Baru-baru ini, DKP Kota Tangerang mendapat temuan penjualan daging sapi bercampur dengan daging babi. Sebagai pembeli, gunakan cara ini untuk membedakannya.

daging sapi - rumah123.com

Menjelang Lebaran, daging sapi selalu menjadi salah satu bahan makanan yang diincar banyak orang di pasar.

Hal ini tak terlepas dari banyaknya suguhan spesial Lebaran yang terbuat dari daging sapi.

Sebut saja rendang, dendeng, hingga sambal goreng daging. 

Sayangnya, menjelang hari raya Idul Fitri, malah marak kasus penipuan daging sapi yang dioplos dengan daging babi. 

Dilansir dari Kompas.com, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang mendapat temuan penjualan daging sapi bercampur dengan daging babi dalam sidak pasar pada Rabu, 13 Mei 2020 lalu. 

Oknum-oknum nakal melakukan tindakan ini untuk mendulang keuntungan lebih besar, karena harga sapi yang melambung tinggi di momen-momen seperti ini. 

Tentu saja maraknya kasus ini menimbulkan keresahan bagi umat Muslim di Indonesia karena terdapat kandungan babi yang tidak halal.

Untuk mencegah risiko terkena tipu daging oplosan babi dan sapi, kamu harus pintar-pintar dalam membedakannya. 

Cara membedakan daging sapi, babi dan celeng

Lalu, bagaimana cara membedakan daging babi ternak, babi celeng, dan sapi? 

Berikut caranya seperti yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Perhatikan warna merah pada daging

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memerhatikan secara seksama warna merah pada daging tersebut.

Sapi yang usianya muda ketika dipotong, memiliki warna daging yang mengarah ke merah jambu.

Sapi yang tua, warna dagingnya akan terlihat lebih merah. 

Sementara daging babi, warna merahnya cenderung pucat bahkan mendekati ke warna merah muda, mirip sekali dengan warna daging ayam.

Sedangkan daging celeng, memiliki warna yang sangat mendekati dengan warna sapi. 

Baca juga: Mudik Lebaran Resmi Dilarang, Ini Aturan dan Sanksinya

2. Cek bau amis pada daging

Walaupun warna antara daging sapi dan daging celeng sangatlah mirip, kamu bisa membedakannya dari aroma daging tersebut ketika masih mentah.

Daging celeng cenderung memiliki bau lebih amis dan anyir ketimbang sapi. 

Sebab, celeng adalah binatang liar yang memakan segalanya, sehingga bau dagingnya akan lebih amis. 

Sementara itu, sapi tidak berbau menyengat karena memakan makanan khusus yang disediakan peternak sapi. 

Namun, tetap tercium aroma khas sapi. 

Bagaimana dengan daging babi ternak? Babi ternak tidak memiliki bau.

3. Lihat tekstur dan serat daging

Kamu juga bisa melihat perbedaannya dari tekstur dan serat daging.

Daging sapi memiliki serat yang terlihat padat dan garis seratnya terlihat jelas.

Beda dengan daging babi yang seratnya terlihat sangat renggang dan pudar. Untuk melihatnya secara jelas, renggang kan kedua daging bersama-sama. 

Namun untuk membedakan dengan daging celeng, akan lebih mudah karena serat yang dimiliki agak kasar. 

4. Pastikan harganya tidak jauh dari harga normal

Harga daging yang murah mungkin akan membuatmu tergoda. 

Tapi kamu harus waspada ketika ada yang menjual daging sapi dengan harga yang sangat jauh perbedaannya dari harga normal. 

Umumnya, di masa-masa seperti ini, harga sapi per kilogram-nya bisa mencapai Rp100.000 - Rp130.000.

Apabila ada pedagang yang menjual di bawah harga itu, kamu patut curiga dan waspada.

Sebaiknya, beli lah di pedagang yang sudah tepercaya. 

Bagaimana dengan daging yang sudah dimasak?

Cara-cara membedakan daging di atas mungkin lebih pas untuk daging yang masih mentah.

Apabila kamu membeli daging matang, seperti rendang atau dendeng yang sudah dimasak, kamu bisa membedakannya dari segi harga. 

Logikanya saja, daging mentah sapi dihargai Rp 100.000 - Rp 130.000 per kilogram.

Ditambah rempah-rempah, biaya gas, dan ongkos memasak, penjual umumnya akan menambahkan biaya sebesar 40 persen.

Inilah alasannya kenapa sangat wajar jika rendang matang di luar sana dijual dengan harga rata-rata Rp 200.000 ke atas.

Apabila ada yang menjual rendang matang dengan harga di bawah Rp 150.000, kamu harus curiga. 

Bagikan:
1181 kali