribu dari Rp50 ribu kebutuhannya.

3. Amil

Zakat yang diberikan kepada amil berfungsi sebagai imbalan atas kerja mereka dalam mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat.

Besaran zakat yang diberikan kepada amil maksimal adalah 5% dari total zakat yang terkumpul.

4. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam atau memiliki harapan untuk masuk Islam.

Zakat yang diberikan kepada mualaf bertujuan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memperkuat keimanan mereka terhadap Islam.

5. Riqab

Zakat yang diberikan kepada riqab (budak) diharapkan dapat membantu proses pembebasan mereka. Namun perlu dicatat bahwa penerapan riqab tidak berlaku di banyak negara modern yang sudah menghapuskan praktik perbudakan.

6. Gharim

Utang yang dimiliki Gharim harus untuk memenuhi kebutuhan yang shalih (sesuai syariat Islam) seperti biaya pengobatan, modal usaha, atau nafkah keluarga. Zakat yang diterimanya dapat digunakan untuk melunasi utang tersebut.

7. Fi Sabilillah

Fi Sabilillah tidak hanya terbatas pada mereka yang berperang di jalan Allah, tetapi juga mencakup orang-orang yang berjuang untuk menegakkan agama Islam seperti pelajar yang sedang menimba ilmu agama, dai yang berdakwah, atau aktivis kemanusiaan.

8. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil bisa berupa pelajar yang sedang menuntut ilmu di perantauan, pekerja migran, atau orang yang sedang dalam perjalanan untuk beribadah seperti haji atau umrah.

Keutamaan Zakat Fitrah

Terdapat sejumlah keutamaan memberikan zakat fitrah kepada mustahik zakat.

Berikut ini keutamaan zakat fitrah yang penting untuk diketahui, di antaranya:

1. Jaminan Masuk Surga

Zakat fitrah dapat menjadi jaminan masuk surga bagi pelakunya sebagai mana salah satu surah Alquran berikut ini, Allah Swt. berfirman:

“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Alquran), dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu dan orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang Itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.” (Q.S. An-Nisa’: 162).

2. Harta Lebih Berkah

Keutamaan zakat fitrah selanjutnya, yaitu dapat menjadikan harta yang lebih berkah.

Hal ini sebagaimana dengan sabda Rasulullah saw.

“Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim).

Mengutip dari NU Online, maksud hadis di atas ialah bahwa zakat seseorang tidak akan mengurangi hartanya sedikitpun. Melainkan mendatangkan keberkahan bagi pelakunya.

Sebagaimana penjelasan imam an-Nawawi di dalam kitab Syrah an-Nawawi ala muslim yang artinya:

“Di dalam hadits di atas ulama menyebutkan dua sisi. Satu, hartanya akan diberkahi, dijauhkan dari bahaya-bahaya kemudian kekurangan hartanya ditutupi dengan berkah yang samar. Hal ini terlihat nyata dan terbukti secara adat. Kedua, meskipun kelihatannya berkurang sebab dizakatkan, namun hartanya berada di dalam pahala yang akan menutupi kekurangan hartanya tersebut dan akan mendatangkan tambahan lipat ganda” (an-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim, Beirut, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, cetakan kedua, 2003, jilid XVI halaman 141).

***

Itulah ulasan seputar doa menerima zakat fitrah yang shahih menurut anjuran Rasulullah saw.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu, ya.

Baca juga terkait serba-serbi zakat fitrah mulai dari perhitungan nominal yang harus kita bayarkan hingga niat bacaannya.

Temukan informasi menarik seputar gaya hidup dan properti lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti juga Google News kami untuk mendapatkan berita menarik dan terkini lainnya.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti di Rumah123 karena apapun yang kamu mau #SemuaAdaDisini.


Tag: , , , , ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya