dp rumah pertama

Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah cara cepat untuk mengumpulkan dp rumah pertama. Yuk, beli rumah dan jangan menundanya. 

Saat kamu mau membeli rumah, hal yang menjadi hambatan pertama adalah mengumpulkan uang muka. 

Uang muka atau down payment alias DP memang harus dibayarkan pembeli saat ingin mencicil apartemen atau rumah. 

Besar DP rumah pertama tergantung dari perusahaan pengembang, bisa 10%, 5%, atau tidak sama sekali alias 0%. 

Tetapi, ingat ya, ketika kamu tidak membayar DP rumah, maka cicilan rumah kamu akan semakin besar. 

Bagi mereka yang membeli rumah pertama, usaha untuk mengumpulkan DP pastinya berat dan penuh perjuangan. 

Misalnya, kamu ingin membeli apartemen tipe studio di Jakarta seharga Rp400 juta, kamu harus membayar 10%. 

Maka kamu harus menyiapkan uang muka Rp40 juta sebelum melakukan pembayaran cicilan apartemen. 

Atau kamu ingin membeli rumah tapak di Bekasi atau Depok seharga Rp500 juta, maka kamu harus menyiapkan 10%. 

Sudah siap untuk membayar Rp50 juta ketika telah mendapatkan rumah tapak yang sesuai dengan kebutuhan? 

Untuk mengumpulkan DP tentunya memang tidak mudah, apalagi bagi kamu yang baru bekerja atau merintis bisnis. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah cara mudah mengumpulkan DP rumah pertama. 

dp rumah pertama

Cara Mudah Mengumpulkan DP Rumah Pertama 

1. Memasang Target Rumah yang Realistis 

Saat ingin membeli rumah pertama, kamu harus bersikap realistis dengan melirik properti yang terjangkau. 

Kamu bisa memilih apartemen tipe studio atau rumah tapak tipe 21/60 sebagai pilihan hunian terjangkau. 

Jika ingin masih tinggal di Jakarta, maka apartemen tipe studio yang mirip kamar kos menjadi pilihan. 

Kalau mau hunian sedikit lebih luas dan masih suka tinggal di rumah, maka rumah tapak tipe 21/60 menjadi pilihan. 

Jangan lupa untuk mencari hunian yang dekat dengan akses transportasi massal KRL Commuter Line

Lantaran MRT Jakarta dan LRT Jakarta belum memiliki jaringan yang luas, sementara LRT Jabodebek belum selesai dibangun.

Hunian dekat akses transportasi massal bisa mengurangi pengeluaran untuk pergi pulang ke kantor. 

Sesuaikan pilihan hunian dengan kebutuhan dan juga kemampuan finansial, jadi cicilan per bulan tidak memberatkan. 

2. Mulai Mengatur Keuangan 

Berapa gaji kamu sebulan? Misalnya Rp5 juta per bulan, biasanya banyak orang yang memberikan saran cicilan tidak lebih dari 30%. 

Maka cicilan rumah kamu atau DP rumah pertama tidak melebihi Rp1,5 juta per bulan agar tidak memberatkan. 

Namun, Rumah123.com pernah berbincang dengan sejumlah konsultan properti dan konsultan keuangan. 

Sebenarnya, orang masih bisa toleransi dengan batas sekitar 40% hingga 50% tentunya dengan sejumlah catatan. 

Kamu sudah membayangkan cicilan Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan, kapan kamu menikmati hidup? 

Jika kamu masih tinggal bersama orang tua, tidak ikut membayar tagihan rumah, dan bisa menekan gaya hidup. 

Maka, hitungan tersebut masih bisa dilakukan, apalagi biasanya pendapatan akan naik dari tahun ke tahun. 

3. Mulai Menyisihkan Penghasilan 

Agar mempermudah saat menabung DP rumah pertama, kamu harus memiliki dua rekening sekaligus. 

Satu rekening untuk menerima gaji, satu rekening untuk tabungan sehingga memudahkan kamu dalam bertransaksi. 

Sebenarnya, rekening untuk tabungan tidak menjadi masalah jika memiliki ATM untuk mempermudah. 

Usai menerima gaji, kamu harus langsung melakukan transfer ke rekening lain untuk menabung DP rumah pertama. 

Cara ini lebih baik ketimbang autodebet lantaran kamu akan terbiasa untuk menyisihkan penghasilan. 

Jangan lupa ketika mendapatkan THR (tunjangan hari raya), bonus, atau penghasilan dari pekerjaan sampingan. 

Kamu harus segera memasukkan sebagian besar dana tersebut ke rekening DP rumah pertama. 

4. Memanfaatkan Aset yang Ada 

Kamu memiliki mobil, motor balap, sepeda mahal, atau lainnya? Kenapa tidak dijual saja untuk menambah DP rumah pertama. 

Untuk sementara waktu kamu bisa mengurangi kepemilikan kendaraan bermotor yang nilainya menurun. 

Kamu bisa menjual kendaraan bermotor berharga mahal ini untuk DP rumah pertama dan membelinya lagi nanti. 

Fokuskan untuk membeli properti yang harganya terus naik dan bisa menjadi investasi masa depan. 

5. Mencari Pinjaman Uang 

Maksud dari mencari pinjaman tentunya bukan mengajukan KTA (kredit tanpa agunan) karena bisa menambah beban. 

Kamu bisa meminjam ke orang tua atau mertua bagi yang sudah menikah, hal ini tentu memudahkan. 

Jika kamu meminjam ke orang tua atau mertua, tentunya bisa tanpa bunga dan masa pengembalian yang relatif tidak ketat. 

6. Memiliki Pekerjaan Sampingan 

Kalau kamu merasa uang DP rumah pertama terlalu besar untuk didapatkan dari menyisihkan gaji, tidak ada salahnya melirik pekerjaan sampingan. 

Saat ini, banyak pilihan pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan saat Sabtu-Minggu alias akhir pekan. 

Pilihan pekerjaan sampingan ini banyak tentunya menyesuaikan dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki. 

7. Mempunyai Instrumen Investasi 

Jika kamu mempunyai target untuk mengumpulkan DP rumah pertama selama dua tiga tahun, kenapa tidak melirik instrumen investasi. 

Pilihlah instrumen investasi yang aman seperti emas, reksadana, atau obligasi yang cukup aman. 

Imbal hasil dari reksadana atau obligasi untuk tiga tahun tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan.

Baca juga: Tips Beli Rumah Tanpa Riba, Bayar Secara Tunai Bukan Hal Mustahil, lho!

Bagikan:
3601 kali