notaris gadungan Tribunnews.com

Dalam praktik mafia pertanahan, ternyata ada peran notaris gadungan yang menimbulkan efek domino maupun kerugian bagi para warga kecil.

Oleh sebab itu, kementerian ATR/BPN meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan jasa notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“Karena banyak dari mereka yang terlibat dan menjadi bagian dari sindikat mafia tanah,” kata Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunaraizal (Rabu 27/10/2021).

Menurut dia, saat masyarakat menyerahkan seluruh dokumen pertanahan ke notaris, ditakutkan akan terjadi kasus penggandaan dokumen asli sementara yang diserahkan adalah dokumen palsu.

“Sehingga harus selektif dalam memilih notaris/PPAT jangan sampai nanti terjebak dengan PPAT gadungan,” tambahnya.

Salah satu langkah pencegahan notaris gadungan yang bisa dilakukan masyarakat yakni mengecek secara mandiri melalui situs dengan tautan https://www.atrbpn.go.id/?menu=daftarPPAT.

“Terkait informasi PPAT yang resmi terdaftar di Kementerian ATR/BPN,” tandasnya.

Selanjutnya, Sunrizal menyampaikan Kementerian ATR/BPN juga serius memberantas praktik mafia tanah yang berkaitan dengan notaris gadungan di Indonesia.

Terutama mafia tanah yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai Kementerian ATR/BPN itu sendiri.

Mengingat mafia tanah terdiri dari berbagai macam oknum, baik itu dari pihak internal maupun eksternal Kementerian ATR/BPN. 

“Pemerintah akan memantau dan melakukan berbagai upaya untuk menggagalkan aksi mafia tanah, serta menindak tegas semua yang terlibat di dalamnya,” terangnya.

Pihaknya pun tidak akan memberikan toleransi untuk para pegawainya yang terlibat dalam kasus mafia tanah maupun notaris gadungan yang mengacaukan dan merugikan masyarakat.

Dia mengungkapkan, sebanyak 125 pegawai Kementerian ATR/BPN yang terjerat dalam praktik mafia tanah telah dijatuhkan sanksi.

Mulai dari hukuman ringan atau disiplin yang masih dapat dibina, sedangkan hukuman berat akan dicopot maupun diberhentikan dari jabatannya. 

“Kami tidak main-main terhadap berbagai kasus mafia tanah yang mencoba meletakkan surat-surat di atas tanah orang lain. Kami akan melakukan bersih-bersih pegawai yang terlibat kasus mafia tanah,” tegas Sunrizal.

Dalam proses pemberantasan mafia tanah maupun notaris gadungan, Kementerian ATR/BPN sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah yang sudah bekerjasama dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian sejak 2017 silam. 

Selain Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN juga telah berkoordinasi dengan Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) dalam upaya pemberantasan mafia tanah.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang bahaya mafia tanah yang melibatkan notaris abal-abal kian merugikan masyarakat umum. 

Temukan berbagai informasi menarik seputar hunian idaman, selengkapnya di Rumah123.

"Cari tahu keunggulan Calistha Dago Residence di sini."
Bagikan:
417 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia